Momuung.co.id – Menjadi ibu baru sering membuat Mommy mencari alat bantu agar bisa punya waktu sebentar untuk mandi atau makan dengan tenang. Bouncer bayi pun sering jadi pilihan karena bentuknya nyaman dan gerakannya bisa menenangkan si Kecil.
Namun wajar kalau terkadang Mommy khawatir soal keamanan menggunakan bouncer untuk bayi. Jika digunakan tanpa memahami batasannya, bouncer bisa berdampak pada keselamatan dan kenyamanan bayi.
Supaya tetap aman dan sesuai kebutuhan tumbuh kembang si Kecil, penting bagi Mommy untuk memahami fungsi dan risiko penggunaan bouncer. Yuk, kita bahas faktanya bersama di sini. Buibu, yuk simak dan baca sampai selesai, ya!
Apa Itu Bouncer %%BLOCK_aa20c568a54cf1828ed96bf5dc6e0a46%%?
Bouncer bayi adalah kursi portabel yang bisa berayun atau memantul mengikuti gerakan bayi. Alat ini digunakan sebagai tempat menaruh bayi sementara agar ia bisa duduk setengah tegak dan melihat sekelilingnya, sehingga Mommy tetap bisa beraktivitas ringan di dekatnya.
Perlu diingat, bouncer bukanlah tempat tidur. Untuk tidur lebih lama, bayi sebaiknya selalu dipindahkan ke alas yang datar dan kokoh demi keamanannya.
Bahaya Penggunaan Bouncer pada Bayi Baru Lahir
Meski terlihat nyaman digunakan, bouncer bayi memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya penggunaannya tetap aman:
1. Risiko pada Kepala dan Sesak Napas (Asfiksia Posisional)
Desain bouncer yang miring dapat memengaruhi posisi kepala dan leher bayi, sehingga mengalami perubahan postur dibanding saat berbaring di permukaan datar . Oleh karena itu, penggunaan bouncer ini memerlukan pengawasan, terutama jika digunakan dalam waktu lama.
2. Menghambat Kemampuan Motorik dan Berjalan
Bouncer sebaiknya tidak digunakan terlalu lama karena bayi tetap membutuhkan waktu di permukaan datar untuk menggerakkan tubuh secara bebas. Aktivitas seperti tummy time membantu perkembangan otot leher, punggung, dan koordinasi gerak yang penting bagi tahap motorik selanjutnya (Siegel et al., 2024).
3. Risiko Cedera Fisik
Bouncer yang diletakkan di atas permukaan yang tidak stabil dapat membahayakan keselamatan bayi, karena gerakan bayi dapat membuat bouncer bergeser dan jatuh. Jika tidak diawasi, ada risiko bayi tertindih jika bouncer terbalik, terutama saat bayi mulai aktif bergerak.
Bouncer Bayi Dipakai Usia Berapa?
Umumnya, bouncer bisa digunakan sejak lahir, yang paling penting sebenarnya adalah kesiapan tubuh bayi, terutama kontrol kepala dan leher. Pada bayi baru lahir, posisi duduk miring di bouncer bisa membuat kepala mudah menunduk dan kurang nyaman untuk pernapasan jika digunakan terlalu lama (Siegel et al., 2024).
American Academy of Pediatrics juga menegaskan bahwa bouncer bukanlah tempat tidur. Penggunaannya sebaiknya hanya sebentar, yaitu saat bayi terjaga, dan selalu dalam pengawasan (Moon et al., 2022). Intinya, bouncer boleh dipakai sejak dini dan secukupnya saja, dengan posisi aman dan tidak menggantikan tempat tidur bayi.
Tips Menggunakan Baby bouncer dengan Tepat
Jika Mommy ingin tetap menggunakan bouncer, pastikan mengikuti cara memakai bouncer bayi berikut ini agar tetap aman:
- Letakkan di Lantai
Selalu letakkan bouncer di lantai yang rata, bukan di atas kasur atau meja. Permukaan yang stabil membantu menjaga posisi alat tetap aman bagi bayi.
- Pastikan Pemasangannya Benar
Pastikan kerangka dan sabuk pengaman terpasang dengan benar. Posisi kepala dan leher bayi sangat terpengaruh oleh stabilitas perangkat yang digunakan.
- Batasi Waktu Penggunaan
Gunakan bouncer hanya saat bayi terjaga, dan tidak lebih dari 30-60 menit per hari. Durasi pendek mencegah postur kepala-leher yang kurang ideal.
- Awasi Bayi Setiap Saat
Meskipun bayi tampak tenang, pengawasan orang dewasa penting untuk memastikan posisi tetap aman.
- Pindahkan Bayi Jika Tertidur
Segera letakkan bayi ke tempat tidur yang datar dengan posisi telentang jika ia terlelap di bouncer, karena alat ini tidak dimaksudkan sebagai tempat tidur.
Kesimpulan
Baby bouncer bisa menjadi bantuan praktis untuk Mommy, selama digunakan secara terbatas dan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Untuk mendukung tumbuh kembang optimal, pastikan si Kecil tetap punya waktu lebih banyak bergerak bebas di lantai dan berinteraksi langsung dengan Mommy.
Yuk, baca juga panduan lengkap mengenai Posisi Tidur Bayi Baru Lahir yang Benar agar Aman dari Risiko SIDS supaya Mommy bisa tidur lebih tenang. Jika Mommy masih punya pertanyaan seputar tumbuh kembang atau tips menyusui, layanan Konsultasi Menyusui Mom Uung GRATIS 24 Jam selalu siap mendampingi Mommy kapan saja!
Referensi:
- Moon, R. Y., Carlin, R. F., Hand, I., & TASK FORCE ON SUDDEN INFANT DEATH SYNDROME AND THE COMMITTEE ON FETUS AND NEWBORN (2022). Sleep-Related Infant Deaths: Updated 2022 Recommendations for Reducing Infant Deaths in the Sleep Environment. Pediatrics, 150(1), e2022057990. Diakses pada 5 Februari 2026. https://doi.org/10.1542/peds.2022-057990
- Siegel, D. N., Goldrod, S., Wilson, C., Bossert, A., Lujan, T. J., Whitaker, B. N., Carroll, J. L., & Mannen, E. M. (2024). Commercial infant products influence body position and muscle use. Early human development, 198, 106122. Diakses pada 5 Februari 2026. https://doi.org/10.1016/j.earlhumdev.2024.106122














