Ditulis oleh: Elsa Yuni Kartika
Direview oleh: dr. Natasya Ayu Andamari, Sp.A Verified

Momuung.co.idMelihat Si Kecil tertidur nyenyak memang jadi momen yang bikin hati Mommy hangat dan tenang. Tapi, wajar juga kalau muncul rasa khawatir saat Mommy melihat bentuk kepala bayi tampak agak datar di salah satu sisi. Tak heran, banyak Mommy akhirnya tertarik mencoba bantal anti peyang yang sering diklaim bisa membantu membentuk kepala bayi agar terlihat lebih bulat.

Padahal, perawatan bayi baru lahir perlu dilakukan dengan ekstra hati-hati. Penggunaan perlengkapan tidur tambahan seperti bantal justru berpotensi menimbulkan risiko kesehatan yang tidak boleh dianggap sepele untuk Si Kecil. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini. Buibu, baca sampai selesai, ya!

Mengapa Bantal Anti Peyang Sebenarnya Tidak Disarankan?

Banyak Mommy berharap bantal anti peyang bisa membantu membentuk kepala bayi. Namun, hingga saat ini tidak ada bukti medis kuat yang mendukung klaim tersebut. Sebaliknya, organisasi kesehatan justru menyarankan bayi tidur tanpa bantal karena risikonya lebih besar daripada manfaatnya.

  • Tidak terbukti efektif dan berisiko bagi bayi

FDA menyatakan bahwa bantal pembentuk kepala bayi tidak terbukti aman maupun efektif untuk mencegah atau mengatasi plagiocephaly, serta tidak memiliki persetujuan medis resmi untuk penggunaan saat tidur bayi (Moon et al., 2022).

  • Meningkatkan risiko SIDS dan sesak napas

Benda empuk seperti bantal dapat membuat posisi tidur bayi menjadi kurang aman. Jika tidak sengaja menutup area wajah, aliran udara bisa terhambat sehingga bayi menjadi kurang nyaman saat tidur (Jullien, 2021).

  • Tubuh bayi belum siap secara fisik

Bayi belum memiliki kontrol kepala dan leher yang cukup kuat untuk melindungi jalan napasnya. Karena itu, panduan kesehatan merekomendasikan bayi tidur di permukaan datar dan keras tanpa bantal hingga usia lebih besar (AAP, 2022).

Solusi Alami Agar Kepala Bayi Tidak Peyang

Tanpa bantal dan tanpa risiko, Mommy tetap bisa membantu bentuk kepala Si Kecil tumbuh lebih seimbang dengan cara-cara alami berikut ini:

1. Sering Ajak Bayi Tummy Time

Tummy time adalah aktivitas tengkurap saat bayi terjaga. Kegiatan ini membantu menguatkan otot leher dan kepala bayi sehingga ia tidak terus menekan satu sisi kepala saja. Mommy sudah bisa mulai melakukan ini sejak bayi baru lahir. Kalau masih ragu, Mommy bisa memulainya dengan menengkurapkan Si Kecil di atas dada Mommy terlebih dulu agar terasa lebih aman dan nyaman.

2. Ubah Posisi Tidur Secara Berkala

Saat bayi tidur telentang, Mommy bisa sesekali mengubah arah kepalanya, misalnya hari ini menghadap kanan, besok menghadap kiri. Cara sederhana ini membantu mencegah tekanan terus-menerus di satu sisi kepala yang bisa menyebabkan peyang.

3. Variasikan Posisi Menyusui

Cobalah bergantian sisi saat menyusui. Setelah satu sesi menyusu, arahkan kepala bayi ke sisi yang berbeda pada sesi berikutnya. Kebiasaan ini membantu distribusi tekanan kepala lebih merata dan efektif mencegah kepala datar di satu sisi saja.

Perhatikan Keamanan Tidur Bayi

Keamanan tidur bayi sangat penting karena banyak risiko serius justru berasal dari lingkungan tidur yang kurang aman. Penelitian terbaru menegaskan bahwa bayi sebaiknya tidur di permukaan yang datar dan keras tanpa bantal, selimut, atau benda empuk lainnya, karena benda-benda tersebut dapat meningkatkan risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) serta gangguan pernapasan saat tidur jika menutupi area wajah bayi (Moon et al., 2022).

Kesimpulan

Mommy, bentuk kepala bayi yang sedikit peyang di awal kelahiran biasanya akan membaik seiring bertambahnya usia dan kekuatan otot leher si Kecil untuk berguling dan duduk. Jangan sampai kita mengorbankan keselamatan nyawa si Kecil demi mengejar bentuk kepala yang bulat sempurna menggunakan bantal anti peyang.

Cukup lakukan tummy time secara rutin dan rajin mengganti posisi tidur serta posisi menyusui si Kecil. Itu jauh lebih aman dan efektif!

Baca juga: 50+ Panduan Lengkap ASI & Menyusui dari Lahir hingga 6 Bulan

Referensi:

  • Jullien S. (2021). Sudden infant death syndrome prevention. BMC pediatrics, 21(Suppl 1), 320. https://doi.org/10.1186/s12887-021-02536-z 
  • Moon, R. Y., Carlin, R. F., Hand, I., & TASK FORCE ON SUDDEN INFANT DEATH SYNDROME and THE COMMITTEE ON FETUS AND NEWBORN (2022). Evidence Base for 2022 Updated Recommendations for a Safe Infant Sleeping Environment to Reduce the Risk of Sleep-Related Infant Deaths. Pediatrics, 150(1), e2022057991. Diakses pada 19 Januari 2026. https://doi.org/10.1542/peds.2022-057991 
  • U.S. Food and Drug Administration. (2022). Infant head-shaping pillows can cause suffocation, FDA warns. AAP News. Diakses pada 19 Januari 2026.  https://publications.aap.org/aapnews/news/22583/Infant-head-shaping-pillows-can-cause-suffocation 

Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 885

No votes so far! Be the first to rate this post.

Share.

Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.

Butuh Bantuan atau Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Produk & Program Mom Uung?

Kami siap membantu! Jika Mommy punya pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut tentang produk ibu & bayi, ASI booster, serta program komunitas Mom Uung, tim Mom Uung Care siap memberikan informasi dan dukungan terbaik untuk Mommy.

📱
Install Mom Uung App Akses lebih cepat & nyaman
Exit mobile version