Momuung.co.id – Mommy sedang memasuki trimester ketiga? Pasti sibuk menyiapkan tas rumah sakit, mencuci baju bayi, dan menata kamar si Kecil. Rasanya tidak sabar ingin segera memeluk buah hati, ya.
Namun, satu hal yang sering terlupakan oleh Mommy adalah ilmu menyusui. Banyak Mommy mengira menyusui akan berjalan alami, padahal di awal pasca melahirkan banyak yang stres, puting lecet, atau bingung cara menyusui yang benar.
Menyusui bukan hanya naluri, tapi keterampilan yang bisa dipelajari. Mengikuti konsultasi laktasi sejak hamil adalah investasi agar masa postpartum lebih lancar dan menyenangkan. Yuk, simak manfaat mengikuti konsultasi laktasi sejak trimester ketiga di sini. Buibu, baca sampai selesai, ya!
Apa itu konsultasi laktasi?
Konsultasi laktasi adalah layanan pendampingan menyusui yang diberikan oleh tenaga kesehatan terlatih, seperti konselor laktasi bersertifikat, bidan, atau dokter. Dalam sesi ini, ibu tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga evaluasi langsung terkait posisi menyusui, pelekatan (latch), produksi ASI, kondisi payudara, serta faktor medis pada ibu dan bayi yang dapat memengaruhi proses menyusui.
Layanan ini bersifat personal dan berbasis asesmen klinis, sehingga solusi yang diberikan disesuaikan dengan kondisi masing-masing ibu dan bayi, bukan sekadar saran umum.
Hal ini sejalan dengan pedoman resmi World Health Organization (2018) dalam WHO guideline: Counselling of women to improve breastfeeding practices, yang menegaskan bahwa konseling menyusui secara personal dan berkelanjutan oleh tenaga terlatih efektif meningkatkan keberhasilan menyusui sejak awal serta kepercayaan diri ibu.
Dengan kata lain, konsultasi laktasi merupakan pendekatan berbasis medis yang membantu ibu menyusui dengan teknik yang tepat sejak dini, mengatasi kendala lebih cepat, dan menjaga keberlangsungan ASI secara optimal.
5 Alasan Mengapa Ibu Perlu Konsultasi Laktasi Sejak Trimester 3
1. Belajar Pelekatan dan Posisi Menyusui yang Tepat
Banyak ibu mengalami nyeri dan puting lecet karena pelekatan yang belum tepat, terutama pada hari-hari pertama menyusui. Edukasi mengenai posisi dan pelekatan yang benar sebelum persalinan membantu Mommy lebih siap secara teknis dan mental saat bayi lahir. WHO juga menekankan bahwa konseling menyusui sejak masa kehamilan dapat meningkatkan keberhasilan menyusui dan menurunkan risiko trauma puting pada ibu (World Health Organization, 2018; Victora et al., 2016).
2. Deteksi Dini Kondisi Puting dan Payudara
Setiap ibu memiliki kondisi anatomi payudara yang berbeda, termasuk puting datar (flat nipple) atau masuk ke dalam (inverted nipple). Jika kondisi ini baru diketahui setelah persalinan, ibu sering merasa panik karena bayi kesulitan menyusu. Konsultasi laktasi di trimester 3 memungkinakn tenaga kesehatan mengidentifikasi potensi kendala sejak awal dan menyiapkan strategi yang sesuai (Gavine et al., 2022).
3. Memahami Bayi di Awal Kelahiran, Kolostrum, dan Perubahan Fisiologis Ibu
Banyak kecemasan di awal menyusui sebenarnya terjadi karena kurangnya informasi tentang apa yang normal pada hari-hari pertama setelah melahirkan. Inilah mengapa konsultasi laktasi sejak trimester 3 menjadi penting, agar Mommy sudah memahami prosesnya sebelum bayi lahir.
Dalam sesi persiapan tersebut, biasanya akan dibahas:
Pola Menyusu Bayi di Hari Pertama
Mommy akan memahami bahwa bayi memang menyusu sedikit tetapi sering karena ukuran lambungnya masih kecil. Pengetahuan ini membantu mencegah kekhawatiran berlebihan tentang ASI yang dianggap kurang.
Peran dan Kecukupan Kolostrum
Konsultasi membantu menjelaskan bahwa kolostrum, meski jumlahnya sedikit, sudah sesuai dengan kebutuhan bayi dan sangat kaya antibodi. Mommy jadi lebih percaya diri saat melihat ASI belum banyak keluar.

Jika Kolostrum Belum Terlihat
Edukasi sejak trimester akhir membuat Mommy tahu bahwa produksi ASI dipengaruhi stimulasi dan hormon setelah plasenta lahir. Dengan pelekatan dini dan menyusu sering, produksi ASI akan meningkat secara bertahap.
Perubahan Hormonal dan Pembengkakan Payudara
Mommy juga dipersiapkan menghadapi fase payudara terasa penuh pada hari ke-2 hingga ke-5. Dengan pemahaman ini, pembengkakan tidak langsung dianggap sebagai masalah, melainkan bagian dari proses adaptasi tubuh.
4. Membangun Support System Sejak Hamil dengan Melibatkan Ayah
Menyusui bukan hanya tanggung jawab ibu. Dukungan pasangan, terutama Ayah, berperan besar dalam keberhasilan ASI eksklusif dan kesehatan mental ibu. Konsultasi laktasi di trimester 3 menjadi ruang edukasi bagi Ayah agar memahami perannya dalam mendukung proses menyusui. Studi menunjukkan bahwa keterlibatan pasangan sejak masa kehamilan berhubungan dengan durasi menyusui yang lebih lama dan pengalaman menyusui yang lebih positif (Mahesh et al., 2018).
5. Menyusun Breastfeeding Plan untuk Kondisi Khusus
Setiap ibu memiliki situasi yang berbeda, seperti rencana kembali bekerja atau kemungkinan kondisi medis tertentu pada bayi. Konsultasi laktasi pada trimester 3 membantu Mommy menyusun rencana menyusui yang realistis dan personal. Perencanaan yang matang membantu menurunkan stres ibu dan mendukung kerja hormon oksitosin yang berperan penting dalam produksi ASI (World Health Organization, 2018; Victora et al., 2016).
Tips Memilih Konselor Laktasi yang Tepat
Agar konsultasi menyusui benar-benar efektif dan sesuai kebutuhan Mommy, pemilihan konsultan laktasi perlu dilakukan dengan cermat berdasarkan standar medis yang diakui.
1. Pastikan Memiliki Sertifikasi sebagai Konselor Menyusui
Pilih konselor yang memiliki sertifikasi resmi sebagai konselor menyusui, karena ini menandakan mereka telah melalui pelatihan terstruktur, praktik klinis, serta pembelajaran berbasis bukti ilmiah. Konselor bersertifikasi dibekali kompetensi untuk membantu berbagai tantangan menyusui secara aman dan sesuai kondisi ibu dan bayi. Penelitian menunjukkan bahwa dukungan menyusui dari tenaga yang terlatih dan tersertifikasi berkaitan dengan perlekatan yang lebih baik, durasi menyusui yang lebih panjang, serta tingkat kepuasan ibu yang lebih tinggi (Gavine et al., 2022).
2. Perhatikan Akses dan Lokasi Pendampingan
Konselor yang dapat diakses dengan mudah, terutama yang terhubung dengan rumah sakit tempat persalinan, memberi keuntungan besar bagi Mommy. Pendampingan sejak jam-jam awal kelahiran, termasuk saat Inisiasi Menyusu Dini, terbukti membantu membangun refleks menyusu bayi dan produksi ASI yang optimal (World Health Organization, 2018).
3. Memiliki Layanan Edukasi dan Kelas Menyusui
Konselor yang menyediakan kelas menyusui interaktif membantu Mommy memahami proses menyusui secara menyeluruh sejak masa kehamilan. Edukasi yang dikombinasikan dengan diskusi dan dukungan sosial dapat meningkatkan kepercayaan diri ibu serta kesiapan menyusui setelah melahirkan.
Jika belum menemukan konselor di sekitar tempat tinggal, Mommy tetap bisa mengikuti kelas pendampingan atau memanfaatkan layanan telekonsultasi. Mom Uung menyediakan kelas edukasi menyusui serta layanan telekonsultasi laktasi yang bisa diakses dari mana saja, sehingga Mommy tetap mendapatkan pendampingan profesional sesuai kebutuhan.
4. Pahami Perbedaan Konselor dan Konsultan Laktasi
Konselor menyusui umumnya membantu edukasi dasar, teknik pelekatan, serta masalah umum dalam menyusui. Sementara itu, konsultan laktasi, terutama yang telah memiliki sertifikasi internasional, memiliki pelatihan lebih mendalam dan kompetensi klinis untuk menangani kasus yang lebih kompleks. Contohnya seperti bayi prematur, gangguan anatomi mulut bayi, produksi ASI sangat rendah, nyeri menyusui berat, atau kondisi medis tertentu pada ibu.
Jika Mommy memiliki riwayat medis khusus atau menghadapi tantangan menyusui yang tidak membaik dengan pendampingan dasar, berkonsultasi dengan konsultan laktasi bersertifikasi internasional dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.
Kesimpulan
Konsultasi laktasi sejak trimester 3 membantu Mommy mempelajari posisi dan pelekatan menyusui yang benar, mendeteksi potensi kendala pada tubuh Mommy, memahami penggunaan pompa dan alat bantu, melibatkan pasangan sebagai support system, serta menyusun rencana menyusui yang personal. Dukungan profesional ini meningkatkan kepercayaan diri dan membantu perjalanan menyusui lebih lancar sejak hari pertama kelahiran bayi.
Mom Uung menyediakan layanan Konsultasi menyusui gratis 24 jam yang personal dan berbasis rekomendasi medis, jadi Mommy tidak perlu menghadapi tantangan menyusui sendirian.
Yuk, simpan artikel ini sebagai panduan dan bagikan ke teman Mommy lain agar semakin banyak ibu yang terbantu dalam perjalanan ASI mereka!
Referensi:
- Gavine, A., Shinwell, S. C., Buchanan, P., Farre, A., Wade, A., Lynn, F., Marshall, J., Cumming, S. E., Dare, S., & McFadden, A. (2022). Support for healthy breastfeeding mothers with healthy term babies. The Cochrane database of systematic reviews, 10(10), CD001141. https://doi.org/10.1002/14651858.CD001141.pub6
- Mahesh, P. K. B., Gunathunga, M. W., Arnold, S. M., Jayasinghe, C., Pathirana, S., Makarim, M. F., Manawadu, P. M., & Senanayake, S. J. (2018). Effectiveness of targeting fathers for breastfeeding promotion: systematic review and meta-analysis. BMC public health, 18(1), 1140. https://doi.org/10.1186/s12889-018-6037-x
- Mitchell, K. B., Johnson, H. M., Rodríguez, J. M., Eglash, A., Scherzinger, C., Zakarija-Grkovic, I., Cash, K. W., Berens, P., Miller, B., & Academy of Breastfeeding Medicine (2022). Academy of Breastfeeding Medicine Clinical Protocol #36: The Mastitis Spectrum, Revised 2022. Breastfeeding medicine : the official journal of the Academy of Breastfeeding Medicine, 17(5), 360–376. https://doi.org/10.1089/bfm.2022.29207.kbm
- Victora, C. G., Bahl, R., Barros, A. J., França, G. V., Horton, S., Krasevec, J., Murch, S., Sankar, M. J., Walker, N., Rollins, N. C., & Lancet Breastfeeding Series Group (2016). Breastfeeding in the 21st century: epidemiology, mechanisms, and lifelong effect. Lancet (London, England), 387(10017), 475-490. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(15)01024-7
- World Health Organization. (2018). Guideline: Counselling of women to improve breastfeeding practices (WHO Guideline). World Health Organization. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539319/











