Momuung.co.id – Perjalanan menjadi seorang Ibu adalah rangkaian momen penuh cinta, tapi wajar jika muncul rasa khawatir saat melihat kondisi Si Kecil. Apalagi ketika bibir bayi tampak pecah-pecah, terlihat dua warna, atau muncul lepuhan kecil setelah menyusu.
Kondisi ini disebut dengan Lip Blister atau lepuhan laktasi. Meski terlihat sepele, lip blister sebaiknya tidak diabaikan karena bisa menjadi tanda bahwa proses menyusu belum optimal, baik bagi bayi maupun Mommy. Buibu, baca sampai selesai, ya!
Apa Itu Lip Blister?
Lip blister pada bayi umumnya terjadi akibat pelekatan menyusu yang kurang tepat. Saat posisi menyusu tidak optimal, tekanan dan gesekan berulang dapat terjadi pada bibir bayi dan puting ibu. Idealnya, bibir bayi terlipat keluar dan mulut menempel dalam pada areola agar hisapan terasa nyaman dan merata. Jika pelekatan dangkal atau bibir terlipat ke dalam, gesekan yang terus terjadi bisa memicu iritasi hingga lepuhan pada bibir bayi atau puting ibu (Camargo et al., 2023).
Kapan Ibu Harus Waspada?
Iritasi ringan di awal masa menyusu masih bisa terjadi karena proses adaptasi. Namun, Mommy perlu lebih waspada bila lepuhan tidak kunjung membaik, muncul perubahan warna yang mencolok, kulit terasa mengeras, atau bayi tampak tidak nyaman saat menyusu. Trauma yang berlangsung lama sering berkaitan dengan pelekatan yang belum optimal dan sebaiknya segera diperbaiki dengan pendampingan tenaga kesehatan agar proses menyusui tetap nyaman dan dapat berlangsung optimal (Wang et al., 2021).
5 Tips Cegah Lip Blister
Lip blister dapat dicegah dengan cara melakukan pelekatan dalam (deep latch) seperti berikut:

1. Hidung Bayi Sejajar dengan Puting
Sebelum memasukkan puting ke mulut bayi, pastikan posisi hidung bayi dan puting Mommy sejajar terlebih dahulu. Posisi ini akan membantu bayi mendongak dan membuka mulut lebih lebar secara alami.
2. Tunggu Mulut Bayi Terbuka Lebar
Tunggu sampai si Kecil membuka mulutnya selebar mungkin. Momen ini biasanya ditandai dengan gerakan bayi “geleng-geleng” kepala sebagai tanda ia sudah siap menyusu. Jadi, Mommy tidak perlu terburu-buru, ya.
3. Arahkan Bayi ke Payudara
Saat mulut sudah terbuka lebar, dekatkan bayi ke payudara, bukan mendorong payudara ke mulut bayi. Dagunya menempel ke payudara terlebih dahulu
4. Pastikan Areola Masuk Lebih Banyak
Areola bagian bawah biasanya masuk lebih banyak ke mulut bayi dibanding bagian atas. Ini menandakan latch sudah dalam dan efektif.
5. Cek Tanda Deep Latch Sudah Benar

Pelekatan yang baik ditandai dengan hal berikut:
- Dagu bayi menempel pada payudara
Dagu yang menempel menandakan pelekatan cukup dalam, sehingga bayi bisa mengisap ASI dengan stabil dan nyaman. - Hidung bayi tetap bebas
Hidung tidak tertutup payudara, jadi bayi tetap bisa bernapas dengan lega saat menyusu. - Mulut bayi terbuka lebar
Mulut yang terbuka lebar membantu bayi mengambil areola lebih banyak, bukan hanya putingnya saja. - Areola lebih banyak terlihat di bagian atas bibir
Ini menunjukkan posisi pelekatan sudah tepat, karena bagian bawah payudara masuk lebih dalam ke mulut bayi. - Pipi bayi tampak penuh dan membulat
Pipi yang tidak cekung menandakan isapan bayi efektif dan tidak menjepit puting.
Bagaimana Jika Lip Blister Sudah Terlanjur Muncul?
Jika si Kecil sudah mengalami lip blister, Mommy tidak perlu memecahkannya. Kulit lepuhan tersebut akan mengelupas dengan sendirinya seiring perbaikan teknik pelekatan. Namun, Mommy bisa melakukan beberapa hal berikut:
- Oleskan ASI: ASI mengandung zat antibakteri alami. Mengoleskan yang membantu menjaga kelembapan serta mempercepat pemulihan bibir bayi yang melepuh.
- Evaluasi Posisi: Cobalah berbagai posisi menyusui (seperti football hold atau side-lying) untuk menemukan posisi di mana bayi bisa membuka mulut paling lebar.
Kesimpulan
Mommy, munculnya lip blister pada bayi bukan berarti Mommy gagal menyusui, ya. Semua ini adalah bagian dari proses belajar bersama antara Mommy dan bayi. Dengan perbaikan pelekatan yang dilakukan secara konsisten, bibir bayi dapat kembali nyaman, puting Mommy tetap sehat, dan momen menyusui pun terasa lebih tenang serta penuh kehangatan.
Terus semangat memberikan nutrisi terbaik untuk bayi ya, Mom. Jika dirasa masih khawatir atau memiliki pertanyaan, Mommy bisa memanfaatkan layanan konsultasi gratis 24 jam bersama konselor menyusui Mom Uung yang telah tersertifikasi untuk mendapatkan pendampingan yang tepat dan berbasis medis, agar proses menyusui terasa lebih tenang dan percaya diri.
Yuk, simpan artikel ini sebagai panduan menyusui dan bagikan ke Buibu lain yang mungkin sedang mengalami hal serupa. Dukungan kecil bisa membawa dampak besar untuk perjalanan menyusui yang lebih nyaman.
Referensi:
- Camargo, B. T. S., Sañudo, A., Kusahara, D. M., & Coca, K. P. (2023). Initial nipple damages in breastfeeding women: analysis of photographic images and clinical associations. Revista brasileira de enfermagem, 77(1), e20220773. Diakses pada 14 Januari 2026. https://doi.org/10.1590/0034-7167-2022-0773
- Wang, Z., Liu, Q., Min, L., & Mao, X. (2021). The effectiveness of the laid-back position on lactation-related nipple problems and comfort: a meta-analysis. BMC pregnancy and childbirth, 21(1), 248. Diakses pada 14 Januari 2026. https://doi.org/10.1186/s12884-021-03714-8














