Momuung.co.id – Menjadi ibu baru adalah pengalaman yang membahagiakan. Tapi jujur saja, proses menyusui tidak selalu semudah yang sering kita lihat. Salah satu masalah yang paling sering dialami banyak Mommy adalah Puting lecet saat menyusui. Rasa perihnya bisa muncul setiap kali Si Kecil mulai menyusui, dan itu tentu sangat melelahkan secara fisik maupun emosional.
Tak jarang kondisi ini membuat Mommy merasa sedih, stres, bahkan ragu pada diri sendiri. Padahal, puting lecet bukan tanda Mommy gagal menyusui. Biasanya, ini adalah sinyal bahwa ada teknik menyusui yang perlu diperbaiki. Dengan penanganan yang tepat, rasa sakit bisa berkurang dan momen menyusui kembali terasa nyaman.
Jangan biarkan lecet berlanjut hingga infeksi. Puting yang sehat membantu ASI mengalir lebih lancar dan membuat Mommy lebih tenang. Yuk, kita bahas cara mengatasinya bersama. Buibu, baca sampai selesai, ya!
Faktor Penyebab Puting Lecet Saat Menyusui
Sebelum mencari solusi, penting bagi Mommy untuk tahu dulu penyebabnya. Puting lecet saat menyusui umumnya terjadi karena beberapa hal berikut:+
- Pelekatan kurang tepat. Jika bayi hanya mengisap ujung puting dan tidak mencakup sebagian areola, gesekan akan lebih kuat dan mudah membuat puting lecet.
- Posisi menyusui belum pas. Posisi tubuh bayi yang tidak sejajar dengan Mommy membuat pelekatan tidak maksimal.
- Kondisi tongue-tie atau lip-tie. Gerakan lidah bayi menjadi terbatas sehingga pola isapannya bisa melukai puting.
- Penggunaan pompa ASI yang kurang sesuai. Ukuran corong yang tidak pas atau daya hisap terlalu kuat dapat menyebabkan iritasi.
- Infeksi jamur (thrush). Biasanya ditandai rasa perih atau nyeri tajam setelah menyusui, kadang disertai gatal.
Pertolongan Pertama pada Puting Lecet
Jika saat ini Mommy sedang merasakan perih yang luar biasa, lakukan langkah perawatan puting lecet darurat ini:
- Oleskan ASI sendiri. Setelah menyusui, teteskan sedikit ASI ke puting lalu biarkan kering. ASI punya sifat antibakteri alami yang membantu proses penyembuhan.
- Kompres air hangat. Gunakan kain bersih yang dibasahi air hangat untuk membantu mengurangi nyeri dan melancarkan aliran di area puting.
- Istirahatkan Sisi yang Lebih Sakit. Jika satu payudara terasa sangat sakit, susui Si Kecil dari sisi yang lebih nyaman. Sisi yang luka tetap bisa dipompa dengan daya hisap paling rendah agar produksi ASI tetap terjaga.
Tips Mengobati Puting Lecet pada Ibu menyusui
Agar puting Ibu cepat pulih dan tidak mudah lecet, Mommy bisa coba beberapa langkah ini:
- Perbaiki cara perlekatan. Pastikan mulut bayi terbuka lebar saat menyusu, dagu menempel ke payudara, dan tidak hanya mengisap ujung puting. Sebagian besar area gelap di sekitar puting sebaiknya ikut masuk ke mulut bayi.
- Variasikan posisi menyusui. Mengganti posisi seperti football hold atau menyusui sambil berbaring bisa membantu mengurangi tekanan di satu titik puting.
- Pilih bra yang nyaman. Gunakan bra menyusui yang tidak terlalu ketat dan berbahan katun agar kulti bisa bernapas dengan baik.
- Hindari penggunaan sabun berlebih di area puting. Terlalu sering mencuci dengan sabun bisa membuat puting kering dan makin mudah iritasi.
Pilih Nipple Cream Berbahan Alami
Salah satu cara tercepat untuk mengatasi puting lecet saat menyusui adalah dengan menggunakan krim puting. Namun, Mommy perlu memilih produk yang aman karena akan bersentuhan langsung dengan kulit bayi.
Banyak produk krim puting yang menggunakan bahan berbasis lanolin. Namun, penelitian menunjukkan bahwa krim lanolin tidak selalu lebih efektif dibandingkan perawatan non-lanolin atau ASI dalam mengurangi nyeri dan membantu penyembuhan puting lecet.
Sebagai solusi yang lebih aman dan minim risiko iritasi, Mommy bisa menggunakan Nipple Cream Mom Uung. Produk ini dibuat dengan formula bebas lanolin dan bahan bernutrisi:
- Sunflower Oil & Coconut Oil: Membantu melembapkan dan menenangkan kulit yang lecet.
- Shea Butter & Jojoba Oil: Menjaga elastisitas kulit agar tidak mudah pecah-pecah.
- Vitamin E: Membantu mempercepat regenerasi kulit yang lecet.
Karena formulanya aman dan food-grade, krim ini dapat digunakan tanpa perlu dibilas sebelum menyusui, sehingga Mommy bisa tetap nyaman kapan pun Si Kecil ingin menyusu.
Kesimpulan
Menyusui seharusnya terasa nyaman. Jika Mommy mengalami puting lecet, itu tanda bahwa posisi menyusui perlu diperbaiki dan kulit payudara membutuhkan perawatan ekstra. Dengan pelekatan yang tepat dan dukungan perawatan yang aman, Mommy bisa pulih lebih cepat dan kembali menyusui dengan tenang.
Mommy juga tidak perlu menghadapi ini sendirian. Bantuan profesional bisa membantu memastikan teknik menyusui sudah benar dan menemukan solusi yang paling sesuai. Manfaatkan Konsultasi Menyusui Mom Uung GRATIS 24 Jam. Konselor laktasi kami siap mendampingi Mommy agar perjalanan menyusui kembali nyaman dan penuh rasa percaya diri.
Yuk, simpan artikel ini sebagai panduan dan bagikan ke sesama busui supaya makin banyak Mommy yang memahami Cara mengatasi puting lecet!
Referensi:
- Mariani Neto, C., de Albuquerque, R. S., de Souza, S. C., Giesta, R. O., Fernandes, A. P. S., & Mondin, B. (2018). Comparative Study of the Use of HPA Lanolin and Breast Milk for Treating Pain Associated with Nipple Trauma. Estudo comparativo do uso de lanolina HPA e leite materno para o tratamento da dor associada ao trauma mamilar. Revista brasileira de ginecologia e obstetricia : revista da Federacao Brasileira das Sociedades de Ginecologia e Obstetricia, 40(11), 664-672. Diakses pada 29 Januari 2026. https://doi.org/10.1055/s-0038-1675180
✨ Produk Unggulan Mom Uung
FAQ Seputar Topik Ini
Apa penyebab puting lecet saat menyusui?
Puting lecet biasanya disebabkan oleh pelekatan bayi yang kurang tepat saat menyusu. Selain itu, posisi menyusui yang kurang pas, penggunaan pompa ASI yang tidak sesuai, kondisi tongue-tie pada bayi, atau infeksi jamur juga dapat memicu iritasi pada puting.
Bagaimana cara mengatasi puting lecet saat menyusui?
Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain memperbaiki pelekatan bayi saat menyusu, mengoleskan ASI pada puting setelah menyusui, menggunakan nipple cream yang aman, serta menghindari penggunaan sabun berlebihan pada area puting.
Apakah puting lecet harus berhenti menyusui?
Tidak selalu. Pada banyak kasus, Mommy tetap bisa menyusui selama pelekatan bayi diperbaiki dan puting dirawat dengan baik. Jika rasa sakit sangat kuat, Mommy bisa sementara menyusui dari sisi yang lebih nyaman dan memompa ASI dari sisi yang luka.
Apakah nipple cream aman digunakan saat menyusui?
Nipple cream yang berbahan alami dan aman untuk kulit bayi umumnya dapat digunakan tanpa perlu dibilas sebelum menyusui. Produk ini membantu melembapkan kulit puting dan mempercepat proses penyembuhan luka.
Kapan puting lecet perlu diperiksa ke tenaga medis?
Jika luka pada puting tidak membaik dalam beberapa hari, terasa sangat nyeri, atau disertai tanda infeksi seperti kemerahan, gatal, atau nyeri tajam setelah menyusui, sebaiknya Mommy berkonsultasi dengan konselor laktasi atau tenaga medis.

