Momuung.co.id – Memasuki trimester ketiga, rasanya tubuh sudah mulai “nano-nano” ya, Buibu? Perut yang semakin membesar sering kali dibarengi dengan keluhan sakit pinggang yang luar biasa, kaki bengkak, sulit tidur, hingga perasaan cemas menjelang hari persalinan. Rasanya ingin rebahan terus, tapi di sisi lain, tubuh perlu tetap aktif agar proses melahirkan nanti lebih lancar dan minim drama.
Salah satu cara terbaik untuk mengatasi berbagai ketidaknyamanan tersebut adalah dengan rutin melakukan senam hamil. Tidak perlu olahraga berat yang menguras keringat berlebih, cukup gerakan ringan yang fokus pada kelenturan, kekuatan otot panggul, dan pengaturan pernapasan.
Senam hamil bukan sekadar rutinitas, tapi bentuk ikhtiar dan cinta Buibu untuk menyambut si Kecil. Yuk, kita bahas manfaat dan gerakannya bersama. Buibu, baca sampai selesai, ya!
Mengapa Senam Hamil Trimester 3 Sangat Penting?
Banyak Ibu yang ragu untuk bergerak di trimester akhir karena takut kelelahan atau membahayakan janin. Faktanya, aktivitas fisik ringan yang dilakukan dengan cara aman justru dianjurkan selama kehamilan. Senam hamil terbukti membantu menjaga kesehatan ibu, mendukung persiapan persalinan, dan tidak meningkatkan risiko komplikasi selama dilakukan sesuai panduan tenaga kesehatan (Veisy et al., 2021).
Berikut adalah 6 manfaat utama senam hamil trimester 3:
- Menguatkan Otot Dasar Panggul
Senam hamil membantu memperkuat otot dasar panggul yang menopang rahim dan organ panggul. Latihan ini juga terbukti menurunkan risiko inkontinensia (seperti sulit menahan pipis) selama dan setelah kehamilan.
- Membantu Persiapan Persalinan
Aktivitas fisik teratur membuat tubuh ibu lebih siap menghadapi proses persalinan, termasuk membantu kerja otot saat melahirkan bayi.
- Meredakan Nyeri Punggung & Panggul
Gerakan senam hamil efektif mengurangi nyeri punggung bawah, kram, dan ketidaknyamanan otot yang sering muncul di trimester ketiga.
- Meningkatkan Stamina Ibu
Latihan ringan membantu jantung dan paru-paru bekerja lebih efisien, sehingga ibu memiliki energi yang lebih baik saat menghadapi persalinan tanpa meningkatkan risiko pada janin.
- Menjaga Kesehatan Mental
Olahraga selama kehamilan terbukti membantu menurunkan stres dan kecemasan, sekaligus meningkatkan mood dan kualitas hidup ibu di trimester akhir.
- Mengurangi Keluhan Kehamilan Ringan
Senam hamil yang dilakukan dengan aman dapat membantu menurunkan risiko nyeri muskuloskeletal dan meningkatkan kenyamanan tubuh selama trimester ketiga.
8 Rekomendasi Gerakan Senam Hamil Trimester 3 yang Wajib Dicoba
Siapkan matras, air minum, dan pakaian yang nyaman. Yuk, kita mulai gerakannya satu per satu!
1. Peregangan dan Relaksasi
Awali senam dengan gerakan ringan seperti memutar bahu dan leher, lalu regangkan kedua tangan ke atas. Peregangan ini membantu melancarkan aliran darah, mengurangi pegal akibat posisi tidur, dan melemaskan otot yang tegang.
2. Senam kegel
Latihan ini fokus pada penguatan otot dasar panggul dengan cara mengencangkan otot seperti menahan buang air kecil selama 3-5 detik, lalu dilepaskan. Kegel membantu mencegah sulit menahan pipis dan mendukung pemulihan otot-otot dasar panggul setelah persalinan.
3. Senam Hamil dengan Gym Ball
Duduk di atas gym ball sambil menggerakkan panggul perlahan ke kanan dan kiri atau memutar. Gerakan ini membantu membuka panggul, membuat posisi bayi lebih optimal, dan memberi rasa nyaman pada punggung bawah.
4. Latihan Wall Push-up
Berdiri menghadap dinding, letakkan telapak tangan di depan dada, lalu lakukan gerakan push-up perlahan. Latihan ini memperkuat otot dada, bahu, dan punggung tanpa memberi tekanan berlebih pada perut.
5. Yoga Khusus Hamil (Prenatal yoga)
Gerakan seperti Cat-Cow dengan posisi merangkak dan melengkungkan punggung membantu meredakan tekanan tulang belakang. Pose ini juga melatih pernapasan agar tubuh lebih rileks saat menghadapi persalinan.
6. Senam Aerobik Ringan
Lakukan jalan di tempat atau langkah kecil mengikuti irama musik lembut selama 15–20 menit. Aktivitas ini membantu menjaga kebugaran jantung dan meningkatkan stamina tanpa membuat tubuh kelelahan.
7. Pelvic Tilt (Goyangkan Panggul)
Dalam posisi merangkak, tarik perut ke dalam hingga punggung sedikit melengkung, tahan beberapa detik, lalu lepaskan. Gerakan ini efektif mengurangi nyeri pinggang bawah yang sering dirasakan di trimester akhir.
8. Latihan Pernapasan (Breathing Exercise)
Latih napas dalam dengan menarik napas lewat hidung dan menghembuskannya perlahan lewat mulut. Pernapasan terkontrol membantu Ibu lebih tenang saat kontraksi dan memastikan suplai oksigen tetap optimal untuk bayi.
Tips Aman Olahraga saat Hamil Trimester 3
Agar manfaat senam tetap terasa tanpa risiko, penting bagi Mommy untuk selalu peka pada kondisi tubuh sendiri. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Dengarkan Tubuh, Jangan Dipaksakan
Jika Mommy merasa pusing, napas terasa sangat sesak, muncul nyeri hebat, atau kontraksi tidak kunjung reda, segera hentikan aktivitas dan beristirahat. - Pastikan Tubuh Tetap Terhidrasi
Selalu sediakan air putih di dekat Mommy selama berolahraga. Minum secara berkala membantu mencegah dehidrasi dan menjaga stamina tetap stabil. - Hindari Posisi Telentang Terlalu Lama
Berbaring telentang dalam waktu lama dapat menekan pembuluh darah besar (vena cava) sehingga aliran darah ke janin berkurang. Pilih posisi miring atau setengah duduk yang lebih aman. - Gunakan Alas yang Aman dan Tidak Licin
Pastikan matras atau permukaan lantai stabil dan tidak licin agar Mommy bisa bergerak dengan nyaman tanpa risiko terpeleset. - Pastikan Kondisi Ibu dan Kehamilan Aman
Karena setiap kondisi kehamilan berbeda, lakukan olahraga hanya jika kehamilan dinyatakan aman oleh dokter kepercayaan Mommy, ya.
Nutrisi Tepat untuk Jaga Stamina Jelang Persalinan
Agar tubuh tetap bertenaga saat aktif bergerak dan mendekati hari lahiran, nutrisi yang tepat jadi kunci utamanya. Pastikan Mommy mencukupi asupan berikut setiap hari:
Zat Besi
- Penting untuk mencegah anemia dan mendukung pembentukan sel darah merah.
- Sumber: daging merah, hati, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.
Kalsium
- Diperlukan untuk perkembangan tulang dan gigi bayi.
- Sumber: susu, yogurt, keju, dan sayuran hijau seperti brokoli.
Asam Lemak Omega-3
- Mendukung perkembangan otak dan mata bayi.
- Sumber: ikan salmon, sarden, kacang-kacangan, dan suplementasi sesuai anjuran dokter.
Vitamin D
- Membantu penyerapan kalsium dan berperan dalam kesehatan tulang.
- Sumber: sinar matahari, ikan berlemak, dan susu.
Serat
- Membantu mencegah sembelit dan menjaga kesehatan pencernaan.
- Sumber: buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
Air
- Penting untuk menjaga hidrasi dan mendukung fungsi tubuh yang optimal.
- Pastikan untuk minum cukup air setiap hari.
Kesimpulan
Senam hamil trimester 3 bukan sekadar aktivitas fisik, tapi juga tentang menyiapkan tubuh dan hati menyambut kehadiran Si Kecil. Saat fisik terasa lebih kuat dan pikiran lebih tenang, proses persalinan pun dapat dijalani dengan rasa percaya diri dan nyaman.
Bila Mommy masih memiliki pertanyaan seputar gerakan senam yang aman atau ingin mempersiapkan perjalanan menyusui setelah melahirkan, Konselor Menyusui Mom Uung siap menemani. Layanan konsultasi gratis 24 jam kami hadir untuk mendukung setiap langkah hebat Mommy.
Yuk, simpan panduan ini sebagai bekal menjelang hari H dan bagikan ke Mommy lainnya, agar semakin banyak Mommy yang siap secara fisik dan mental menyambut momen kelahiran dengan tenang!
Referensi:
- Akter, M., Khan, A.H., Kabir, M. et al. Effect of pelvic floor muscle exercise with postural advice on improving quality of life among pregnant mothers in bangladesh: a randomized controlled trial. Discov Public Health 21, 97 (2024). Diakses pada 14 Januari 2026. https://doi.org/10.1186/s12982-024-00221-x
- Shen, Y., Wang, Y., & Huang, P. (2025). Effects of exercise during pregnancy on maternal and newborn outcomes. BMC pregnancy and childbirth, 25(1), 1158. Diakses pada 14 Januari 2026. https://doi.org/10.1186/s12884-025-08285-6
- Veisy, A., Mohammad Alizadeh Charandabi, S., Hematzadeh, S., & Mirghafourvand, M. (2021). Effect of prenatal aerobic exercises on maternal and neonatal outcomes: A systematic review and meta-analysis. Nursing open, 8(5), 2301–2317. Diakses pada 14 Januari 2026. https://doi.org/10.1002/nop2.838
- Zhang, D., Ruchat, S.-M., Silva-Jose, C., Gil-Ares, J., Barakat, R., & Sánchez-Polán, M. (2023). Influence of Physical Activity during Pregnancy on Type and Duration of Delivery, and Epidural Use: Systematic Review and Meta-Analysis. Journal of Clinical Medicine, 12(15), 5139. Diakses pada 14 Januari 2026. https://doi.org/10.3390/jcm12155139














