Ditulis oleh:
Direview oleh:

Momuung.co.idPernahkah Mommy merasa campur aduk saat jam menyusui tiba, tapi puting sedang lecet? Di satu sisi ingin terus memberikan ASI untuk Si Kecil, tapi di sisi lain rasa perihnya benar-benar menguras tenaga dan emosi, bahkan bisa menjalar hingga punggung. Tak jarang, muncul rasa takut setiap kali bayi mulai menunjukkan tanda lapar.

Puting lecet memang menjadi salah satu tantangan paling berat dalam perjalanan menyusui dan sering membuat Ibu merasa kewalahan. Tapi tenang ya, Mommy, kondisi ini bukan sesuatu yang harus ditanggung sendirian. Puting lecet bisa diatasi dan sangat bisa dicegah agar tidak berulang.

Dengan perawatan yang tepat dan pemahaman yang benar, menyusui tetap bisa kembali menjadi momen hangat penuh cinta. Yuk, kita bahas bersama cara merawat dan mengatasi puting lecet agar perjalanan mengASIhi terasa lebih nyaman. Buibu, baca sampai selesai, ya!

Mengapa Puting Bisa Lecet Saat Menyusui?

Sebelum membahas cara mengatasinya, penting untuk memahami penyebabnya terlebih dahulu. Puting lecet biasanya terjadi karena beberapa faktor berikut:

  1. Pelekatan yang Kurang Tepat

Ini adalah penyebab paling umum. Jika bayi hanya mengisap ujung puting tanpa memasukkan sebagian areola ke dalam mulut, gesekan berulang dapat menyebabkan puting mudah luka dan nyeri.

  1. Posisi Menyusui yang Kurang Nyaman

Posisi yang tidak tepat bisa membuat bayi menarik atau menggigit puting saat menyusu, sehingga meningkatkan risiko iritasi dan lecet.

  1. Kondisi Tongue-Tie atau Lip-Tie pada Bayi

Pada kondisi tertentu, keterbatasan gerak lidah atau bibir bayi membuat pelekatan sulit optimal, sehingga puting Ibu menerima tekanan lebih besar saat menyusui.

  1. Penggunaan Pompa ASI yang Tidak Sesuai

Ukuran corong yang terlalu kecil atau daya hisap yang terlalu kuat dapat menimbulkan gesekan dan tekanan berlebih pada puting, sehingga memicu rasa nyeri hingga lecet.

Perawatan Alami untuk Menyembuhkan Puting Lecet

Jika lecet masih tergolong ringan, Mommy bisa melakukan beberapa langkah pertolongan pertama dengan bahan alami yang ada di rumah:

1. Oleskan Air Susu Ibu (ASI)

ASI bukan cuma nutrisi terbaik untuk Si Kecil, tapi juga punya kemampuan alami untuk membantu penyembuhan. Setelah menyusui, peras sedikit ASI lalu oleskan tipis pada area puting yang lecet. Biarkan kering dengan sendirinya sebelum Mommy mengenakan bra.

2. Oleskan Minyak Alami

Minyak kelapa murni (VCO), minyak zaitun, atau minyak almond bisa membantu menjaga kelembapan kulit puting agar tidak makin kering dan kering. Pastikan minyak yang digunakan murni dan tanpa tambahan pewangi agar aman untuk kulit sensitif. 

3. Jaga Kebersihan Area Payudara

Hindari mencuci puting dengan sabun keras atau cairan antiseptik karena justru bisa membuat kulit makin kering. Cukup bersihkan dengan air bersih, dan jangan lupa rutin mengganti breast pad agar area payudara tetap kering dan bersih.

4. Biarkan Puting “Bernapas”

Sesekali, biarkan puting Mommy “bernapas”. Setelah diolesi ASI atau minyak alami, biarkan area tersebut kering terkena udara beberapa saat sebelum ditutup pakaian. Cara sederhana ini bisa membantu kulit pulih lebih cepat.

Rekomendasi Nipple Cream Terbaik untuk Obati Puting Lecet 

Jika Mommy membutuhkan solusi yang lebih praktis, cepat, dan aman, penggunaan nipple cream bisa menjadi pilihan tepat. Namun, penting untuk memilih produk dengan cermat karena area puting akan langsung bersentuhan dengan mulut Si Kecil.

Nipple Cream Mom Uung hadir sebagai solusi andalan bagi para pejuang ASI. Dengan formulasi yang aman dan lembut, krim ini dirancang khusus untuk membantu merawat puting lecet tanpa rasa khawatir.

Mengapa Nipple Cream Mom Uung layak direkomendasikan?

Nipple Cream Mom Uung
  • Natural Sunflower Oil
    Membantu menenangkan rasa perih sekaligus merawat kulit puting yang sedang mengalami iritasi atau luka ringan.
  • Kombinasi Nutrisi Alami
    Diperkaya Vitamin E, Jojoba Oil, dan Shea Butter yang bekerja bersama untuk melembapkan, melindungi, dan membantu mencegah lecet berulang.
  • Food Grade & Aman untuk Bayi
    Terbuat dari bahan alami yang aman jika tertelan, sehingga Mommy tidak perlu membilas puting sebelum menyusui kembali.

Dengan perawatan yang tepat, proses menyusui bisa kembali terasa nyaman dan penuh rasa tenang, tanpa harus menahan perih setiap kali Si Kecil ingin menyusu.

Langkah Pencegahan Agar Puting Lecet Tidak Terulang

Agar proses penyembuhan tidak sia-sia, penting untuk memperbaiki penyebabnya sejak awal. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa Mommy lakukan:

  • Perbaiki Pelekatan (Latch)

Pastikan mulut si Kecil terbuka lebar saat menyusu, dengan sebagian besar areola terutama bagian bawah masuk ke dalam mulut bayi. Pelekatan yang tepat membantu mengurangi gesekan berlebih pada puting.

  • Gunakan Nipple Cream sebagai Perlindungan

Jangan menunggu sampai lecet muncul. Oleskan nipple cream secara rutin dan tipis untuk menjaga kelembapan serta elastisitas kulit puting agar lebih tahan terhadap iritasi.

  • Konsultasi dengan Tenaga Profesional

Jika puting lecet tidak membaik lebih dari satu minggu, bisa jadi terdapat infeksi jamur atau kendala pelekatan tertentu. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan konselor laktasi atau tenaga medis agar mendapat penanganan yang tepat.

Baca juga: 50+ Panduan Lengkap ASI & Menyusui dari Lahir hingga 6 Bulan

Kesimpulan

Puting lecet memang terasa perih dan mengurasi emosi, namun jangan sampai hal ini membuat Mommy ragu untuk melanjutkan perjalanan menyusui. Dengan perawatan alami yang tepat dan dukungan produk pendukung yang tepat, puting yang terluka bisa pulih lebih cepat dan menyusui pun terasa lebih nyaman. Ingat, saat Ibu merasa tenang dan nyaman, tubuh akan bekerja lebih optimal untuk menghasilkan ASI yang lancar. 

Jika Mommy masih merasa bingung dengan posisi menyusui yang benar atau ingin bertanya seputar perawatan payudara, Mommy tidak perlu melewatinya sendirian. Jangan ragu untuk menghubungi layanan konsultasi menyusui Mom Uung yang bisa Mommy akses GRATIS selama 24 jam, ya.

Yuk, simpan artikel ini supaya bisa dibaca ulang saat diperlukan, dan bagikan ke sesama pejuang ASI agar tidak ada lagi Mommy yang harus berjuang sendirian menghadapi puting lecet!

Referensi:

  • Demirtaş, M. S., & Yalçın, S. S. (2022). The Use of Human Milk for Therapeutic Purposes Other Than Nutrition. Turkish archives of pediatrics, 57(3), 255–266. Diakses pada 10 Februari 2026. https://doi.org/10.5152/TurkArchPediatr.2022.22075 
  • Dennis, C. L., Jackson, K., & Watson, J. (2014). Interventions for treating painful nipples among breastfeeding women. The Cochrane database of systematic reviews, 2014(12), CD007366. Diakses pada 10 Februari 2026.  https://doi.org/10.1002/14651858.CD007366.pub2 

Nilai rata-rata 4.9 / 5. Jumlah vote: 87

No votes so far! Be the first to rate this post.


FAQ Seputar Topik Ini

1. Apakah tetap boleh menyusui saat puting sedang lecet?

Pada sebagian besar kasus, Mommy tetap boleh menyusui meski puting lecet, terutama jika luka masih ringan. Justru menghentikan menyusui tiba-tiba bisa menyebabkan payudara bengkak dan memperparah kondisi. Pastikan pelekatan sudah diperbaiki agar luka tidak semakin dalam.

2. Berapa lama biasanya puting lecet bisa sembuh?

Jika penyebabnya sudah diperbaiki dan dirawat dengan tepat, puting lecet ringan biasanya membaik dalam 3–7 hari. Namun, jika nyeri semakin parah, muncul nanah, atau tidak membaik lebih dari satu minggu, sebaiknya konsultasikan ke tenaga kesehatan.

3. Apakah puting berdarah berbahaya untuk bayi?

Sedikit darah akibat lecet umumnya tidak berbahaya jika tertelan bayi dalam jumlah sangat kecil. Namun, jika perdarahan cukup banyak atau disertai tanda infeksi, Mommy perlu segera memeriksakan diri untuk mendapatkan penanganan medis.

4. Kapan perlu mencurigai infeksi jamur pada puting?

Jika puting terasa sangat nyeri seperti tertusuk, berkilau kemerahan, atau nyeri menjalar hingga dalam payudara meski tidak sedang menyusui, bisa jadi ada infeksi jamur. Kondisi ini memerlukan penanganan khusus dari dokter agar tidak berulang.

5. Apakah penggunaan breast pad bisa memperparah lecet?

Breast pad yang lembap dan jarang diganti dapat memperlambat penyembuhan karena area puting menjadi terlalu lembap. Pilih breast pad yang menyerap baik dan ganti secara rutin agar kulit tetap kering dan bersih.

Share.

Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.

Butuh Bantuan atau Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Produk & Program Mom Uung?

Kami siap membantu! Jika Mommy punya pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut tentang produk ibu & bayi, ASI booster, serta program komunitas Mom Uung, tim Mom Uung Care siap memberikan informasi dan dukungan terbaik untuk Mommy.

📱
Install Mom Uung App Akses lebih cepat & nyaman
Exit mobile version