Momuung.co.idMomen pertama melihat si kecil setelah lahir tentu menjadi pengalaman yang sangat emosional bagi Mommy. Namun, sebagian orang tua terkadang merasa khawatir ketika melihat bentuk kepala bayi tampak lonjong atau sedikit bengkak setelah persalinan.

Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi pada persalinan normal. Tekanan yang terjadi saat bayi melewati jalan lahir dapat membuat jaringan lunak pada kulit kepala bayi mengalami pembengkakan sementara. Dalam banyak kasus, kondisi ini tidak berbahaya dan akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Menariknya, salah satu cara yang dapat membantu meminimalkan tekanan berlebih selama persalinan adalah mengatur teknik pernafasan dengan tepat. Teknik napas yang benar membantu proses persalinan menjadi lebih efektif sekaligus menjaga tubuh Mommy tetap rileks.

Berikut penjelasan yang perlu Mommy ketahui. Buibu, baca sampai selesai, ya!

1. Apa Itu Caput succedaneum?

Kondisi kepala bayi yang terlihat lonjong setelah lahir sering berkaitan dengan caput succedaneum, yaitu pembengkakan pada jaringan lunak kulit kepala bayi akibat tekanan selama proses persalinan (Jacob & Hoerter, 2024).

Pembengkakan ini biasanya terjadi ketika kepala bayi mengalami tekanan cukup kuat saat melewati jalan lahir. Beberapa tanda yang sering terlihat antara lain:

  • Kepala bayi tampak memanjang atau sedikit lonjong
  • Terlihat pembengkakan lembut pada bagian kulit kepala
  • Muncul segera setelah bayi lahir

Dalam sebagian besar kasus, pembengkakan ini akan membaik secara alami dalam beberapa hari karena tubuh bayi akan menyerap kembali cairan yang menyebabkan pembengkakan tersebut (Cleveland Clinic, 2021).

2. Mengapa Teknik Pernapasan Penting Saat Persalinan?

Cara Mommy mengatur napas selama persalinan ternyata memiliki peran penting dalam membantu proses kelahiran.

Teknik pernapasan yang tepat dapat membantu tubuh tetap rileks, mengurangi ketegangan otot, serta membantu proses persalinan berlangsung lebih efektif. Hal ini juga dapat membantu mengurangi tekanan berlebih pada kepala bayi saat melewati jalan lahir (World Health Organization, 2018).

Selain itu, teknik napas yang baik juga dapat membantu Mommy mengelola rasa tidak nyaman selama kontraksi sehingga energi dapat digunakan lebih optimal saat mengejan.

3. Teknik Pernapasan Fase Awal Persalinan (Lamaze Breathing)

Pada tahap awal persalinan (saat awal ini pembukaan masih relatif kecil <4 cm), kontraksi biasanya masih ringan hingga sedang. Pada fase ini, Mommy dapat menggunakan teknik pernapasan yang dikenal sebagai Lamaze breathing.

Cara melakukannya cukup sederhana:

  1. Tarik napas perlahan melalui hidung hingga terasa sampai ke diafragma.
  2. Tahan sejenak untuk membantu tubuh tetap rileks.
  3. Hembuskan napas perlahan melalui mulut.

Teknik ini membantu tubuh tetap tenang sambil menunggu kontraksi berikutnya, serta menjaga otot panggul tetap rileks sehingga proses persalinan dapat berjalan lebih lancar (Mayo Clinic, 2024).

4. Teknik Napas Saat Kontraksi Semakin Intens (Hee-Hee-Hoo)

Ketika kontraksi semakin kuat pada saat persalinan memasuki fase Aktif (pembukaan > 4 cm), Mommy bisa menggunakan pola napas Hee-Hee-Hoo untuk membantu menjaga ritme napas.

Teknik ini dilakukan dengan pola:

  • Dua tarikan napas pendek
  • Satu hembusan napas panjang

Banyak ibu merasa teknik ini membantu mengalihkan fokus dari rasa nyeri serta menjaga tubuh tetap terkontrol saat kontraksi berlangsung.

5. Teknik Mengejan yang Tepat Saat Persalinan

Saat fase mengejan dimulai (saat pembukaan lengkap dan kepala bayi sudah sangat turun), tenaga medis biasanya akan memberikan arahan agar Mommy dapat mendorong bayi dengan lebih efektif.

Langkah yang biasanya dianjurkan adalah:

  1. Tarik napas dalam saat kontraksi datang.
  2. Tahan napas sekitar 4-5 detik.
  3. Dorong perlahan ke arah panggul, seperti saat buang air besar.

Sinkronisasi antara kontraksi dan teknik mengejan dapat membantu bayi turun dengan lebih terkontrol, sehingga mengurangi tekanan berlebih pada kepala bayi (ACOG, 2019).

6. Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Mengejan

Selama proses persalinan, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari karena dapat menghambat proses kelahiran atau meningkatkan risiko robekan pada jalan lahir.

Beberapa di antaranya:

  • Berteriak terlalu keras saat kontraksi
  • Menutup mata terlalu kuat hingga menahan napas tidak terkontrol
  • Mengangkat atau mengencangkan pantat saat mengejan

Sebaliknya, mengikuti arahan tenaga medis dan menjaga ritme napas dapat membantu proses persalinan berjalan lebih lancar.

7. Kapan Benjolan di Kepala Bayi Perlu Diperiksa Dokter?

Walaupun caput succedaneum biasanya tidak berbahaya, Mommy tetap perlu memperhatikan kondisi kepala bayi setelah lahir.

Segera konsultasikan dengan tenaga medis jika:

  • Benjolan terasa keras
  • Bentuknya tidak rata
  • Tidak membaik setelah lebih dari 3 hari

Pemeriksaan dokter penting untuk memastikan bahwa kondisi tersebut bukan jenis cedera kepala lain yang membutuhkan penanganan khusus (Cleveland Clinic, 2023).

Kesimpulan

Kepala bayi yang tampak lonjong setelah lahir sering kali disebabkan oleh tekanan selama proses persalinan dan biasanya bersifat sementara.

Dengan memahami teknik pernapasan yang tepat selama persalinan, Mommy dapat membantu tubuh tetap rileks, mendukung proses persalinan yang lebih efektif, serta membantu meminimalkan tekanan berlebih pada kepala bayi.

Selain mempersiapkan proses persalinan, Mommy juga perlu memahami perubahan tubuh yang mungkin terjadi setelah melahirkan. Mommy bisa membaca informasi lengkapnya di artikel 4 Penyebab Postpartum Chills dan Tips Meredakannya agar Mommy Tetap Nyaman.

Referensi:

  • American College of Obstetricians and Gynecologists. (2019). Approaches to limit intervention during labor and birth. https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/committee-opinion/articles/2019/02/approaches-to-limit-intervention-during-labor-and-birth
  • Cleveland Clinic. (2021). Caput succedaneum: Causes, symptoms and treatment. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/22230-caput-succedaneum
  • Mayo Clinic Staff. (2024). Stages of labor and birth: Baby, it’s time! Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/stages-of-labor/art-20046545
  • Jacob, K., & Hoerter, J. E. (2023). Caput succedaneum. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK574534/
  • World Health Organization. (2018). WHO recommendations: Intrapartum care for a positive childbirth experience. https://www.who.int/publications/i/item/9789241550215

Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.


FAQ Seputar Topik Ini

Apakah kepala bayi lonjong setelah lahir normal?

Ya. Kepala bayi yang tampak lonjong setelah lahir cukup umum terjadi pada persalinan normal karena tekanan saat bayi melewati jalan lahir.

Apa itu caput succedaneum pada bayi?

Caput succedaneum adalah pembengkakan pada jaringan lunak kulit kepala bayi yang terjadi akibat tekanan selama proses persalinan.

Berapa lama kepala bayi kembali normal setelah lahir?

Dalam banyak kasus, pembengkakan akibat caput succedaneum biasanya akan membaik secara alami dalam beberapa hari setelah bayi lahir.

Mengapa teknik pernapasan penting saat persalinan?

Teknik pernapasan membantu tubuh tetap rileks, mengurangi ketegangan otot, serta mendukung proses persalinan agar berlangsung lebih efektif.

Kapan benjolan di kepala bayi perlu diperiksa dokter?

Jika benjolan terasa keras, bentuknya tidak rata, atau tidak membaik setelah beberapa hari, sebaiknya segera konsultasikan dengan tenaga medis.

Share.

Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.

Butuh Bantuan atau Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Produk & Program Mom Uung?

Kami siap membantu! Jika Mommy punya pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut tentang produk ibu & bayi, ASI booster, serta program komunitas Mom Uung, tim Mom Uung Care siap memberikan informasi dan dukungan terbaik untuk Mommy.

📱
Install Mom Uung App Akses lebih cepat & nyaman
Exit mobile version