Momuung.co.idMommy, pernah merasa sakit setiap kali pakai pompa ASI? Puting terasa perih, bahkan berubah warna atau lecet, sementara hasil ASI di botol terlihat sedikit padahal payudara masih terasa penuh. 

Bagi ibu bekerja (working mom) yang melakukan mix direct breastfeeding (DBF) dan pumping maupun ibu yang sepenuhnya exclusive pumping, momen pumping itu penting sekali. Jadi wajar kalau muncul rasa panik saat produksi terasa tidak maksimal atau puting malah terluka meski jadwal sudah rutin. 

Sering kali masalahnya bukan pada ASI atau suplemen yang Mommy konsumsi, tetapi pada hal sederhana yang sering terlewat, yaitu Ukuran corong pompa ASI yang bisa memengaruhi kenyamanan serta kelancaran pumping. Yuk, pahami lebih lanjut supaya perjalanan menyusui Mommy tetap lancar dan nyaman. Buibu, yuk simak sampai selesai di sini, ya!

Kenapa Ukuran Corong Pompa ASI Harus Pas?

Setiap ibu memiliki ukuran puting yang berbeda, dan ukurannya bisa berubah selama hamil dan menyusui. Karena itu, ukuran corong pompa tidak bisa disamakan untuk semua orang. Penelitian menunjukkan bahwa kecocokan antara ukuran corong dan diameter puting berpengaruh pada kenyamanan, efektivitas pengeluaran ASI, serta risiko puting lecet (Sakalidis et al., 2020). 

Jika ukuran tidak sesuai, proses pemompaan menjadi kurang optimal. Aliran ASI bisa terhambat dan ibu lebih mudah merasakan nyeri pada puting. Padahal, pengosongan payudara yang efektif sangat penting untuk menjaga produksi ASI tetap stabil karena produksi ASI bekerja berdasarkan prinsip semakin sering dan efektif dikosongkan, semakin banyak diproduksi (Kent et al., 2012).

Efek Salah Memilih Ukuran Corong

1. Trauma pada Puting, Areola, dan Payudara

a. Corong Terlalu Kecil

Jika corong terlalu sempit, puting akan bergesekan dengan dinding corong saat dipompa. Gesekan dan tekanan ini dapat menyebabkan nyeri, lecet, bengkak, bahkan luka. Tekanan hisap yang tidak merata juga dapat meningkatkan risiko trauma jaringan pada puting (Sakalidis et al., 2020). 

b. Corong Terlalu Besar

Jika corong terlalu besar, sebagian besar areola ikut tertarik masuk ke dalam corong. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa tidak nyaman pada areola. Selain itu, tarikan yang tidak tepat dapat mengganggu aliran ASI dan membuat proses pemompaan kurang efektif (Kent et al., 2012). 

2. Payudara Tidak Kosong Secara Maksimal

Ukuran yang tidak pas dapat membuat pengosongan payudara tidak optimal. Ketika payudara tidak kosong dengan baik, tubuh menerima sinyal untuk mengurangi produksi ASI pada sesi berikutnya. Inilah sebabnya ukuran corong yang sesuai berperan penting dalam menjaga kestabilan produksi ASI. 

Tips Mengukur Corong Pompa ASI yang Tepat

Jangan asal tebak ya, Mom! Untuk mendapatkan ukuran corong pompa yang pas, Mommy perlu melakukan pengukuran secara individual. Berikut langkah-langkahnya:

1. Alat yang Dibutuhkan

NIPPLE RULER

Gunakan penggaris milimeter atau alat ukur khusus untuk mendapatkan diameter puting yang tepat. Pengukuran puting yang tepat sangatlah penting dalam menentukan kecocokan ukuran corong agar tidak terlalu sempit atau terlalu longgar. 

2. Waktu Pengukuran

Pengukuran ukuran corong sebaiknya dilakukan sebelum sesi menyusui atau memompa. Pada kondisi ini, puting masih dalam ukuran alaminya dan belum membesar akibat rangsangan hisapan, sehingga hasil pengukuran lebih akurat (Medela, n.d.).

Saat proses pumping berlangsung, puting biasanya sedikit membesar karena adanya stimulasi dan peningkatan aliran darah. Jika pengukuran dilakukan setelah memompa, ukurannya bisa tampak lebih besar dari kondisi awal dan berisiko membuat Mommy memilih corong yang terlalu besar. Hal ini dapat memengaruhi kenyamanan dan efektivitas pengeluaran ASI. 

3. Mengukur Diameter Puting

Ukur diameter puting saja (bagian pangkal puting), tidak termasuk areola (bagian gelap di sekitar puting). Penentuan ukuran corong didasarkan pada diameter pangkal puting agar puting memiliki ruang yang cukup untuk bergerak tanpa gesekan berlebihan selama proses pemompaan. 

Jika corong sudah sesuai, biasanya hanya puting yang tertarik ke dalam corong, sisi puting tidak bergesekan keras dengan dinding corong, dan puting bergerak maju mundur secara bebas. 

Rumus Menentukan Ukuran Corong

Setelah mendapatkan angka diameter pangkal puting dalam milimeter (mm), gunakan rumus ini:

Diameter Puting + (0 hingga 2 mm) = Ukuran corong Mommy

Contoh:

Jika hasil pengukuran diameter puting Mommy adalah 21mm, maka ukuran corong yang paling ideal untuk Mommy adalah berkisar antara 21mm hingga 23mm.

The COMFY Test: Cara Mudah Mengecek Kesesuaian Corong

Agar lebih mudah diingat, gunakan panduan COMFY untuk memastikan ukuran corong sudah tepat dan nyaman digunakan, seperti yang dikutip dari Aeroflow Breastpumps (n.d.).

C – Center Nipples Behind the Flange Opening 

Puting berada tepat di tengah lubang corong. Saat memompa, puting bergerak maju mundur dengan bebas tanpa berubah warna, membengkak, atau terasa nyeri. 

O – Only the Nipple Should Enter the Tunnel

Hanya puting yang masuk ke dalam lubang corong. Area gelap di sekitarnya tidak ikut tertarik terlalu banyak. Biasanya, ukuran yang mendekati diameter puting terasa lebih nyaman dan efektif. 

M – Motion is Gentle and Rhythmic 

Gerakan hisapan terasa lembut dan teratur. Tidak ada tarikan tiba-tiba atau lepasnya payudara dari corong di akhir siklus pompa. 

F – Feels Comfortable

Proses memompa tidak menimbulkan rasa sakit, perih, atau tidak nyaman. Jika muncul nyeri, kemungkinan ukuran atau posisi perlu disesuaikan. 

Y – Yield Well-Drained Breasts

Setelah selesai memompa, payudara terasa lebih ringan dan lembut. Ini menandakan ASI keluar dengan optimal. 

Solusi Tanpa Perlu Beli Pompa ASI Baru

Jika ukuran corong bawaan pompa terasa terlalu besar, Mommy tidak perlu langsung membeli mesin baru. Salah satu solusi yang bisa digunakan adalah insert corong, yaitu lapisan silikon tambahan yang dipasang di dalam corong untuk menyesuaikan diameter lubang agar lebih pas dengan ukuran puting. Mommy juga dapat mengganti corong yang terlalu besar atau terlalu kecil dengan corong yang lebih pas dengan ukuran puting Mommy

Penyesuaian ukuran ini membantu mengurangi gesekan berlebih, meningkatkan kenyamanan saat pumping, serta mendukung produksi ASI lebih optimal. Cara ini lebih hemat dan tetap efektif selama ukuran insert dipilih sesuai hasil pengukuran puting. 

Maintenance dan Rutinitas Pengecekan

Pemeriksaan ukuran corong perlu dilakukan secara berkala, terutama bagi working mom atau exclusive pumping mom. Idealnya, evaluasi dilakukan setidaknya dua atau tiga bulan sekali untuk memastikan ukuran corong masih sesuai dengan kondisi puting. 

Perhatikan apakah ada tanda gesekan, nyeri, atau areola yang ikut tertarik masuk ke dalam corong saat pumping. Perawatan corong yang baik dan ukuran yang tetap pas membantu menjaga kenyamanan serta mendukung pengosongan payudara secara optimal, sehingga produksi ASI tetap stabil dalam jangka panjang. 

Kesimpulan 

Memilih ukuran corong pompa ASI yang sesuai sangat penting agar payudara bisa kosong secara optimal setiap kali pumping. Jika ukurannya pas, Mommy akan lebih nyaman, terhindar dari nyeri, dan proses pengeluaran ASI menjadi lebih efektif. Pengosongan yang maksimal membantu tubuh mempertahankan bahkan meningkatkan produksi ASI. Jadi, jangan abaikan pengukuran diameter puting demi kenyamanan dan stok ASIP si Kecil.

Jika Mommy masih bingung cara mengukur atau merasa produksi ASI belum optimal, Mom Uung siap membantu melalui Layanan Konsultasi Menyusui Gratis 24 Jam. Mommy bisa bertanya seputar manajemen pumping, pelekatan, hingga tips nutrisi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Jangan lupa save dan share artikel ini ke sesama Mommy agar makin banyak yang terbantu. Untuk edukasi seputar kesehatan ibu dan anak, ikuti juga konten Mom Uung di Instagram, TikTok, dan YouTube. Semangat menyusui, Mommy!

Referensi:

  • Aeroflow Breastpumps. (n.d.). Breast Pump Flange Size. Aeroflow Breastpumps. Diakses pada 28 Februari 2026. https://aeroflowbreastpumps.com/flange-size-chart 
  • Gridneva, Z., Warden, A. H., McEachran, J. L., Perrella, S. L., Lai, C. T., & Geddes, D. T. (2025). Efficacy Assessment of the Breast Shield Size. Proceedings, 112(1), 7. Diakses pada 19 Februari 2026. https://doi.org/10.3390/proceedings2025112007 
  • Kent, J. C., Prime, D. K., & Garbin, C. P. (2012). Principles for maintaining or increasing breast milk production. Journal of obstetric, gynecologic, and neonatal nursing : JOGNN, 41(1), 114-121. Diakses pada 19 Februari 2026.  https://doi.org/10.1111/j.1552-6909.2011.01313.x 
  • Medela. (n.d.). Finding the right breast shield: Key to comfortable and effective pumping. Medela. Diakses pada 28 Februari 2026. https://www.medela.com/en/lactation-professionals/scientific-knowledge/pumping/finding-the-right-breast-shield 
  • Sakalidis, V. S., Ivarsson, L., Haynes, A. G., Jäger, L., Schärer-Hernández, N. G., Mitoulas, L. R., & Prime, D. K. (2020). Breast shield design impacts milk removal dynamics during pumping: A randomized controlled non-inferiority trial. Acta obstetricia et gynecologica Scandinavica, 99(11), 1561-1567. Diakses pada 19 Februari 2026. https://doi.org/10.1111/aogs.13897

Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.


FAQ Seputar Topik Ini

Kenapa saat pumping puting saya sering terasa perih dan lecet?

Kemungkinan besar ukuran corong pompa Mommy tidak pas. Corong yang terlalu kecil membuat puting bergesekan dengan dinding, sedangkan corong yang terlalu besar menarik terlalu banyak bagian areola ke dalam, sehingga menyebabkan nyeri dan bengkak.

Apakah pengaruhnya ke produksi ASI?

angat besar! Jika ukuran corong tidak pas, pengosongan payudara jadi tidak efektif. Tubuh yang "menganggap" payudara masih penuh akan secara otomatis mengirim sinyal untuk mengurangi produksi ASI. Jadi, corong yang pas = payudara kosong optimal = ASI lebih deras.

Bagaimana cara mengukur ukuran corong yang benar?

Gunakan penggaris milimeter dan ukur diameter pangkal puting saja (jangan sertakan areola). Ukur saat kondisi puting sedang normal, bukan sesaat setelah pumping.

Rumusnya: Diameter Puting + (0 hingga 2 mm) = Ukuran Corong. Contoh: Jika diameter puting Mommy 21mm, maka gunakan corong ukuran 21mm-23mm.

Saya sudah terlanjur beli pompa ASI tapi corongnya kebesaran, harus beli baru?

Tidak perlu! Mommy cukup gunakan Insert Corong (lapisan silikon tambahan) yang bisa disesuaikan dengan diameter puting Mommy. Ini solusi yang jauh lebih hemat.

Share.

Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.

Butuh Bantuan atau Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Produk & Program Mom Uung?

Kami siap membantu! Jika Mommy punya pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut tentang produk ibu & bayi, ASI booster, serta program komunitas Mom Uung, tim Mom Uung Care siap memberikan informasi dan dukungan terbaik untuk Mommy.

📱
Install Mom Uung App Akses lebih cepat & nyaman
Exit mobile version