Momuung.co.id – Pernah nggak sih Mommy merasa bingung, si Kecil baru saja selesai menyusu dengan tenang, tapi tiba-tiba ia menangis rewel, gelisah, lalu gumoh? Padahal ASI cukup dan popoknya bersih. Melihat bayi tampak begah atau seperti “engap” memang bikin panik dan kasihan, ya.
Kondisi ini sering terjadi pada bayi baru lahir. Biasanya bukan karena kebanyakan ASI, tapi karena ada udara yang ikut tertelan saat menyusu. Jika tidak dikeluarkan, udara ini bisa membuat perut bayi terasa penuh, kembung, dan memicu gumoh.
Karena itu, menyendawakan bayi setelah menyusu sangat penting, bukan sekadar rutinitas. Sendawa membantu perut bayi lebih nyaman dan membuat tidurnya lebih nyenyak. Yuk, simak Cara menyendawakan bayi gumoh yang benar dan aman. Buibu, baca sampai selesai, ya!
Manfaat Utama Menyendawakan Bayi
Bayi perlu disendawakan karena saat menyusu, ia bisa ikut menelan udara (aerophagia). Udara yang terperangkap di lambung dapat membuat perut bayi terasa penuh, tidak nyaman, dan memicu gumoh. Meski sistem pencernaan bayi masih berkembang, membantu mengeluarkan udara setelah menyusu dapat meningkatkan kenyamanan bayi.
Manfaat menyendawakan bayi:
- Membantu mengeluarkan udara yang tertelan, sehingga tekanan di lambung berkurang dan bayi terasa lebih lega (Mayo Clinic, 2024).
- Mengurangi rasa tidak nyaman setelah menyusu, seperti perut begah atau gelisah, yang sering membuat bayi rewel (James & Savargaonkar, 2025).
- Membantu bayi lebih tenang setelah menyusu, meski efeknya terhadap gumoh bisa bervariasi pada tiap bayi.
3 Cara Menyendawakan Bayi yang Benar & Aman
Mommy bisa mencoba beberapa posisi berikut ini untuk membantu si Kecil bersendawa dengan efektif:
1. Posisi di Atas Bahu (Over the Shoulder)
Gendong bayi dalam posisi tegak dan sandarkan dadanya ke bahu Mommy. Dagu bayi bertumpu di bahu, lalu elus atau tepuk punggungnya dengan lembut hingga udara keluar. Posisi ini membantu udara naik secara alami (UNICEF, n.d.).
2. Posisi Duduk di Pangkuan (Sitting on Lap)
Dudukkan bayi di pangkuan dengan tubuh sedikit condong ke depan. Sangga kepala dan dada bayi, lalu usap atau tepuk punggungnya perlahan (UNICEF, n.d.).
3. Posisi Tengkurap (Lying Across on Lap)
Baringkan bayi tengkurap melintang di paha Mommy dengan kepala sedikit lebih tinggi dari dada. Elus punggungnya secara lembut. Tekanan ringan di perut membantu udara keluar lebih mudah (UNICEF, n.d.).
Bagaimana Jika Bayi Tertidur?
Jika bayi tertidur nyenyak setelah menyusu, Mommy tidak perlu membangunkannya hanya untuk bersendawa. Memaksanya bangun justru bisa mengganggu kualitas tidur bayi.
Agar tetap aman dan nyaman, Mommy bisa melakukan langkah berikut:
- Atur posisi tidur dengan kepala atau tubuh bagian atas sedikit lebih tinggi (sekitar 40-45°) untuk membantu mencegah refluks.
- Jika bayi gumoh saat telentang, tetap tenang ya Mommy. Jangan langsung mengangkat bayi secara mendadak. Cukup miringkan kepalanya, lalu usap-usap pinggang dan punggungnya selama 1-2 menit. Jika belum berhasil sendawa, Mommy bisa mencoba melakukannya kembali pada sesi berikutnya.
Fokus pada Pelekatan yang Tepat
Melancarkan ASI bukan hanya soal banyaknya produksi, tapi juga cara menyusu yang benar. Saat pelekatan sudah tepat, udara yang ikut tertelan bayi akan jauh lebih sedikit. Pastikan mulut bayi terbuka lebar dan menempel pada sebagian besar areola, bukan hanya ujung puting.
Rekomendasi: 50+ Panduan Lengkap ASI & Menyusui dari Lahir hingga 6 Bulan
Kesimpulan
Menyendawakan bayi adalah langkah kecil dengan dampak besar. Cara ini membantu mengurangi begah, gumoh, dan kolik, sehingga bayi lebih nyaman dan Mommy pun lebih tenang.
Selain teknik sendawa, aliran ASI yang stabil juga berperan penting agar bayi tidak tersedak atau terasa “engap” saat menyusu. Jika Mommy merasa ASI terlalu deras, seret, atau bayi sering rewel, Mommy tidak harus menghadapinya sendirian.
Mommy bisa memanfaatkan Konsultasi Menyusui Mom Uung GRATIS 24 Jam untuk mendapatkan pendampingan dan solusi yang sesuai kondisi Mommy dan si Kecil.
Yuk, simpan artikel ini dan bagikan ke sesama Mommy supaya makin banyak yang siap menghadapi fase gumoh dengan lebih percaya diri!
Referensi:
- James, V., & Savargaonkar, R. (2025). Science of the burp: understanding aerophagia and eructation in newborns. BMJ paediatrics open, 9(1), e004066. Diakses pada 9 Februari 2026. https://doi.org/10.1136/bmjpo-2025-004066
- Mayo Clinic. (2024). Infant Acid Reflux – Diagnosis and Treatment. Mayo Clinic. Diakses pada 9 Februari 2026. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infant-acid-reflux/diagnosis-treatment/drc-20351412
- UNICEF. (n.d.). Baby basics: How to burp your baby. UNICEF Parenting. Diakses pada 9 Februari 2026. https://www.unicef.org/parenting/child-care/how-to-burp-baby
FAQ Seputar Topik Ini
Berapa lama idealnya menyendawakan bayi setelah menyusu?
Umumnya, Mommy bisa mencoba menyendawakan bayi selama 5–10 menit setelah sesi menyusu. Jika dalam waktu tersebut bayi tidak bersendawa tetapi terlihat tenang dan nyaman, Mommy tidak perlu memaksanya. Setiap bayi berbeda, jadi responsnya bisa bervariasi.
Apakah bayi ASI eksklusif tetap perlu disendawakan?
Ya, bayi yang minum ASI tetap bisa menelan udara saat menyusu, terutama jika aliran ASI deras atau pelekatan belum optimal. Meski risiko kembung lebih rendah dibanding bayi susu formula, menyendawakan tetap membantu meningkatkan kenyamanan si Kecil.
Bagaimana membedakan gumoh normal dan tanda refluks yang perlu diperiksa?
Gumoh normal biasanya tidak disertai tangisan berlebihan, berat badan tetap naik, dan bayi tampak nyaman setelahnya. Namun jika gumoh disertai muntah menyemprot, berat badan sulit naik, bayi tampak kesakitan, atau sering menolak menyusu, sebaiknya konsultasikan ke tenaga kesehatan.
Apakah menyendawakan bayi bisa mencegah kolik?
Menyendawakan membantu mengurangi udara di lambung, sehingga bisa menurunkan risiko rasa tidak nyaman yang memicu rewel. Namun kolik memiliki banyak faktor penyebab, jadi sendawa bukan satu-satunya solusi. Tetap perhatikan pola menyusu, posisi, dan kenyamanan bayi secara keseluruhan.
Bolehkah bayi langsung ditidurkan setelah menyusu tanpa sendawa?
Boleh, terutama jika bayi sudah tertidur nyenyak dan terlihat nyaman. Tidak semua bayi selalu perlu bersendawa setiap kali menyusu. Yang terpenting, perhatikan posisi tidur aman dan pantau respons bayi setelahnya.

