Ditulis oleh: Elsa Yuni Kartika
Direview oleh: Dr. Pritta Diyanti Karyaman, CIMI, CBS, IBCLC Verified

Momuung.co.idPada ibu yang akan kembali bekerja, ada kalanya Asi perah (ASIP) perlu diberikan selama ibu dan bayi terpisah. Karena itu, pemilihan media pemberian ASIP menjadi langkah yang sangat penting. Bukan hanya soal kepraktisan, media yang tepat berperan besar dalam menjaga pola menyusu alami Si Kecil agar proses menyusui tetap optimal. Sebaliknya, media yang kurang tepat pada sebagian bayi dapat meningkatkan risiko bingung puting dan membuat bayi enggan menyusu langsung. 

Yuk, kenali media pemberian ASIP non-dot yang direkomendasikan agar proses menyusui tetap nyaman dan sesuai dengan kebutuhan bayi. Buibu, baca sampai selesai, ya!

Mengapa Memilih Media Non-Dot Sangat Disarankan?

Penggunaan media pemberian ASIP selain botol dot sangat dianjurkan, karena pemberian lewat botol dot dapat mengganggu proses menyusu langsung dan terjadinya preferensi aliran. Studi menunjukkan bahwa ibu yang memberikan ASIP melalui alat pemberian alternatif seperti supplemental feeding tube device mendukung bayi tetap mendapatkan nutrisi optimal sekaligus mendukung keberhasilan menyusu eksklusif lebih lama. Metode ini juga membantu bayi belajar menyusu langsung dengan benar tanpa terganggu oleh aliran susu yang terlalu cepat, sehingga peluang tumbuh kembang dan bonding dengan ibu tetap maksimal (Penny et al., 2023; Allen et al., 2021).

4 Media Pemberian ASIP yang Dianjurkan

Berikut adalah beberapa pilihan media yang aman dan bisa Mommy coba di rumah:

1. Cup Feeder (Gelas Kecil)

Cup feeding adalah metode pemberian ASIP menggunakan gelas kecil berukuran kecil dan bersih (cup feeder), umumnya terbuat dari kaca maupun plastik.

  • Cara kerja: Posisikan bayi dalam keadaan setengah duduk (semi-upright) sekitar 45 derajat atau lebih, dengan kepala dan leher tersangga baik. Tempelkan bibir gelas ke bibir bawah bayi, lalu miringkan gelas perlahan sampai ASI menyentuh tepi bibir. Biarkan bayi menjilat atau menyeruput ASI sendiri.
  • Kelebihan: Metode ini memungkinkan bayi mengontrol sendiri aliran ASI dan tidak mengganggu pola isap alami, sehingga lebih minim risiko bayi bingung puting. 

2. Sendok (Spoon Feeding)

Spoon feeding adalah metode pemberian ASI menggunakan sendok kecil berbahan plastik atau silikon yang ujungnya tumpul dan lembut, termasuk sendok MPASI. Metode ini umumnya digunakan pada bayi baru lahir maupun bayi yang belum mampu menyusu langsung, selama dilakukan dengan teknik yang tepat.

  • Cara melakukannya: Isi sendok dengan sedikit ASIP, lalu tempelkan sendok perlahan ke bibir bawah bayi. Biarkan bayi menjulurkan lidah dan menjilat ASI secara mandiri, tanpa perlu menuangkan ASI langsung ke dalam mulut bayi. Cara ini membantu bayi mengatur ritme menelan dan mengurangi risiko tersedak.
Media Pemberian ASIP

3. Spuit / Syringe (Tanpa Jarum)

Syringe feeding adalah metode pemberian ASI perah menggunakan spuit steril tanpa jarum. Teknik ini sering digunakan pada bayi yang masih belajar koordinasi hisap-telan atau membutuhkan volume kecil ASI secara bertahap.

  • Cara melakukannya: Posisikan bayi setengah duduk dengan kepala dan leher tersangga baik. Letakkan ujung spuit di sisi dalam pipi (bukan langsung ke tenggorokan). Tekan plunger perlahan dan sedikit demi sedikit, mengikuti ritme bayi menelan. 
  • Kelebihan: Memberikan kontrol yang presisi terhadap jumlah dan kecepatan aliran ASI. 

4. Pipet Tetes (Dropper)

Hampir mirip dengan spuit, pipet biasanya digunakan untuk memberikan ASIP dalam jumlah sangat kecil. Metode ini berbeda dengan spuit, karena ASI diberikan bertahap per tetes, bukan didorong dengan tekanan.

  • Cara kerja: posisikan bayi setengah duduk, arahkan ujung pipet ke bagian samping dalam pipi, lalu teteskan ASIP sedikit demi sedikit. Tunggu bayi menelan dengan tenang sebelum meneteskan kembali. Hindari meneteskan ASI langsung ke tenggorokan bayi untuk mencegah risiko tersedak.
  • Kelebihan & catatan penting: Metode ini memberi kontrol volume yang baik, namun kurang ideal untuk pemakaian rutin. Pipet, terutama pipet obat, memiliki celah sempit yang cenderung sulit dibersihkan dan disterilkan, sehingga berisiko menyimpan bakteri jika kebersihannya tidak optimal.

Hack Praktis Seputar Pemberian ASIP Tanpa Dot

Jika Mommy khawatir pengasuh terlihat kurang sabar menggunakan media selain dot, kuncinya adalah mengajak mereka belajar pelan-pelan. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah dengan menunjukkan video cara pemberian ASIP yang benar atau ikut mendampingi saat konsultasi dengan konselor laktasi. Selain agar paham bahwa metode ini baik untuk mencegah bingung puting, pengasuh juga dapat belajar langsung mempraktekkan penggunaan media pemberian ASIP. Kunci keberhasilan pemberian ASIP dengan media ini adalah latihan yang konsisten, sehingga pengasuh makin terbiasa dan bayi tetap nyaman menyusu. Jangan lupa,  selalu berikan apresiasi atas proses dan keberhasilannya, sekecil apa pun.

Sementara itu, bila bayi mudah tersedak saat minum ASIP dengan sendok atau cup, pastikan posisi tubuhnya lebih dari 45 derajat dengan posisi kepala tegak atau dagu mendekati dada bukan mendongak. Biarkan Si Kecil menjilat dan mengatur ritme minumnya sendiri supaya proses  pemberian ASIP tetap aman, nyaman, dan penuh bonding. 

Menjaga Kualitas ASI dan Ketenangan Mommy

Mommy, memilih media ASIP hanyalah salah satu bagian dari perjuangan mengASIhi. Hal yang tak kalah penting adalah menjaga agar ASI Mommy tetap mengalir lancar dan berkualitas. Saat Mommy tenang dan nutrisi tercukupi, proses pemberian ASIP dengan media apa pun akan terasa lebih ringan.

Jangan lupa untuk selalu mendengarkan sinyal tubuh Mommy. Jika merasa lelah, istirahatlah sejenak. Jika merasa bingung, jangan dipendam sendiri. Edukasi yang tepat dan dukungan dari sekitar akan membuat Mommy lebih percaya diri dalam merawat Si Kecil.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Mom Uung menyediakan layanan konsultasi menyusui gratis 24 jam bersama konselor ahli. Mommy bisa berdiskusi tentang cara penggunaan cup feeder, tips agar bayi tidak bingung puting, hingga cara manajemen stok ASIP kapan pun Mommy butuh teman bicara.

Kesimpulan

Setiap bayi memiliki kebutuhan dan proses adaptasi yang berbeda, sehingga Mommy mungkin perlu waktu untuk menemukan media pemberian ASIP yang paling sesuai untuk Si Kecil. Kuncinya adalah tetap sabar dan konsisten. Menghindari penggunaan dot di masa awal kehidupan bayi merupakan langkah penting untuk mendukung keberlanjutan DBF (direct breastfeeding), agar perjalanan menyusui tetap nyaman hingga lulus ASI 2 tahun.

Mommy, yuk simpan panduan media pemberian ASIP ini sebagai pengingat saat nanti harus berpisah sementara dengan Si Kecil. Jangan lupa bagikan juga ke grup WhatsApp sesama pejuang ASI, supaya semakin banyak Mommy yang teredukasi dan percaya diri memilih media non-dot. Sharing is caring, Mom!

Referensi:

  • Allen, E., Rumbold, A. R., Keir, A., Collins, C. T., Gillis, J., & Suganuma, H. (2021). Avoidance of bottles during the establishment of breastfeeds in preterm infants. The Cochrane database of systematic reviews, 10(10), CD005252. Diakses pada 13 Januari 2026. https://doi.org/10.1002/14651858.CD005252.pub5 
  • Astuti, D. D., Rustina, Y., & Wanda, D. (2022). Oral feeding skills in premature infants: A concept analysis. Belitung nursing journal, 8(4), 280–286. Diakses pada 13 Januari 2026. https://doi.org/10.33546/bnj.2107 
  • Gökdemir, E., & Doğan, A. K. (2025). The Effect of Suckling and Swallowing Exercises During the Transition to Oral Feeding in Premature Infants: Randomized Controlled Study. Nigerian journal of clinical practice, 28(6), 708–715. Diakses pada 13 Januari 2026. https://doi.org/10.4103/njcp.njcp_41_25
  • Penny, F., Brownell, E. A., Judge, M., Marshall-Crim, M., Cartagena, D., & McGrath, J. M. (2023). Use of a Supplemental Feeding Tube Device and Breastfeeding at 4 Weeks. MCN. The American journal of maternal child nursing, 48(6), 334–340. Diakses pada 13 Januari 2026.  https://doi.org/10.1097/NMC.0000000000000962
Share.

Momin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.

Butuh Bantuan atau Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Produk & Program Mom Uung?

Kami siap membantu! Jika Mommy punya pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut tentang produk ibu & bayi, ASI booster, serta program komunitas Mom Uung, tim Mom Uung Care siap memberikan informasi dan dukungan terbaik untuk Mommy.

📱
Install Mom Uung App Akses lebih cepat & nyaman
Exit mobile version