Momuung.co.id – Menjadi ibu hamil adalah perjalanan yang istimewa, namun perubahan pada tubuh sering kali datang dengan berbagai perasaan. Munculnya garis-garis kemerahan atau putih di area perut, paha, hingga payudara kerap membuat Mommy jadi kurang percaya diri. Apalagi saat terasa gatal atau perih, wajar jika muncul pertanyaan, “Nanti setelah melahirkan, stretch mark ini bisa memudar tidak ya?”
Perubahan kulit selama kehamilan adalah hal yang normal, tetapi tetap bisa dirawat dengan langkah yang tepat. Dengan perawatan yang konsisten, elastisitas kulit dapat terjaga sehingga risiko stretch mark berkurang dan kulit tetap sehat. Yuk, bahas bersama cara merawatnya dengan benar. Buibu, baca sampai selesai, ya!
Apa Itu Stretch Mark dan Kenapa Muncul Saat Hamil?
Stretch mark atau dalam istilah medis disebut striae gravidarum adalah garis halus pada kulit yang muncul karena lapisan tengah kulit meregang lebih cepat dari kemampuan elastisitas alaminya. Kondisi ini sangat umum dan dialami oleh sebagian besar ibu hamil, terutama pada perut, payudara, paha, dan pinggul. Jadi, Mommy tak perlu khawatir, stretch mark tidak berbahaya dan tidak memengaruhi kesehatan ibu maupun bayi (Farahnik et al., 2016).
Penyebab Utama Munculnya Stretch Mark:
- Peregangan kulit yang cepat
Saat kehamilan berkembang, kulit harus menyesuaikan diri dengan pertumbuhan janin. Jika peregangan terjadi terlalu cepat, serat kolagen dan elastin di dalam kulit bisa berubah, sehingga muncul garis stretch mark (Mikes et al., 2025). - Perubahan hormon kehamilan
Hormon seperti estrogen dan relaxin membantu tubuh beradaptasi selama hamil, tetapi juga membuat struktur kulit menjadi lebih lentur dan rentan terhadap perubahan saat meregang. - Faktor genetik
Riwayat stretch mark dalam keluarga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalaminya. Hal ini berkaitan dengan perbedaan alami struktur kolagen dan elastin pada setiap individu (Mammadov, 2024). - Kenaikan berat badan yang cepat
Kenaikan berat badan yang signifikan dalam waktu singkat memberi tekanan tambahan pada kulit. Semakin cepat perubahan ukuran tubuh, semakin besar peluang terbentuknya stretch mark.
5 Cara Mengurangi Stretch Mark Saat Hamil
Agar stretch mark tidak semakin parah, Mommy bisa melakukan langkah-langkah berikut sejak dini:
1. Rutin Melembapkan Kulit
Gunakan pelembap alami atau minyak alami seperti minyak kelapa, minyak zaitun, atau krim dengan shea butter setiap pagi dan malam. Kulit yang lembap lebih elastis dan lebih siap mengikuti perubahan ukuran perut.
2. Hindari Menggaruk Saat Gatal
Rasa gatal menandakan kulit sedang meregang. Menggaruk justru bisa melukai kulit dan memperparah stretch mark. Sebaiknya usap lembut atau oleskan pelembap untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman pada kulit Mommy.
3. Konsumsi Vitamin E
Vitamin E membantu menjaga kelembapan dan elastisitas kulit. Mommy bisa mendapatkannya dari makanan bergizi atau produk perawatan kulit yang aman untuk ibu hamil.
4. Penuhi Nutrisi Pendukung Kulit
Kulit sehat membutuhkan nutrisi seimbang. Konsumsi buah dan sayur untuk antioksidan, biji-bijian untuk mendukung pembentukan kolagen, serta kacang-kacangan sebagai sumber lemak sehat.
5. Cukupi Asupan Air Harian
Minum air putih yang cukup membantu menjaga kelembapan kulit dari dalam. Kulit yang terhidrasi dengan baik cenderung lebih lentur saat mengalami peregangan.

Cara Memudarkan Stretch Mark Setelah Melahirkan
Setelah melahirkan, stretch mark biasanya berubah warna menjadi lebih terang. Meski tidak bisa hilang sepenuhnya, Mommy tetap bisa membantu menyamarkannya dengan beberapa langkah berikut.
1. Tetap Rutin Pakai Krim atau Minyak
Lanjutkan penggunaan krim stretch mark atau minyak alami setiap hari. Pemakaian rutin membantu menjaga kelembapan kulit dan mendukung proses perbaikan kulit secara bertahap.
2. Mulai Aktivitas Fisik Secara Bertahap
Olahraga ringan yang dilakukan secara rutin membantu mengencangkan otot dan kulit yang kendur setelah melahirkan. Sesuaikan jenis dan intensitas olahraga dengan kondisi tubuh Mommy.
3. Pertimbangkan Perawatan Medis
Jika stretch mark terasa sangat mengganggu, Mommy bisa berkonsultasi dengan dokter kulit. Beberapa prosedur seperti laser atau microneedling dapat membantu memudarkan stretch mark, dan sebaiknya dilakukan setelah masa menyusui atau sesuai rekomendasi dokter.
Kesimpulan
Mommy, stretch mark adalah bagian alami dari perjalanan istimewa menghadirkan Si Kecil ke dunia. Meski kemunculannya tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya karena faktor genetik, Mommy tetap dapat membantu memudarkan tampilannya dengan menjaga kenaikan berat badan yang sehat, memenuhi kebutuhan cairan, serta mencukupi nutrisi yang kaya vitamin E. Kulit yang dirawat secara konsisten akan lebih terjaga elastisitas dan kesehatannya.
Ingat, Mommy tetap cantik apa adanya, kok! Ada atau tidaknya stretch mark tidak mengurangi nilai dan peran luar biasa Mommy dalam proses kehamilan ini. Prioritaskan selalu kesehatan Mommy dan janin.
Bila Mommy masih bingung memilih perawatan kulit yang aman untuk ibu hamil atau ingin mencari tahu nutrisi yang tepat sebagai persiapan menyusui, jangan ragu untuk mencari pendampingan.
Mommy dapat memanfaatkan layanan Konsultasi Mom Uung GRATIS 24 Jam bersama konselor profesional kami. Kami siap menemani perjalanan Mommy agar tetap nyaman, percaya diri, dan bahagia.
Yuk, SAVE artikel ini sebagai referensi dan SHARE ke sesama Mommy supaya semakin banyak yang paham bahwa stretch mark adalah hal normal dan bisa dirawat dengan tepat.
Referensi:
- Farahnik, B., Park, K., Kroumpouzos, G., & Murase, J. (2016). Striae gravidarum: Risk factors, prevention, and management. International journal of women’s dermatology, 3(2), 77–85. Diakses pada 22 Januari 2026. https://doi.org/10.1016/j.ijwd.2016.11.001
- Mammadov, B., Necipoğlu, D., & Vural, G. (2024). Determination of Striae Gravidarum and its Affecting Factors During Pregnancy. Cyprus Journal of Medical Sciences, 9(1), 64-69. Diakses pada 22 Januari 2026. https://doi.org/10.4274/cjms.2021.2021-209
- Mikes, B. A., Oakley, A. M., & Patel, B. C. (2025). Striae Distensae. In StatPearls. StatPearls Publishing. Diakses pada 22 Januari 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK436005/














