Momuung.co.id – Menjadi ibu menyusui adalah perjalanan cinta yang luar biasa, namun jujur saja, tantangannya juga nyata ya, Mom? Salah satu pain point terbesar bagi Mommy, terutama yang bekerja atau yang ingin meningkatkan stok ASIP, adalah menemukan Mom uung" class="glossary-link">Pompa ASI yang cocok. Banyak Mommy yang mengeluh payudara lecet, hisapan terasa menyakitkan, hingga hasil pumping yang sedikit meski sudah berjam-jam mencoba.
Memilih pompa ASI itu bukan cuma soal harga atau desain yang cantik, tapi soal kecocokan dengan metabolisme tubuh Mommy. Pompa yang tepat harusnya bisa membantu Mommy mengosongkan payudara dengan efisien tanpa rasa sakit, sehingga hormon oksitosin tetap terjaga dan ASI pun melimpah. Buibu, baca sampai selesai, ya!
Bagaimana Cara Kerja Pompa ASI yang Efektif?
Secara medis, pompa ASI bekerja dengan cara menciptakan tekanan vakum untuk menarik puting ke dalam corong, kemudian melepaskannya secara ritmis. Proses ini dirancang untuk meniru isapan alami bayi (latch-on).
Pompa ASI yang baik memiliki dua fase utama:
- Fase Stimulasi (Massage): Hisapan pendek dan cepat untuk memicu Let-Down Reflex (LDR).
- Fase Ekspresi (Pumping): Hisapan yang lebih lambat dan dalam untuk mengeluarkan ASI secara maksimal.
Kapan Waktu yang Tepat Menyiapkan Pompa ASI?

Idealnya, Mommy bisa mulai menyiapkan pompa ASI sejak trimester ketiga kehamilan. Mengapa? Agar saat Si Kecil lahir, Mommy sudah tidak bingung lagi cara menggunakannya. Selain itu, pada beberapa kondisi seperti bayi kuning atau bayi prematur yang belum bisa menyusu langsung (DBF), pompa ASI menjadi penyelamat utama agar produksi ASI Mommy tetap terjaga sejak hari pertama.
5 Tips Memilih Pompa ASI yang Tepat Menurut Medis
Agar Mommy tidak salah pilih, perhatikan 5 tips dalam memilih pompa ASI berikut ini:
1. Hospital grade
Ini adalah salah satu hal yang paling penting dalam memilih pompa ASI. Pompa ASI hospital grade memiliki motor yang lebih kuat, tahan lama, dan memiliki ritme hisapan yang paling mendekati hisapan bayi.
Pentingnya standar ini didukung oleh penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan pompa berkualitas tinggi secara signifikan membantu ibu dengan bayi prematur atau ibu yang mengalami kendala menyusui untuk mencapai target volume ASI yang dibutuhkan. Dengan hisapan yang stabil, payudara akan terstimulasi lebih baik untuk memproduksi ASI secara berkelanjutan.
2. Perhatikan Jangka Waktu Penggunaan
Jika Mommy adalah seorang working mom atau exclusive pumper (EPing), Mommy butuh pompa yang didesain untuk penggunaan frekuensi tinggi (8-10 kali sehari). Jangan memilih pompa yang hanya kuat untuk penggunaan sesekali, karena motornya akan cepat lemah dan daya hisapnya menurun, yang akhirnya bisa membuat produksi ASI Mommy ikutan turun.
3. Pastikan Ukuran Corong Pas
Banyak Mommy tidak sadar bahwa ukuran corong sangat menentukan hasil pumping. Jika corong terlalu kecil, puting akan lecet; jika terlalu besar, area areola akan ikut tertarik masuk dan menghambat saluran ASI. Ukuran corong yang pas akan memastikan kenyamanan dan pengosongan payudara yang optimal.
4. Kemudahan Cara Penggunaan
Cari pompa yang mudah dirakit dan dibersihkan. Sebagai ibu baru, waktu Mommy sangat berharga. Pompa yang memiliki komponen terlalu banyak atau sulit dicuci hanya akan membuat Mommy stres. Ingat, Mommy yang bahagia dan bebas stres adalah kunci utama ASI lancar!
5. Efektivitas dan Kenyamanan Hisapan
Memompa ASI yang efektif tidak harus dengan hisapan paling kuat hingga terasa sakit, ya Mom. Justru, hisapan yang lembut namun stabil membantu tubuh Mommy lebih rileks sehingga refleks pengeluaran ASI (LDR) bisa muncul berulang kali dalam satu sesi pumping. Penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan saat memompa berperan penting dalam respons hormon laktasi dan dapat meningkatkan hasil ASI tanpa perlu meningkatkan kekuatan hisapan.
Rekomendasi Pompa ASI Terbaik dari Mom Uung

Jika Mommy mencari pompa ASI yang memenuhi semua kriteria di atas, Mom Uung menghadirkan pilihan yang telah digunakan dan dipercaya oleh banyak ibu di Indonesia:
- Pompa asi portable Mom Uung (Versi Corong):
Pompa asi portable mom uung dirancang untuk Mommy yang mengutamakan pengosongan ASI maksimal dengan performa kuat dan stabil setara hospital grade. Desain portable & wireless tanpa kabel memudahkan penggunaan di rumah maupun di kantor, dilengkapi dual mode pijat dan hisap yang membantu memancing Let Down Reflex (LDR) sekaligus mengosongkan payudara secara optimal dengan suara lembut anti-noise.
Daya hisapnya tetap stabil meski baterai hampir habis, membantu menjaga produksi ASI dan mencegah clogging. Didukung garansi 2 tahun serta ketersediaan sparepart yang mudah, pompa ini ideal untuk penggunaan intensif dan jangka panjang.
- Pompa asi handsfree Mom Uung:
Pompa ASI Handsfree Mom Uung hadir untuk Mommy aktif yang ingin tetap produktif saat pumping. Desain hands-free dan wireless memungkinkan pompa diselipkan langsung di dalam bra tanpa kabel atau selang, namun tetap menghadirkan hisapan hospital grade yang stabil, lembut, dan anti-berisik.
Dilengkapi mode ganda pijat dan hisap untuk pengosongan maksimal, pompa ini juga menggunakan botol PPSU yang kuat dan BPA-free, ringan dibawa, dengan daya tahan baterai yang baik serta garansi panjang, memberikan kenyamanan optimal saat beraktivitas sambil memompa ASI.
Pumping Hack untuk Mommy
Banyak Mommy merasa hasil pumping lebih sedikit dibandingkan saat menyusui langsung, padahal hal ini sering berkaitan dengan kesiapan tubuh dan teknik yang digunakan. Untuk hasil optimal, lakukan warm compress atau pijat oksitosin sebelum pumping, pastikan tubuh dalam posisi rileks, lalu gunakan mode massage pada pompa selama 2-3 menit hingga ASI mulai menetes sebelum beralih ke mode hisap.
Bagi Mommy yang menggunakan pompa ASI handsfree, pastikan bra terpasang dengan pas dan tidak terlalu longgar agar posisi corong optimal. Meski handsfree, pengosongan tetap efektif karena teknologinya telah disesuaikan dengan standar medis.
Kesimpulan
Memilih pompa ASI merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi kesehatan Mommy dan Si Kecil. Dengan menggunakan pompa ASI berstandar hospital grade seperti Mom Uung, Mommy dapat membantu mencegah berbagai kendala menyusui, mulai dari payudara bengkak hingga risiko penurunan produksi ASI.
Bagi Mommy yang masih memiliki pertanyaan atau membutuhkan panduan penggunaan pompa yang tepat, Mom Uung menyediakan layanan konsultasi gratis 24 jam bersama konselor berpengalaman.
Jangan lupa simpan panduan ini sebagai referensi saat memilih pompa ASI dan bagikan kepada sesama bumil agar semakin banyak ibu yang bisa menjalani perjalanan menyusui dengan nyaman dan penuh percaya diri, ya, Mom!
Referensi:
- Manshanden, T. M. N., Prime, D. K., Scheele, F., & Velzel, J. (2024). An evaluation of patient comfort levels during expression with a modified pumping program: a prospective proof of concept study. Frontiers in global women’s health, 5, 1378263. Diakses pada 13 Januari 2026. https://doi.org/10.3389/fgwh.2024.1378263
- Quan, M., Li, Z., Ward, L. P., Feng, S., Jing, Y., Wang, L., & Yuan, J. (2023). A quality improvement project to increase breast milk feeding of hospitalized late preterm infants in China. International breastfeeding journal, 18(1), 45. Diakses pada 13 Januari 2026. https://doi.org/10.1186/s13006-023-00582-0














