Mommy, tau gak? Salah satu penyebab puting lecet, pumping sakit, dan ASI seret itu sering banget karena corong yang gak pas!
Corong pompa ASI itu gak bisa asal pakai bawaan pabrik aja, karena setiap Mommy punya ukuran puting yang beda. Yuk, belajar bareng Mom Uung gimana caranya ukur corong sendiri di rumah!
Kenapa Harus Ukur Corong?
- Biar pumping gak sakit & puting gak lecet
- Supaya hisapan maksimal dan ASI lebih deras
- Menghindari pembengkakan atau sumbatan karena payudara tidak kosong sempurna
1. Cara Ukur Diameter Puting
Gunakan penggaris atau kertas ukur. Ukur diameter puting saja, tanpa areola, dalam satuan milimeter (mm).
Contoh: Jika hasilnya 18 mm, maka Mommy kemungkinan cocok dengan corong ukuran 21 mm (selisih 2β3 mm dari ukuran asli untuk memberi ruang gerak nyaman).
2. Gunakan Panduan Ukuran Berikut (Umum)
| Ukuran Puting (mm) | Ukuran Corong (mm) |
|---|---|
| 14β16 mm | 17β19 mm |
| 17β19 mm | 20β22 mm |
| 20β22 mm | 23β25 mm |
| 23β25 mm | 26β28 mm |
Note: Ini hanya panduan umum. Nyaman atau tidak tetap harus Mommy rasakan sendiri saat digunakan.
Ciri-Ciri Corong TERLALU KECIL:
- Puting terasa sakit saat dipompa
- Puting bergesekan dengan dinding corong
- Produksi ASI tidak maksimal
- Lecet atau memar setelah pumping
Ciri-Ciri Corong TERLALU BESAR:
- Banyak bagian areola ikut tertarik masuk
- Terasa hampa atau tidak ada hisapan
- ASI keluar sedikit padahal sudah lama pumping
Tips dari Mom Uung:
Ulangi pengukuran 2β3 kali, terutama saat puting dalam kondisi tidak bengkak
Payudara bisa berubah seiring waktu, jadi ukur ulang secara berkala, ya Mommy
Pompa ASI Mom Uung punya beberapa pilihan ukuran corong agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan setiap Mommy
Ingat, Mommy:
Pilih corong yang pas = pumping lebih nyaman = ASI lebih deras! Jangan tunggu sampai lecet dulu baru ganti ya






