Momuung.co.id – Menjadi Ibu baru adalah sebuah anugerah dan momen yang luar biasa indahnya. Rasanya campur aduk ya, Mom? Ada bahagia yang membuncah, tapi sering kali dibarengi rasa cemas saat mulai menyusui Si Kecil. Ada saja rasa khawatir yang kerap kali membuat Ibu menyalahkan diri saat ASI baru bisa diproduksi dalam jumlah yang sedikit.
Mommy tidak sendirian. Hampir semua Ibu baru merasakan kekhawatiran yang sama. Tapi tahukah Mommy? Nilai kecukupan ASI itu tidak selalu dilihat dari volumenya yang banyak, melainkan dari bagaimana reaksi dan kondisi Si Kecil. Setiap bayi itu unik, begitupun kebutuhannya. Yuk, kita kenali Takaran asi yang sebenarnya dibutuhkan newborn agar menjadi wawasan baru sekaligus menjadi obat rasa khawatir, terutama bagi Ibu baru. Buibu, baca sampai selesai, ya!
Ukuran Lambung Bayi Masih Mungil
Sering kali kita merasa gagal karena ASI yang keluar di hari pertama hanya berupa beberapa tetes cairan kental berwarna emas (kolostrum). Padahal, tetesan itu adalah segalanya bagi Si Kecil.
Pada hari-hari awal kelahirannya, ukuran lambung bayi sangatlah kecil. Bayangkan, lambung bayi baru lahir itu hanya seukuran biji kelereng atau buah ceri. Dengan kapasitas sekecil itu, beberapa tetes kolostrum yang kaya nutrisi dan antibodi itu sebenarnya sudah sangat mengenyangkan.
Agar Mommy tidak overthinking, berikut adalah perkiraan takaran ASI sesuai pertumbuhan lambung Si Kecil:
- Hari Pertama: Sekitar 5-7 ml (setara 1-1,5 sendok teh) setiap kali menyusu.
- Hari ke-2 & ke-3: Meningkat menjadi 20-30 ml (setara 4-6 sendok teh). Ukuran lambungnya kini sebesar buah stroberi.
- Hari ke-7: Sekitar 45-60 ml. Produksi ASI Mommy pun biasanya mulai menyesuaikan secara alami.
- Bulan Pertama: Stabil di angka 80-150 ml seiring bayi yang semakin aktif tumbuh.
Kebutuhan Setiap Bayi Berbeda
Jangan membandingkan jumlah ASI Si Kecil dengan bayi tetangga ya, Mom! Ada beberapa faktor yang memengaruhi:
- Berat Badan Lahir: Bayi yang lahir lebih besar biasanya butuh energi lebih banyak. Fokuslah pada pertumbuhan berat badan yang stabil di grafik WHO, bukan pada angkanya saja.
- Growth Spurt: Ada masa-masa di mana bayi tumbuh sangat cepat, sehingga ia ingin menyusu terus-menerus. Ini normal, bukan berarti ASI Mommy kurang.
- Prinsip Supply & Demand: Semakin sering Mommy menyusui (sesuai permintaan bayi atau on demand), semakin banyak sinyal yang dikirim ke otak untuk memproduksi ASI. Jadi, susui Si Kecil setiap kali ia menunjukkan tanda lapar seperti mengisap tangan atau mencari puting.
Tanda Si Kecil Mendapatkan Cukup ASI
Daripada pusing mengkhawatirkan berapa angka militer ASI yang tersedia untuk bayi, yuk amati indikator konkret yang bisa Mommy cek sendiri di rumah:
- Pantau Popoknya: Bayi yang cukup ASI akan terhidrasi dengan baik. Tandanya? Urine berwarna bening dan Si Kecil bisa menghabiskan lebih dari 6 popok dalam sehari.
- Warna Feses: Di awal, feses memang berwarna hitam (mekonium). Namun, seiring masuknya ASI, feses akan berubah menjadi kekuningan dengan tekstur berbutir.
- Reaksi Bayi: Bayi yang kenyang akan terlihat rileks, melepas payudara sendiri, dan tidur pulas. Saat bangun, ia terlihat aktif dan waspada.
- Suara Menelan: Coba dengarkan, Mom. Saat menyusu dengan pelekatan yang benar, akan terdengar suara “gluk gluk” kecil yang menandakan ASI benar-benar masuk ke perutnya.
- Kondisi Payudara: Setelah menyusui, payudara Mommy biasanya terasa lebih lunak atau “kosong”. Ini tanda luar biasa bahwa Si Kecil berhasil mengosongkan pabrik ASI-nya dengan baik.
Memastikan Si Kecil Cukup dan Puas Menyusu
Daripada terus khawatir, Mommy bisa fokus ke langkah sederhana ini:
- Kosongkan Satu Sisi Dulu: Biarkan bayi menyelesaikan satu payudara sebelum pindah ke sisi lain. Kenapa? Karena ASI di akhir sesi (hindmilk) mengandung lebih banyak lemak dan kalori yang mengenyangkan, sementara ASI awal (foremilk) lebih banyak mengandung air untuk penghilang dahaga.
- Perhatikan Pelekatan: Menyusui seharusnya tidak terasa sangat sakit. Posisi dan pelekatan yang tepat membantu ASI keluar optimal dan mencegah puting lecet.
- Cukupi Nutrisi Mommy: Produksi ASI butuh banyak energi. Pastikan asupan protein, zat besi, kalsium, dan Omega-3 tercukupi supaya tubuh Mommy tetap kuat dan ASI berkualitas.
Dukung Perjalanan MengASIhi dengan Nutrisi Terbaik
Kami mengerti, perjuangan Mommy di minggu-minggu awal bisa sangat melelahkan. Untuk bantu perjalanan mengASIhi lebih lancar, Mom Uung menyediakan konsultasi menyusui gratis & rekomendasi produk untuk membantu memenuhi makro & mikro nutrisi harian Mommy:
- ASI Booster Mom Uung: Mommy sering khawatir ASI tidak keluar atau produksinya kurang, apalagi kalau tidak sempat memasak sayur atau ikan. ASI Booster Mom Uung hadir sebagai pelengkap asupan harian dengan kandungan ikan gabus, Daun Katuk, dan Daun Kelor yang terbukti mendukung kuantitas dan kualitas ASI. Mommy bisa mulai mengonsumsinya sejak trimester 3 agar persiapan menyusui lebih lancar.
- Susu Mylkflow Mom Uung: Untuk Mommy yang sering tidak sempat minum vitamin atau memenuhi asupan kalsium harian, Susu Mylkflow Mom Uung bisa jadi solusi praktis. Tinggal diseduh atau dijadikan sereal bareng cookies, rasanya enak tapi tetap bernutrisi. Formulanya rendah gula, gluten-free, lactose-free, tinggi protein, kalsium, vitamin, serta mengandung ekstrak daun katuk untuk bantu menjaga energi Mommy dan mendukung kualitas ASI agar lebih kental.
- Pompa ASI Portable Mom Uung: Untuk Mommy yang ingin menstimulasi payudara tanpa rasa sakit, Pompa ASI ini dirancang dengan kualitas hospital grade dan pola hisapan yang menyerupai isapan alami bayi. Daya hisapnya kuat dan stabil untuk membantu stimulasi ASI secara optimal, namun tetap terasa lembut di payudara dan nyaman digunakan oleh new mom maupun working mom.
Baca juga: 10 Makanan untuk Melancarkan dan Meningkatkan Kualitas ASI
Kesimpulan
Mommy perlu tahu, tubuh Mommy itu luar biasa, kok! Takaran ASI newborn memang kecil karena lambungnya pun masih mungil. Fokuslah pada kedekatan dengan Si Kecil dan pemenuhan nutrisi Mommy sendiri. Dengan hati yang bahagia dan asupan yang terjaga, ASI akan mengalir sesuai kebutuhan Si Kecil.
Punya pertanyaan lebih lanjut atau sedang menghadapi tantangan dalam mengASIhi? Yuk, manfaatkan layanan Konsultasi Menyusui & Kehamilan GRATIS 24 Jam bersama konselor ahli Mom Uung. Kami siap mendampingi Mommy sepenuh hati agar momen mengASIhi jadi lebih tenang dan bahagia.
Jangan lupa simpan artikel ini dan bagikan ke grup WhatsApp Mommy lainnya agar semakin banyak pejuang ASI yang terbantu!
Referensi:
- BMSG. How Much Breastmilk Does My Baby Need?. Diakses pada 6 Januari 2026. https://breastfeeding.org.sg/how-much-breastmilk-baby/
