Momuung.co.id – Menjelang persalinan, Mommy biasanya fokus menyiapkan perlengkapan bayi dan kebutuhan persalinan. Padahal, ada satu hal penting yang sering terlewat, yaitu perawatan puting selama kehamilan. Banyak ibu baru menyadari pentingnya hal ini saat mulai menyusui dan mengalami puting terasa perih.
Selama hamil, puting memang mengalami perubahan alami seperti warna yang menggelap dan muncul lapisan halus. Jika tidak dibersihkan dengan tepat, kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan saat menyusui nanti.
Merawat puting sejak hamil bukan sekadar menjaga kebersihan, tapi langkah sederhana untuk membantu proses menyusu terasa nyaman. Yuk, cari tahu cara perawatan yang tepat dari sekarang. Buibu, baca sampai selesai, ya!
Manfaat Rajin Merawat Puting Selama Kehamilan
Merawat puting sejak hamil adalah bagian penting dari persiapan menyusui, bukan sekadar soal kebersihan.
1. Menjaga Kesehatan Kulit Payudara
Perubahan hormon saat hamil membuat area payudara lebih lembap dan sensitif. Membersihkan puting secara rutin membantu menjaga kebersihan kulit dan mengurangi risiko iritasi atau infeksi ringan (Dennis et al., 2014).
2. Mencegah Penyumbatan di Area Puting
Menjelang akhir kehamilan, kolostrum bisa keluar sedikit dan mengering di ujung puting. Jika tidak dibersihkan, sisa ini dapat menutup pori-pori. Perawatan lembut membantu menjaga saluran ASI tetap bersih.
3. Mengurangi Risiko Puting Lecet
Kulit puting yang terawat dan lembap lebih elastis, sehingga membantu menurunkan risiko nyeri atau luka saat bayi mulai menyusu.
4. Mendukung Pelekatan Bayi Lebih Nyaman
Puting yang bersih memudahkan bayi mendapatkan pelekatan yang efektif dan membuat ibu lebih nyaman serta mendukung keberhasilan menyusui sejak awal.
Tips Membersihkan Puting Ibu hamil dengan Aman
Area puting dan areola sangat sensitif selama kehamilan, sehingga pembersihannya perlu dilakukan dengan cara yang tepat.
1. Batasi mandi dan hindari air terlalu panas
Air panas dan mandi terlalu lama bisa menghilangkan minyak alami yang melindungi dan melembapkan puting, sehingga kulit lebih mudah kering dan iritasi.
2. Pilih sabun yang lembut atau cukup air bersih
Sabun dengan pewangi atau antiseptik keras dapat membuat kulit puting kering. Sabun ringan atau pH seimbang lebih aman digunakan.
3. Keringkan dengan cara ditepuk lembut
Hindari menggosok payudara dengan handuk kasar agar lapisan kulit tetap terlindungi.
4. Jaga payudara tetap kering
Gunakan bra berbahan katun dan ganti secara rutin untuk mencegah area lembap yang bisa memicu iritasi atau infeksi jamur.
5. Bersihkan kerak tanpa mengelupas paksa
Jika ada sisa kolostrum yang mengering, lunakkan terlebih dahulu dengan minyak yang aman, lalu usap perlahan.
Catatan penting:
Hindari stimulasi puting yang terlalu kuat. Pembersihan cukup dilakukan dengan sentuhan ringan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan selama kehamilan (Videgård et al., 2025).
Bagaimana Jika Sudah Mengalami Puting Lecet?
Meski sudah dirawat, puting yang sensitif tetap bisa mengalami iritasi ringan. Jika Mommy mulai merasa perih, beberapa langkah sederhana ini bisa membantu:
- Oleskan ASI Secukupnya
ASI mengandung zat antibakteri alami yang membantu menjaga kulit tetap bersih dan mendukung proses pemulihan.
- Gunakan Krim Puting Berbahan Alami
Pilih krim dengan kandungan alami yang aman untuk ibu hamil, seperti tanpa parfum dan bahan iritan, untuk membantu menjaga kelembapan kulit.
- Pastikan Sirkulasi Udara Baik
Hindari bra yang terlalu ketat atau lembap agar area payudara tetap kering dan nyaman.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Perawatan puting umumnya aman, tapi Mommy sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter jika muncul tanda berikut:
- Puting terasa gatal atau panas terus-menerus.
- Ada luka terbuka atau ruam yang makin meluas.
- Keluar cairan berbau atau darah dari puting (bukan kolostrum).
- Nyeri payudara hebat disertai demam.
Kesimpulan
Merawat puting sejak hamil membantu Mommy menjalani masa menyusui dengan lebih nyaman. Dengan perawatan yang rutin dan lembut, risiko puting lecet bisa diminimalisir sejak awal.
Selain payudara, perubahan kulit perut selama hamil juga perlu perhatian. Stretch mark memang umum terjadi, tapi tetap bisa dirawat agar kulit terasa lebih lembap dan elastis.
Yuk, baca juga artikel Tips Mengatasi Stretch Mark Saat Hamil agar Kulit Tetap Sehat untuk info lengkapnya. Kalau Mommy masih punya pertanyaan seputar kehamilan atau menyusui, layanan Konsultasi Mom Uung GRATIS 24 Jam siap menemani kapan saja.
Jangan lupa simpan artikel ini sebagai panduan, dan bagikan ke bumil lainnya supaya makin banyak Mommy yang siap menyusui dengan nyaman.
Referensi:
- Dennis, C. L., Jackson, K., & Watson, J. (2014). Interventions for treating painful nipples among breastfeeding women. The Cochrane database of systematic reviews, 2014(12), CD007366. Diakses pada 5 Februari 2026. https://doi.org/10.1002/14651858.CD007366.pub2
- Videgård, M., Anderberg, L., & Wells, M. B. (2025). Nipple stimulation for labour augmentation: evidence from randomised and quasi-experimental studies. BMC pregnancy and childbirth, 25(1), 1285. Diakses pada 5 Februari 2026. https://doi.org/10.1186/s12884-025-08393-3














