Momuung.co.id – Menjadi ibu baru memang membahagiakan, tapi sering kali kita mendengar mitos yang bikin cemas, salah satunya soal kepala bayi akan peyang jika Ibu sering menyusui sambil rebahan (side-lying). Padahal, posisi menyusui ini justru bisa membantu Mommy beristirahat, terutama di malam hari.
Jangan biarkan mitos bikin Mommy khawatir. Yuk, kita bedah tuntas faktanya agar Mommy bisa menyusui dengan tenang dan nyaman. Buibu, baca sampai selesai, ya!
Benarkah Kepala Bayi Peyang Karena Posisi Side-Lying?
Posisi menyusui side-lying bukan penyebab utama kepala peyang (plagiocephaly). Yang perlu Mommy ketahui, kepala peyang biasanya terjadi disebabkan adanya tekanan pada satu sisi kepala saja dalam waktu yang lama, misalnya saat bayi tidur telentang terus-menerus tanpa berganti posisi (Hillyar et al., 2024).
Jika bayi hanya selalu disusui atau diposisikan hanya pada satu sisi secara terus-menerus, misalnya selalu miring ke kanan, tekanan berulang tetap dapat meningkatkan risiko kepala menjadi datar di sisi tersebut. Karena itu, kunci pencegahan bukan menghindari posisi side-lying, melainkan menggunakan variasi posisi seperti mengganti arah kepala saat tidur, bergantian sisi saat menyusui, dan melakukan tummy time saat bayi terjaga agar menjaga bentuk kepala bayi tetap simetris.
Tips Mencegah Kepala Peyang pada Bayi
Selain memperhatikan posisi menyusui yang benar, berikut adalah beberapa tips untuk menjaga bentuk kepala si Kecil tetap bulat:
- Bergantian Posisi Menyusu
Gunakan payudara kanan dan kiri secara bergantian agar kepala bayi tidak mendapat tekanan terus-menerus di satu sisi.
- Variasi Posisi Kepala
Ganti arah kepala bayi saat tidur untuk mengurangi tekanan yang terlalu lama pada satu sisi tengkorak dan membantu bentuk kepalanya tetap proporsional. Setelah menyusui dengan posisi side-lying, kembalikan bayi ke posisi tidur yang nyaman dan atur kembali arah kepalanya agar tidak selalu bertumpu pada sisi yang sama.
- Tummy Time Secara Teratur
Biarkan bayi tengkurap saat terjaga dan diawasi. Aktivitas ini melatih otot leher, motorik, dan mengurangi tekanan di bagian belakang kepala (Williams. 2023).
Manfaat Posisi Berbaring (Side-Lying) bagi Mommy dan Bayi
Tak perlu khawatir ya, Mommy. Posisi menyusui bayi dengan berbaring ke samping (side-lying) ini memiliki sejumlah manfaat berikut:
1. Membantu Ibu Menyusui Sembari Beristirahat
Mommy bisa menyusui sambil rebahan santai, sehingga membantu mengurangi rasa lelah, terutama saat menyusui di malam hari.
2. Bantu Pemulihan Pasca Operasi
Posisi ini jauh lebih aman dan nyaman karena tidak memberikan tekanan pada area perut Mommy yang sedang pemulihan pasca operasi.
Posisi Menyusui Side-Lying yang Benar
Menyusui dengan posisi side-lying ini perlu dilakukan dengan benar untuk mendukung pelekatan yang baik serta Mommy dapat menyusui dengan aman dan nyaman (Arora et al., 2021).
- Perut ke perut
Mommy dan bayi sama-sama berbaring miring saling menghadap, dengan perut bayi menempel ke perut Mommy.
- Hidung sejajar dengan payudara
Hidung dan mulut bayi berada tepat di depan puting, sehingga bayi tidak perlu menoleh saat menyusu.
- Kepala dan badan lurus
Pastikan leher bayi tidak tertekuk, untuk membantu bayi mengisap lebih nyaman dan efektif.
- Gunakan penyangga bila diperlukan
Bantal di punggung Mommy atau di belakang leher bayi membantu menjaga posisi tetap stabil selama menyusui.
Kesimpulan
Mommy tidak perlu ragu menyusui dengan posisi side-lying. Selama rutin berganti sisi dan tetap memberi waktu tummy time, risiko kepala peyang bisa diminimalisir. Menyusui dengan posisi yang nyaman membantu proses menyusui jadi lebih tenang dan menyenangkan.
Kalau Mommy masih butuh adaptasi atau merasa bingung mencoba posisi baru, jangan sungkan untuk mencari bantuan. Konsultasi Menyusui Mom Uung GRATIS 24 Jam siap menemani Mommy dengan panduan berdasarkan anjuran medis agar menyusui tetap nyaman tanpa rasa khawatir.
Yuk, simpan artikel ini dan bagikan ke Mommy lainnya supaya makin banyak yang menyusui dengan tenang tanpa termakan mitos!
Referensi:
- Arora, G., Jelly, P., Mundhra, R., & Sharma, R. (2021). Comparison of L-Shape and Side-Lying Positions on Breastfeeding Outcomes among Mothers Delivered by Cesarean Section: A Randomized Clinical Trial. Journal of caring sciences, 10(3), 121-128. Diakses pada 3 Februari 2026. https://doi.org/10.34172/jcs.2021.025
- Hillyar, C. R. T., Bishop, N., Nibber, A., Bell-Davies, F. J., & Ong, J. (2024). Assessing the Evidence for Nonobstetric Risk Factors for Deformational Plagiocephaly: Systematic Review and Meta-Analysis. Interactive journal of medical research, 13, e55695. Diakses pada 3 Februari 2026. https://doi.org/10.2196/55695
- Williams, E., & Galea, M. (2023). Another look at “tummy time” for primary plagiocephaly prevention and motor development. Infant behavior & development, 71, 101839. Diakses pada 3 Februari 2026. https://doi.org/10.1016/j.infbeh.2023.101839
