Momuung.co.idMenjadi ibu baru tentu memang membahagiakan. Namun, bayi yang terlalu sering tidur dan jarang terbangun untuk menyusu perlu mendapat perhatian khusus. Kondisi ini bisa menjadi tanda bayi kurang asupan ASI dan berisiko mengalami bayi kuning (ikterus). 

Dengan memahami tanda-tanda bayi kuning sejak awal, Mommy bisa lebih tenang dan tahu kapan perlu memberi perhatian ekstra. Yuk, lanjutkan membaca agar Mommy bisa mendampingi si Kecil dengan lebih percaya diri dan penuh kasih. Buibu, baca sampai selesai, ya!

Bahaya Bayi yang Jarang Menyusu

Pada bayi baru lahir, kadar bilirubin memang cenderung meningkat karena fungsi hati yang belum matang. Kondisi ini umumnya aman, tetapi dapat menjadi perhatian jika bayi jarang menyusu atau asupan ASI belum optimal. Berikut penjelasannya:

  • Risiko peningkatan bilirubin

Frekuensi menyusu yang rendah di awal kehidupan sering dikaitkan dengan breastfeeding jaundice, yaitu kondisi sementara akibat asupan ASI yang belum mencukupi. Kondisi ini umumnya dapat membaik dengan perbaikan pola dan efektivitas menyusu (CDC, 2025).

Selain itu, risiko bayi kuning juga bisa meningkat bila terdapat perbedaan golongan darah antara ibu dan bayi, seperti inkompatibilitas ABO. Kondisi ini membuat sel darah merah bayi lebih cepat terurai sehingga kadar bilirubin dalam darah meningkat (Zelelew et al., 2024).

  • Bayi tampak kurang responsif

Jika kadar bilirubin meningkat terlalu tinggi dan tidak dipantau, bayi bisa tampak sulit dibangunkan, kurang responsif, atau  mudah tertidur saat menyusu. Karena itu, deteksi dini dan dukungan menyusu sangat penting untuk menjaga kesehatan bayi (Kemper et al., 2022).

  • Dehidrasi dan Penurunan Berat Badan

Bila bayi jarang menyusu, Mommy perlu lebih waspada. Selain meningkatnya risiko bayi kuning, kurangnya asupan ASI juga dapat menyebabkan dehidrasi ringan hingga sedang serta penurunan berat badan berlebih di hari-hari awal lahir. Kondisi ini dapat memperlambat pengeluaran bilirubin dari tubuh, sehingga kadar bilirubin cenderung bertahan lebih lama (Woodgate & Jardine, 2015).

  • Popok basah berkurang (kurang dari 6 kali per 24 jam)
  • Pipis hanya sedikit atau menyerupai bercak oranye atau  merah
  • Demam
  • Mulut kering, bibir pecah-pecah, dan kulit bayi terlihat kering
  • Mata cekung dan menangis tanpa air mata
  • Bayi tampak sangat mengantuk atau mudah tertidur saat menyusu

Sebagian besar peningkatan bilirubin pada bayi bersifat sementara dan dapat membaik dengan menyusu lebih sering, pelekatan yang tepat, menyusu yang optimal, serta pemantauan rutin. Jika tanda-tanda dehidrasi muncul, segera konsultasikan ke tenaga medis atau konselor menyusui. 

5 Tanda Bayi Kuning yang Harus Mommy Waspadai

Agar tidak terlambat memberikan pertolongan, perhatikan 5 tanda penting berikut ini:

1. Bayi Terlalu Banyak Tidur dan Sulit Bangun

Bayi yang kuning sering kali tampak lebih lemas sehingga cenderung tidur terus dan sulit dibangunkan. Mommy harus mulai waspada ya, jika si Kecil tidur terus-menerus lebih dari 3 jam tanpa menunjukkan tanda lapar, atau mudah tertidur kembali saat menyusu meski baru sebentar.

2. Isapan Bayi Lemah

Saat diberikan puting ibu, bayi yang kuning cenderung enggan menyusu, isapannya terasa lemah, atau sering berhenti lama setelah beberapa kali hisapan. Kondisi ini perlu dipantau lebih saksama karena terbentuk suatu siklus: bayi yang kuning membutuhkan asupan ASI yang cukup untuk membantu pengeluaran bilirubin melalui urine dan feses, tetapi rasa lemas membuatnya tidak mampu untuk menyusu dengan optimal.

3. Perubahan Warna Kulit dan Mata

Warna kuning biasanya dimulai dari area wajah, kemudian turun ke dada, perut, hingga ujung kaki seiring meningkatnya kadar bilirubin. Hati-hati bila telapak tangan dan kaki bayi sudah terlihat kuning, karena kondisi ini sering menandakan kadar bilirubin yang cukup tinggi. Selain itu, bagian putih mata bayi juga dapat terlihat menguning.

4. Frekuensi Buang Air Sangat Sedikit

Bilirubin dikeluarkan melalui urin dan tinja. Jika bayi jarang buang air, bilirubin bisa lebih lama tertahan di dalam tubuh bayi, sehingga warna kuning tampak lebih jelas. 

Frekuensi normal bayi baru lahir:

  • Urin: 

Hari ke-1: Minimal 1 popok basah 

Hari ke-2: Sekitar 2 popok basah

Hari ke-3: Sekitar 3 popok basah

Hari ke-4: Sekitar 4 popok basah

Hari ke-5: Sekitar 5 popok basah

Hari ke-6 & seterusnya: Minimal 6 popok basah 

  • Tinja:

Pada minggu pertama, bayi umumnya BAB sekitar 3 sampai 4 kali per hari. Setelah itu, frekuensinya bisa berkurang seiring pertambahan usia dan kematangan sistem pencernaan. 

Infografis frekuensi BAK & BAB bayi baru lahir

5. Bayi Tampak Lemas 

Pada kadar bilirubin yang tinggi, bayi bisa tampak sangat lemas atau lebih sering tertidur. Bila hal ini terjadi, segera dikonsultasikan ke tenaga kesehatan.

Berikan Asupan ASI yang Cukup

ASI membantu tubuh bayi membuang bilirubin secara alami. Karena itu, Mommy perlu memastikan Si Kecil menyusu secara rutin, idealnya setiap 2-3 jam, agar bilirubin dapat keluar melalui BAB dan pipis.

Menyusu lebih sering juga membantu kerja usus bayi menjadi lebih aktif, sehingga pigmen kuning bisa dikeluarkan dengan lebih efektif. Mommy perlu memberi perhatian ekstra bila:

  • Si Kecil lahir prematur
  • Bayi memiliki Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
  • Frekuensi pipis bayi masih sedikit

Cara Membangunkan Bayi yang Jarang Menyusu

Jika si Kecil tampak sulit terbangun saat waktunya menyusu, Mommy tidak perlu khawatir. Coba beberapa cara praktis ini untuk membantu menstimulasi refleks menyusunya:

  • Lepaskan bedong sementara
    Mengurangi rasa hangat bisa membantu bayi lebih mudah terjaga.
  • Ganti popok
    Sentuhan dan sedikit gerakan saat mengganti popok sering membuat bayi terbangun secara alami.
  • Basahi badan bayi dengan waslap hangat
    Sentuhan lembap dapat membantu bayi lebih cepat sadar dan siap menyusu.
  • Menyusui tanpa celana
    Membuat bayi sedikit kurang nyaman dapat mengurangi risiko cepat tertidur saat menyusu.
  • Teteskan ASI ke bibir bayi
    Perah sedikit ASI dan teteskan ke bibir si Kecil. Aroma dan rasa ASI dapat merangsang refleks mengisap bayi dengan cepat.

Lakukan semua langkah di atas dengan lembut dan penuh kesabaran agar proses menyusu tetap terasa nyaman bagi Mommy dan bayi.

Penuhi Nutrisi untuk Jaga Kualitas ASI dan Stamina

Nutrisi harian ibu yang harus dipenuhi

Menyusui tentunya terasa sangat melelahkan ya, Mom. Namun, supaya tubuh tetap kuat dan ASI terjaga kualitasnya, perhatikan kebutuhan nutrisi berikut:

  • Cukupi protein hewani dan nabati
    Konsumsi ikan, telur, dan kacang-kacangan untuk mendukung kualitas protein dalam ASI.
  • Perbanyak minum air putih
  • Usahakan minum sekitar 3 liter per hari agar tubuh terhidrasi dan produksi ASI tetap optimal.
  • Lengkapi vitamin dan mineral
    Asupan kalsium, zat besi, dan vitamin membantu Mommy tetap segar dan tidak mudah lelah selama masa menyusui.

Kesimpulan

Bayi kuning yang berkaitan dengan jarangnya menyusu memang sering membuat Mommy khawatir, terutama di awal masa menyusui. Namun, dengan pemantauan yang tepat dan memastikan Si Kecil menyusu secara rutin setiap 2-3 jam, kondisi ini umumnya akan berangsur membaik. Jangan biarkan bayi tidur terlalu lama tanpa menyusu, karena ASI berperan penting dalam membantu tubuhnya membuang bilirubin secara alami.

Jika Mommy melihat warna kuning makin jelas, si Kecil tampak sangat lemas, atau kondisinya tidak membaik meski sudah sering disusui, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan kadar bilirubin yang lebih akurat dan aman.

Masih ragu soal pelekatan, jadwal menyusu, atau cara menjaga ASI tetap cukup? Mommy tidak perlu menghadapi semuanya sendiri. Manfaatkan layanan Konsultasi Menyusui Mom Uung GRATIS 24 Jam. Konselor profesional kami siap mendampingi Mommy agar proses menyusui terasa lebih tenang, nyaman, dan penuh percaya diri.

Yuk, SAVE artikel ini supaya mudah dibaca ulang dan SHARE ke Mommy lainnya agar semakin banyak yang teredukasi dan bisa menjaga kesehatan si Kecil bersama-sama.

Referensi:

  • Centers for Disease Control and Prevention. (2025). Jaundice and Breastfeeding. Diakses pada 20 Januari 2026. https://www.cdc.gov/breastfeeding-special-circumstances/hcp/illnesses-conditions/jaundice.html 
  • Kemper, A. R., Newman, T. B., Slaughter, J. L., Maisels, M. J., Watchko, J. F., Downs, S. M., Grout, R. W., Bundy, D. G., Stark, A. R., Bogen, D. L., Holmes, A. V., Feldman-Winter, L. B., Bhutani, V. K., Brown, S. R., Maradiaga Panayotti, G. M., Okechukwu, K., Rappo, P. D., & Russell, T. L. (2022). Clinical Practice Guideline Revision: Management of Hyperbilirubinemia in the Newborn Infant 35 or More Weeks of Gestation. Pediatrics, 150(3), e2022058859. Diakses pada 20 Januari 2026. https://doi.org/10.1542/peds.2022-058859 
  • Woodgate, P., & Jardine, L. A. (2015). Neonatal jaundice: phototherapy. BMJ clinical evidence, 2015, 0319. Diakses pada 20 Januari 2026.  https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4440981/ 
  • Zelelew, A. M., Tafere, T. Z., Jemberie, S. M., & Belay, G. M. (2024). Prevalence and Associated Factors of Jaundice Among Neonates Admitted to Neonatal Intensive Care Units at Public Specialized Hospitals in Bahir Dar City, Northwest Ethiopia. Global pediatric health, 11, 2333794X241286739. Diakses pada 11 Februari 2026. https://doi.org/10.1177/2333794X241286739 
Share.

Momin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.

Butuh Bantuan atau Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Produk & Program Mom Uung?

Kami siap membantu! Jika Mommy punya pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut tentang produk ibu & bayi, ASI booster, serta program komunitas Mom Uung, tim Mom Uung Care siap memberikan informasi dan dukungan terbaik untuk Mommy.

📱
Install Mom Uung App Akses lebih cepat & nyaman
Exit mobile version