Momuung.co.id – Menjelang trimester ketiga, salah satu kecemasan terbesar yang sering Mommy rasakan adalah saat dokter atau bidan bilang, “Moms, posisi bayinya masih sungsang, nih.” Duh, rasanya langsung terpikir apakah nanti bisa melahirkan normal atau harus sesar ya? Memang, ciri ciri bayi sungsang biasanya baru bisa dipastikan lewat USG atau saat Mommy merasakan tendangan si Kecil justru di area bawah perut atau kandung kemih.

Sebenarnya, posisi bayi sungsang adalah hal yang wajar jika usia kehamilan masih di bawah 30 minggu karena ruang rahim masih luas. Namun, jika sudah mendekati HPL, Mommy tentu ingin mengusahakan yang terbaik agar kepala si Kecil turun ke panggul.

Jangan panik dulu kalau posisi janin belum optimal. Ada beberapa gerakan untuk ibu hamil dan senam bumil yang bisa membantu memberi ruang agar si Kecil berputar secara alami. Yuk, kita simak tips lengkapnya. Buibu, baca sampai selesai, ya!

Penyebab dan Faktor Risiko Bayi Sungsang

Menurut studi oleh Toijonen et al. (2019), ada beberapa kondisi medis yang bisa membuat bayi lebih sulit berputar ke posisi kepala di bawah menjelang persalinan, di antaranya:

  • Persalinan prematur, karena bayi belum memiliki cukup waktu untuk berputar secara alami. 
  • Jumlah air ketuban tidak ideal, baik terlalu sedikit maupun terlalu banyak, sehingga ruang gerak bayi menjadi terbatas. 
  • Plasenta previa, yaitu posisi plasenta di bagian bawah rahim yang menghalangi kepala bayi turun.
  • Riwayat persalinan sebelumnya, termasuk operasi caesar, yang dapat memengaruhi ruang dan bentuk rahim.
  • Pertumbuhan janin terhambat, sehingga gerakan bayi untuk berputar menjadi kurang optimal.
  • Anatomi panggul ibu yang tidak proporsional, sehingga membuat kepala janin sulit masuk ke panggul ibu.

Faktor-faktor di atas berhubungan dengan terbatasnya ruang dan fleksibilitas di dalam rahim, yang penting agar bayi bisa berputar ke posisi kepala di bawah sebelum lahir. 

5 Gerakan untuk Ibu Hamil Cegah Bayi Sungsang

Berikut adalah cara mencegah bayi sungsang melalui latihan fisik yang ringan namun efektif:

1. Posisi Bersujud (Knee-Chest Position)

Bagian pantat lebih tinggi dari kepala, dada menempel di lantai atau bantal. Lakukan kurang lebih 15 menit, 3 kali sehari saat perut kosong. Gerakan ini memberi ruang tambahan di perut agar bayi bergerak lebih leluasa. 

2. Posisi Mengangkat Panggul (Pelvic Tilt)

Jongkok dengan kaki lebih lebar dari bahu untuk merelaksasi otot panggul dan memberi ruang bagi bayi.

3. Birthing Squat (Squat Melahirkan)

Jongkok dengan kaki lebih lebar dari baju untuk merelaksasi otot panggul.

4. Gym Ball Workout 

Duduk tegak di gym ball, putar panggul perlahan untuk melatih mobilitas panggul dan otot inti tubuh.

5. Cat-Cow Stretch 

Posisi merangkak lalu lengkungkan punggung ke atas dan ke bawah secara lembut, membantu melenturkan otot perut dan punggung bawah, memberi bayi ruang bergerak. 

Tips Tambahan agar Bayi Cepat Masuk Panggul

Selain melakukan gerakan senam bumil, perhatikan juga kebiasaan harian Mommy:

  • Tidur Miring ke Kiri: Membantu aliran darah dan nutrisi ke bayi lebih optimal, sekaligus memberi ruang nyaman agar janin lebih mudah berputar.
  • Berenang: Rasa melayang di air membantu merilekskan otot rahim dan panggul, memberi bayi lebih banyak ruang bergerak.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Sebelum memulai latihan atau kebiasaan harian, Mommy sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, terutama jika memiliki kondisi berikut:

  • Tekanan darah tinggi (preeklamsia)
  • Masalah ketuban, seperti pecah dini atau jumlah tidak normal
  • Risiko pendarahan atau plasenta previa

Kesimpulan

Bayi dengan posisi sungsang memang membuat khawatir, namun dengan senam kehamilan secara rutin dan pikiran tenang, peluang si Kecil kembali ke posisi semula tetap besar. Tetap semangat ya, Mommy!

Selain menjaga posisi bayi, Mommy juga bisa mencoba berbagai gerakan senam hamil trimester ketiga untuk tetap sehat dan nyaman. Yuk, baca juga artikel [Gerakan Senam Hamil untuk Trimester Ketiga] supaya Mommy lebih rileks, kuat, dan siap menyambut si Kecil!

Simpan artikel ini untuk ingat latihan senamnya, dan bagikan ke teman bumil supaya makin banyak yang siap menghadapi trimester ketiga dengan tenang.

Referensi: 

  • Majewska, P., & Szablewska, A. (2025). Associations Between Physical Activity in Pregnancy and Maternal, Perinatal, and Neonatal Parameters: A Single-Center Prospective Cohort Study. Journal of clinical medicine, 14(7), 2325. Diakses pada 5 Februari 2026. https://doi.org/10.3390/jcm14072325 
  • Toijonen, A. E., Heinonen, S. T., Gissler, M. V. M., & Macharey, G. (2020). A comparison of risk factors for breech presentation in preterm and term labor: a nationwide, population-based case-control study. Archives of gynecology and obstetrics, 301(2), 393-403. Diakses pada 5 Februari 2026.  https://doi.org/10.1007/s00404-019-05385-5 

Nilai rata-rata 4.8 / 5. Jumlah vote: 673

No votes so far! Be the first to rate this post.

Share.

Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.

Kami siap membantu! Jika Mommy punya pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut tentang produk ibu & bayi, ASI booster, serta program komunitas Mom Uung, tim Mom Uung Care siap memberikan informasi dan dukungan terbaik untuk Mommy.

📱
Install Mom Uung App Akses lebih cepat & nyaman
Exit mobile version