Ditulis oleh: Elsa Yuni Kartika
Direview oleh: dr. Natasya Ayu Andamari, Sp.A Verified

Momuung.co.idMenjadi seorang ibu berarti belajar bersama Si Kecil setiap hari. Di tahun pertama, otak bayi berkembang sangat cepat, menyerap berbagai pengalaman layaknya spons. Tak jarang muncul kekhawatiran seperti, “Apakah stimulasi yang kuberikan sudah cukup?” atau “Kenapa Si Kecil cepat bosan dengan mainannya?

Stimulasi tidak harus selalu berasal dari mainan mahal atau canggih. Sensory play, atau permainan sensori, adalah cara sederhana untuk mendorong bayi menggunakan satu atau lebih indra mereka, yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan peraba. Dengan aktivitas ini, Mommy membantu membangun ribuan koneksi saraf baru yang mendukung perkembangan otak Si Kecil sejak dini. Buibu, baca sampai selesai, ya!

Mengapa Sensory Play Sangat Penting bagi Bayi?

Permainan sensori membantu bayi belajar memroses informasi dari lingkungan, mendukung perkembangan otak, motorik, dan kognitif sejak dini. Aktivitas ini juga memperkuat ikatan emosional antara ibu dan anak, sehingga bayi merasa aman dan lebih tenang saat bereksplorasi.

Manfaat Utama Sensory Play:

  1. Membangun Koneksi Otak: Rangsangan sensorik menciptakan jalur saraf baru untuk perkembangan kognitif dan kemampuan adaptasi bayi. 
  2. Dukungan Motorik: Menyentuh, memegang, atau  meremas benda dapat melatih koordinasi tangan-mata dan keterampilan motorik halus bayi, karena stimulasi sensorik berperan penting dalam perkembangan motoriknya. 
  3. Ketenangan Emosional: Aktivitas sensori seperti sentuhan lembut dan interaksi dengan orang tua membantu menstabilkan respons emosional dan fisiologisnya, sekaligus memperkuat ikatan emosional antara ibu dan anak, sehingga bayi merasa lebih tenang dan aman.

Ide sensory play Berdasarkan Tahapan Usia

Yuk, kita intip ide permainan yang bisa Mommy praktikan langsung di rumah:

1. Usia 0-3 Bulan: Fokus pada Penglihatan & Sentuhan Lembut

Di usia ini, jarak pandang bayi masih terbatas dan mereka sangat menyukai kontras.

  • Kartu High Contrast: Tunjukkan kartu berwarna hitam-putih di depan Si Kecil untuk melatih fokus matanya.
  • Tekstur Lembut (Soft Touch): Elus telapak tangan atau kaki bayi dengan berbagai jenis kain (sutra, katun, handuk) untuk mengenalkan perbedaan tekstur.
  • Cermin Ajaib (Tummy Time Mirror): Letakkan cermin yang aman di depan bayi saat tummy time. Melihat pantulan diri sendiri adalah stimulasi visual yang hebat!

2. Usia 4-6 Bulan: Fokus pada Eksplorasi Tangan & Mulut

Bayi mulai aktif meraih benda dan sering memasukkannya ke mulut (fase oral).

  • High Contrast Sensory Bag: Masukkan air dan glitter atau manik-manik besar ke dalam plastik ziplock yang direkatkan kuat. Biarkan Si Kecil menepuk-nepuknya.
  • Mainan Bunyi (Rattle): Berikan mainan yang berbunyi saat digoyangkan untuk melatih indra pendengaran dan sebab-akibat.
  • Bubur Warna-Warni (Edible Paint): Gunakan puree buah atau sayur di atas nampan. Biarkan bayi “melukis” dengan tangan. Selain sensori peraba, ini juga melatih indra perasa yang aman jika tertelan.

3. Usia 6-12 Bulan: Fokus pada Motorik Halus & Tekstur Kompleks

Bayi sudah mulai duduk dan rasa ingin tahunya semakin besar.

  • Penyelamatan Mainan di Jelly: Masukkan mainan karet ke dalam agar-agar tak berpemanis. Biarkan bayi berusaha mengeluarkan mainan tersebut dari tekstur jelly yang kenyal.
  • Eksplorasi Pasta Dingin: Berikan makaroni atau pasta yang sudah direbus (dingin). Biarkan mereka meremas, memindahkan, dan merasakan tekstur licinnya.
  • Sensory Box Beras/Kacang: Gunakan kotak berisi beras atau kacang hijau (pastikan dalam pengawasan penuh). Tambahkan sendok atau gelas plastik untuk aktivitas menuang.

Tips Sensory Play Tanpa Repot

Mommy bisa mencoba sensory play tanpa khawatir berantakan dengan beberapa trik sederhana. Misalnya, lakukan aktivitas yang “berantakan” di bak mandi kosong atau di atas taplak plastik yang mudah dibersihkan, atau gunakan benda sehari-hari dari dapur seperti sendok kayu, saringan, dan tutup panci sebagai mainan sensori yang seru bagi Si Kecil.

Nutrisi Ibu Terjaga, Tumbuh Kembang Si Kecil Terlindungi

Mommy, untuk bisa menemani Si Kecil bermain sensori dengan penuh semangat, menjaga energi dan kesehatan tubuh sendiri sangat penting. Bayi yang distimulasi dengan baik akan lebih maksimal perkembangannya jika Mommy tetap bugar dan nutrisi terpenuhi. Karena kadang asupan harian sulit tercukupi hanya dari makanan, Mom Uung hadir sebagai sahabat yang mendukung nutrisi Mommy setiap hari:

  • Susu Mylkflow Mom Uung: Pelengkap nutrisi dengan protein tinggi dan kalsium yang membantu Mommy tetap kuat dan tidak mudah pegal saat menemani Si Kecil bermain di lantai. Rasanya enak, rendah gula, dan sangat mendukung pemulihan tubuh Mommy.
  • ASI Booster Mom Uung: Agar Si Kecil memiliki energi untuk bereksplorasi, ia butuh ASI yang berkualitas. Kandungan Ikan Gabus, Daun Katuk, dan kelor dalam ASI Booster ini membantu meningkatkan kuantitas dan kualitas ASI Mommy. Bayi yang cukup nutrisi akan lebih fokus dan antusias saat diajak sensory play.

Jika Mommy punya pertanyaan seputar tumbuh kembang atau cara stimulasi sambil tetap menjaga kualitas ASI, jangan sungkan ya! Mom Uung menyediakan layanan konsultasi gratis 24 jam bersama konselor ahli yang siap mendampingi perjalanan Mommy.

Kesimpulan

Sensory play adalah cara seru dan sederhana untuk mendukung kecerdasan Si Kecil sejak dini. Mulailah dari hal-hal kecil, rasakan setiap momen eksplorasi, dan biarkan dunia jadi taman bermain yang aman dan penuh stimulasi bagi bayi.

Mommy, simpan artikel ini sekarang sebagai panduan dan inspirasi bermain harian bersama Si kecil, dan bagikan ke grup WhatsApp sesama ibu supaya lebih banyak anak bisa merasakan manfaat sensory play yang tepat!

Referensi: 

  • Embarek-Hernández, M., Güeita-Rodríguez, J., & Molina-Rueda, F. (2022). Multisensory stimulation to promote feeding and psychomotor development in preterm infants: A systematic review. Pediatrics and neonatology, 63(5), 452–461. Diakses pada 9 Januari 2026. https://doi.org/10.1016/j.pedneo.2022.07.001 
  • La Rosa, V. L., Geraci, A., Iacono, A., & Commodari, E. (2024). Affective Touch in Preterm Infant Development: Neurobiological Mechanisms and Implications for Child-Caregiver Attachment and Neonatal Care. Children (Basel, Switzerland), 11(11), 1407. Diakses pada 9 Januari 2026. https://doi.org/10.3390/children11111407 
  • Yildiz, R., Yildiz, A., Zorlular, R., & Elbasan, B. (2024). Relationship between sensory processing skills and motor skills in 12-month-old infants. Brain and behavior, 14(9), e70052. Diakses pada 9 Januari 2026. https://doi.org/10.1002/brb3.70052 
Share.

Momin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.

Butuh Bantuan atau Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Produk & Program Mom Uung?

Kami siap membantu! Jika Mommy punya pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut tentang produk ibu & bayi, ASI booster, serta program komunitas Mom Uung, tim Mom Uung Care siap memberikan informasi dan dukungan terbaik untuk Mommy.

📱
Install Mom Uung App Akses lebih cepat & nyaman
Exit mobile version