Momuung.co.id – Mommy pernah mengalami si Kecil menangis lama tanpa sebab yang jelas, padahal sudah disusui, popok kering, dan tidak sakit? Kondisi ini sering muncul berulang di sore atau malam hari dan bikin Mommy lelah secara fisik maupun emosional.
Bisa jadi itu adalah kolik. Meski terdengar menakutkan, kolik adalah kondisi yang umum dan bisa ditangani. Namun tak perlu khawatir, ada teknik yang terbukti membantu menenangkan bayi kolik dengan lebih cepat, salah satunya metode 5S. Yuk, pahami kolik lebih dalam dan cara menenangkannya agar Mommy dan si Kecil bisa lebih tenang.
Apa Itu Kolik?
Mommy perlu tahu, kolik bukanlah penyakit dan bukan tanda bayi sakit. Kolik adalah kondisi ketika bayi yang secara medis sehat menangis sangat sering, keras dan sulit ditenangkan tanpa penyebab yang jelas. Kondisi ini biasanya mulai muncul pada usia 2 hingga 3 minggu, mencapai puncak sekitar usia 6 minggu, lalu membaik dengan sendirinya saat bayi berusia 3 sampai 4 bulan. Kolik dikaitkan dengan proses adapatasi sistem saraf dan pencernaan bayi yang masih berkembang, bukan karena kesalahan cara mengasuh atau kualitas ASI Mommy (Mayo Clinic, 2025).
Cara Mengenali Bayi Kolik dengan Aturan Angka 3
Kolik biasanya dikenali menggunakan Aturan Angka 3 seperti berikut:
- Bayi menangis lebih dari 3 jam dalam sehari
- Terjadi setidaknya 3 hari dalam satu minggu
- Berlangsung selama 3 minggu berturut-turut atau lebih
Pola ini membantu membedakan kolik dari tangisan akibat kondisi medis lain yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut (Mayo Clinic, 2025; Muhardi et al., 2022).
Gejala Khas Bayi Kolik
Selain durasi tangisan, kolik memiliki ciri perilaku yang cukup khas, antara lain:
- Tangisan muncul tiba-tiba, paling sering pada sore atau malam hari
- Wajah bayi tampak memerah saat menangis
- Tangan mengepal dan kaki ditarik ke arah perut, seolah menahan rasa tidak nyaman
Meskipun terlihat sangat menyiksa, pemeriksaan medis umumnya menunjukkan bayi tetap sehat dan tumbuh normal. Inilah yang membedakan kolik dari kondisi medis lain yang perlu penanganan khusus (Muhardi et al., 2022).
Cara Mengatasi Bayi Kolik dengan Metode 5S
Metode 5S bertujuan menciptakan sensasi yang menyerupai kondisi di dalam rahim sehingga membantu menenangkan sistem saraf bayi yang masih belum matang. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mengurangi durasi serta intensitas tangisan pada bayi kolik (Velasco-Benítez et al., 2022).
1. Swaddling (Membedong)
Membedong memberikan tekanan lembut yang membantu bayi merasa aman sekaligus menekan refleks Moro yang sering memicu tangisan berulang. Penelitian menunjukkan bahwa swaddling dengan teknik yang aman dapat membantu stabilitas perilaku dan tidur bayi, selama tidak terlalu ketat dan tetap memperhatikan area pinggul (Van Sleuwen et al., 2007).
2. Side/Stomach Position (Posisi Miring atau Tengkurap)
Menggendong bayi dalam posisi miring atau tengkurap dapat memberikan tekanan ringan pada area perut sehingga membantu meredakan ketidaknyamanan akibat gas. Posisi ini hanya dianjurkan saat bayi digendong dan diawasi langsung. Penelitian menyebutkan bahwa stimulasi lembut pada abdomen dapat meningkatkan kenyamanan bayi dengan kolik fungsional (Velasco-Benítez et al., 2022).
3. Shushing atau White Noise
Lingkungan rahim tidak sepenuhnya sunyi, sehingga suara ritmis seperti shushing (bunyi sshh) atau white noise dapat membantu bayi merasa lebih tenang. Studi menunjukkan bahwa white noise dapat mempercepat bayi tertidur dan mengurangi tangisan berlebihan pada bayi kolik. Namun, orang tua perlu berhati-hati dengan volumenya.
Volume aman white noise untuk bayi kolik adalah maksimal 50 desibel (dB), setara dengan suara hujan ringan atau mesin pencuci piring yang tenang. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), batas volume ini penting untuk mencegah kerusakan pendengaran bayi (Hugh et al., 2014).
4. Swinging (Ayunan Lembut)
Gerakan kecil dan berirama membantu menstimulasi sistem vestibular bayi yang berperan dalam regulasi emosi. Penelitian menunjukkan bahwa ayunan lembut dengan kepala dan leher tersangga dengan baik dapat membantu menurunkan respons stres dan membuat bayi lebih rileks (Muhardi et al., 2022).
5. Sucking (Mengisap)
Mengisap merupakan mekanisme self-soothing alami bayi. Aktivitas ini merangsang pelepasan hormon relaksasi dan membantu menstabilkan detak jantung. Bukti penelitian menunjukkan bahwa menyusu langsung atau penggunaan empeng yang tepat dapat mengurangi durasi tangisan pada bayi kolik tanpa efek samping (Muhardi et al., 2022).
Tips Tambahan Mengatasi Gas pada Bayi Kolik
Seringkali kolik diperparah oleh gas yang terjebak di saluran cerna. Mommy bisa melakukan cara ini setelah mandi atau saat si Kecil mulai gelisah:
Pijat I Love You (ILU)
Pijat ILU dilakukan dengan gerakan lembut mengikuti arah usus besar bayi, dimulai dari sisi kiri atas perut ke arah bawah. Teknik ini membantu meningkatkan peristaltik usus dan mendorong gas keluar secara alami. Studi menunjukkan bahwa pijat perut dapat menurunkan durasi tangisan dan membuat bayi kolik lebih tenang karena stimulasi sentuhan juga membantu relaksasi sistem saraf bayi (Sheidaei et al., 2016).
Gerakan Sepeda
Gerakan sepeda ini dilakukan dengan membaringkan bayi, lalu menggerakkan kedua kakinya seperti sedang mengayuh. Gerakan ini memberi tekanan ringan pada perut sehingga membantu mendorong gas keluar. Studi menunjukkan bahwa stimulasi gerakan pasif seperti ini termasuk cara suportif yang aman untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat gangguan pencernaan fungsional pada bayi, termasuk kolik (Velasco-Benítez et al., 2022).
Kesimpulan
Kolik adalah kondisi umum pada bayi sehat yang ditandai dengan tangisan berlebihan tanpa penyebab yang jelas. Meski melelahkan, kolik bersifat sementara dan biasanya membaik seiring bertambahnya usia bayi. Mommy dapat menenangkan si Kecil dengan metode 5S seperti membedong, menggendong dengan posisi yang tepat, memberikan white noise, ayunan lembut, serta membiarkan bayi mengisap. Jika kolik disertai gas, pijat ILU dan gerakan sepeda juga dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
Jika Mommy masih memiliki pertanyaan seputar menyusui atau kondisi si Kecil, Mom Uung menyediakan layanan konsultasi menyusui gratis 24 jam yang siap mendampingi kapan pun dibutuhkan.
Yuk, simpan artikel ini sebagai panduan saat si Kecil rewel, dan bagikan kepada sesama Mommy agar semakin banyak orang tua yang memahami cara menangani kolik dengan tepat.
Referensi:
- Hugh, S. C., Wolter, N. E., Propst, E. J., Gordon, K. A., Cushing, S. L., & Papsin, B. C. (2014). Infant sleep machines and hazardous sound pressure levels. Pediatrics, 133(4), 677-681. Diakses pada 22 Februari 2026. https://doi.org/10.1542/peds.2013-3617
- Mayo Clinic. (2025). Colic: Symptoms and causes. Mayo Clinic. Diakses pada 18 Februari 2026. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/colic/symptoms-causes/syc-20371074
- Muhardi, L., Aw, M. M., Hasosah, M., Ng, R. T., Chong, S. Y., Hegar, B., Toro-Monjaraz, E., Darma, A., Cetinkaya, M., Chow, C. M., Kudla, U., & Vandenplas, Y. (2022). A Narrative Review on the Update in the Prevalence of Infantile Colic, Regurgitation, and Constipation in Young Children: Implications of the ROME IV Criteria. Frontiers in pediatrics, 9, 778747. Diakses pada 18 Februari 2026. https://doi.org/10.3389/fped.2021.778747
- Sheidaei, A., Abadi, A., Zayeri, F., Nahidi, F., Gazerani, N., & Mansouri, A. (2016). The effectiveness of massage therapy in the treatment of infantile colic symptoms: A randomized controlled trial. Medical journal of the Islamic Republic of Iran, 30, 351.
- van Sleuwen, B. E., Engelberts, A. C., Boere-Boonekamp, M. M., Kuis, W., Schulpen, T. W., & L’Hoir, M. P. (2007). Swaddling: a systematic review. Pediatrics, 120(4), e1097-e1106. Diakses pada 18 Februari 2026. https://doi.org/10.1542/peds.2006-2083
- Velasco-Benítez, C. A., Collazos-Saa, L. I., & García-Perdomo, H. A. (2022). Functional Gastrointestinal Disorders in Neonates and Toddlers According to the Rome IV Criteria: A Systematic Review and Meta-Analysis. Pediatric gastroenterology, hepatology & nutrition, 25(5), 376-386. Diakses pada 18 Februari 2026. https://doi.org/10.5223/pghn.2022.25.5.376














