Ditulis oleh:
Direview oleh:

Momuung.co.idMommy pernah merasa tidak tega saat si Kecil menatap gelas minuman Mommy sambil mengecap bibir? Apalagi ketika ada yang menyarankan untuk memberi sedikit saja karena dianggap tidak berbahaya. Situasi seperti ini memang sering membuat bingung. 

Namun, bayi di bawah usia 1 tahun memiliki sistem pencernaan yang masih sangat sensitif. Memberikan minuman selain ASI atau yang belum sesuai usianya bukan hanya berisiko menyebabkan gangguan pencernaan, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatannya secara serius. 

Agar tidak keliru, penting bagi Mommy memahami jenis minuman apa saja yang sebaiknya dihindari pada tahun pertama kehidupan si Kecil. Buibu, baca sampai selesai, ya!

Kenapa Bayi di Bawah 1 Tahun Tidak Boleh Sembarang Minum? 

Sebelum membahas daftar minuman yang perlu dihindari, penting untuk memahami bahwa organ tubuh bayi masih berkembang. Ginjal dan saluran cernanya belum bekerja sebaik orang dewasa, sehingga belum mampu memproses gula berlebih, zat tertentu, maupun paparan bakteri dengan optimal. 

Penelitian menunjukkan bahwa pemberian minuman selain ASI atau susu tambahan pada bayi di bawah 1 tahun dapat mengganggu penyerapan nutrisi penting dan berpotensi meningkatkan risiko masalah kesehatan di kemudian hari (Ardiningsih et al., 2025).

Berikut jenis minuman yang sebaiknya tidak diberikan pada bayi di bawah 1 tahun, beserta alasannya secara medis: 

1. Jus buah

Jus buah, termasuk yang tanpa tambahan gula, belum sesuai untuk bayi di bawah 12 bulan. Saat buah dijus, sebagian besar seratnya hilang. Yang tersisa terutama cairan dan gula alami dalam kadar tinggi. 

Tanpa serat, gula lebih cepat diserap tubuh sehingga dapat menyebabkan kembung, diare, dan meningkatkan risiko gigi berlubang sejak dini. 

Jus juga membuat bayi cepat merasa kenyang. Akibatnya, asupan ASI atau MPASI yang lebih kaya nutrisi bisa berkurang. Jika terjadi terus-menerus, hal ini berisiko mengganggu kecukupan energi dan protein yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal. 

Buah sebaiknya diberikan dalam bentuk utuh sesuai usia, seperti dilumatkan (mashed atau puree dari buah) atau dipotong kecil agar seratnya tetap bermanfaat bagi pencernaan. 

2. Madu

Madu tidak dianjurkan untuk diberikan sebelum bayi berusia 1 tahun, karena termasuk salah satu sumber botulisme dan dilaporkan berkontribusi pada sekitar 20 persen kasus. Beberapa penelitian juga menemukan adanya kontaminasi bakteri Clostridium botulinum dalam sebagian sampel madu (Yetman, 2020). 

Bayi di bawah usia 12 bulan paling berisiko karena sistem pencernaannya belum matang untuk melawan spora bakteri tersebut. Jika berkembang di usus, bakteri dapat menghasilkan racun yang menyerang sistem saraf dan menyebabkan gejala seperti lemas, sulit menyusu, sembelit berat, hingga gangguan pernapasan. 

3. Teh dan kopi

Teh dan kopi tidak aman untuk bayi karena mengandung kafein yang dapat membuat bayi gelisah, jantung berdebar, dan sulit tidur. Padahal tidur yang cukup sangat penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan otak. 

Teh juga mengandung tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Jika zat besi tidak terserap optimal, bayi berisiko mengalami anemia yang dapat memengaruhi perkembangan kognitifnya. 

Pada tahun pertama kehidupan, minuman yang paling sesuai untuk bayi tetaplah ASI atau susu tambahan sesuai anjuran tenaga kesehatan jika memang memiliki kondisi khusus. 

Minuman yang Aman untuk Bayi di Bawah 1 Tahun

Setelah memahami minuman yang perlu dihindari, penting juga untuk mengetahui pilihan minuman yang aman dan sesuai usia bayi.

1. ASI eksklusif usia 0 sampai 6 bulan

ASI adalah sumber nutrisi terbaik bagi bayi pada enam bulan pertama kehidupan. Kandungan cairannya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidrasi, sehingga bayi tidak memerlukan tambahan air putih atau minuman lain.

2. Air putih usia 6 sampai 12 bulan

Air putih mulai boleh dikenalkan setelah bayi mendapatkan MPASI. Fungsinya sebagai pendamping makan dan membantu mencegah sembelit. Jumlahnya tidak perlu banyak, cukup beberapa sendok hingga sekitar 60 sampai 120 ml per hari.

3. Susu tambahan sesuai anjuran medis

Susu tambahan, biasanya susu formula, hanya boleh diberikan bila ada indikasi medis tertentu, misalnya berat badan bayi tidak naik sesuai kurva pertumbuhan. Pemberiannya sebaiknya berdasarkan rekomendasi dan pemantauan dokter spesialis anak. Hindari mengganti atau menambah susu formula tanpa saran tenaga kesehatan ya, Mommy. 

Kesimpulan 

Memberikan sedikit minuman manis atau madu mungkin terlihat menyenangkan bagi bayi, tetapi kesehatan jangka panjang si Kecil jauh lebih penting. Tubuh bayi masih dalam tahap berkembang, sehingga pilihan minuman yang tidak tepat bisa membawa risiko di kemudian hari. 

Untuk bayi di bawah 1 tahun, pilihan terbaik tetap ASI, dan air putih secukupnya setelah mulai masa MPASI. Jika ada yang menyarankan minuman lain, Mommy bisa menjelaskan dengan tenang bahwa keputusan ini demi kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil. 

Jika setelah mengonsumsi sesuatu yang kurang sesuai bayi menjadi lebih rewel atau sering menangis tanpa henti, Mommy juga perlu waspada terhadap kemungkinan gangguan pencernaan seperti kolik. Mommy bisa pelajari lebih lanjut cara menenangkannya melalui artikel Bayi Menangis Tanpa Henti? Ini 5 Cara Mengatasi Bayi Kolik dengan Metode 5S agar si Kecil bisa kembali nyaman.

Terus semangat menjaga yang terbaik untuk buah hati ya, Mommy!

Referensi:

Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.


FAQ Seputar Topik Ini

Apa saja minuman yang tidak boleh diberikan pada bayi di bawah 1 tahun?

Beberapa minuman yang tidak dianjurkan adalah jus buah, madu, serta teh dan kopi. Minuman tersebut dapat mengganggu pencernaan, menghambat penyerapan nutrisi, atau bahkan berisiko bagi kesehatan bayi.

Kenapa madu tidak boleh untuk bayi di bawah 1 tahun?

Madu dapat mengandung bakteri yang berisiko menyebabkan botulisme pada bayi. Sistem pencernaan bayi belum cukup matang untuk melawan bakteri tersebut sehingga bisa membahayakan kesehatan.

Apakah bayi boleh minum jus buah?

Bayi di bawah 1 tahun tidak dianjurkan minum jus karena kandungan gulanya tinggi dan seratnya rendah. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan membuat bayi cepat kenyang sehingga asupan nutrisinya berkurang.

Kapan bayi boleh minum air putih?

Air putih mulai boleh diberikan saat bayi berusia 6 bulan, yaitu ketika sudah mulai MPASI. Jumlahnya cukup sedikit sebagai pendamping makan.

Minuman apa yang paling aman untuk bayi?

Pada usia 0–6 bulan, ASI adalah satu-satunya minuman terbaik. Setelah 6 bulan, bayi bisa mulai dikenalkan air putih dalam jumlah terbatas sebagai pelengkap MPASI.

Share.

Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.

Butuh Bantuan atau Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Produk & Program Mom Uung?

Kami siap membantu! Jika Mommy punya pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut tentang produk ibu & bayi, ASI booster, serta program komunitas Mom Uung, tim Mom Uung Care siap memberikan informasi dan dukungan terbaik untuk Mommy.

📱
Install Mom Uung App Akses lebih cepat & nyaman
Exit mobile version