Momuung.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah belakangan ini ikut menjadi perhatian banyak ibu menyusui.
Baru-baru ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti adanya pembagian susu formula secara massal dalam program tersebut. Lewat surat terbuka yang dibagikan melalui akun Instagram resminya, IDAI mengingatkan bahwa Pemberian susu formula gratis tanpa pemeriksaan dokter berisiko memicu penurunan angka menyusui di Indonesia.
Padahal, ASI tetap menjadi sumber nutrisi terbaik yang punya manfaat penting untuk tumbuh kembang dan daya tahan tubuh bayi. Lalu, apa sebenarnya yang menjadi kekhawatiran para dokter anak terkait pembagian susu formula ini? Yuk Mom, simak penjelasan lengkapnya sampai akhir!
Pembagian Sufor Massal Berisiko Bikin Ibu Berhenti Menyusui
Dalam surat terbuka yang ditujukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN), IDAI menyampaikan kekhawatiran terkait pembagian susu formula secara massal dalam program pemerintah. Meski mengapresiasi niat baik pemerintah untuk membantu pemenuhan gizi anak Indonesia, IDAI menilai cara distribusi susu formula saat ini perlu lebih diperhatikan.
IDAI menegaskan bahwa pemberian susu formula tanpa pemeriksaan dokter dan tanpa alasan medis tertentu bisa meningkatkan risiko ibu berhenti menyusui bayinya. Dalam suratnya, IDAI juga menyebut bahwa ketika seorang ibu berhenti menyusui, proses untuk kembali memproduksi ASI tidaklah mudah.
Kondisi ini dikhawatirkan terjadi karena susu formula diberikan secara gratis dan mudah diakses, sehingga sebagian ibu bisa tergoda untuk mulai mengganti sesi menyusui dengan susu formula, padahal produksi ASI sebenarnya masih cukup dan lancar.
Padahal, produksi ASI bekerja berdasarkan prinsip supply and demand. Semakin sering bayi menyusu atau ASI dipompa, maka produksi ASI akan semakin banyak. Sebaliknya, jika sesi menyusui mulai sering digantikan dengan susu formula, tubuh akan menganggap kebutuhan ASI berkurang sehingga produksi ASI ikut menurun secara perlahan.
Kalau produksi ASI sudah menurun drastis atau bahkan berhenti, proses untuk mengembalikannya kembali atau relaktasi biasanya membutuhkan usaha yang tidak mudah dan memerlukan waktu cukup panjang, Mom.
Kandungan ASI Punya Komponen Hidup yang Tidak Bisa Disamakan dengan Susu Formula
IDAI juga kembali mengingatkan bahwa ASI bukan sekadar sumber nutrisi biasa untuk bayi. Di dalam ASI terdapat berbagai komponen bioaktif hidup yang bekerja langsung membantu melindungi tubuh dan mendukung tumbuh kembang si Kecil secara menyeluruh. Inilah alasan mengapa ASI masih menjadi nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Meski susu formula terus berkembang dengan teknologi modern dan tambahan berbagai nutrisi, sampai saat ini kandungannya tetap belum bisa sepenuhnya meniru struktur alami serta komponen hidup yang ada di dalam ASI.
Beberapa kandungan penting dalam ASI yang berperan besar untuk kesehatan bayi antara lain:
Antibodi dan Sel Imun
ASI mengandung antibodi alami, terutama Imunoglobulin A (IgA), yang membantu melindungi bayi dari infeksi virus, bakteri, dan kuman penyebab penyakit. Selain antibodi, ASI juga memiliki sel imun hidup seperti leukosit yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi yang masih berkembang.
Human Milk Oligosaccharides (HMO)
HMO adalah prebiotik alami yang jumlahnya sangat banyak di dalam ASI. Fungsinya membantu pertumbuhan bakteri baik di usus bayi, menjaga kesehatan saluran cerna, sekaligus membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan HMO pada ASI juga diketahui berperan melindungi bayi dari risiko diare dan infeksi.
Probiotik dan Mikrobiota Alami
ASI mengandung bakteri baik alami yang membantu membentuk keseimbangan mikrobiota usus bayi. Kondisi usus yang sehat sangat penting karena sebagian besar sistem imun tubuh juga berkembang dari saluran pencernaan.
DHA, ARA, dan Faktor Pertumbuhan Otak
ASI mengandung asam lemak penting seperti DHA dan ARA yang berperan dalam perkembangan otak, saraf, dan penglihatan bayi. Selain itu, terdapat juga growth factors atau faktor pertumbuhan yang membantu mendukung perkembangan organ dan jaringan tubuh si Kecil.
Enzim dan Hormon Alami
Di dalam ASI terdapat enzim pencernaan yang membantu bayi lebih mudah mencerna nutrisi. ASI juga mengandung hormon alami yang membantu mengatur metabolisme, rasa lapar, pola tidur, hingga perkembangan tubuh bayi.
Karena memiliki komponen hidup yang kompleks dan terus menyesuaikan kebutuhan bayi, ASI dinilai memiliki manfaat yang belum bisa sepenuhnya digantikan oleh susu formula. Itulah mengapa IDAI mengingatkan agar kebijakan terkait pemberian susu formula tetap dilakukan secara hati-hati dan berdasarkan indikasi medis, supaya hak bayi untuk mendapatkan ASI tetap terlindungi.
Pemberian Susu Formula Sebenarnya Sudah Diatur dalam Aturan Kesehatan
IDAI juga menjelaskan bahwa pemberian susu formula kepada bayi sebenarnya tidak boleh dilakukan sembarangan. Aturan terkait penggunaan produk pengganti ASI ini sudah diatur dalam regulasi kesehatan di Indonesia, termasuk dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 tentang Kesehatan.
Dalam aturan tersebut, susu formula dianjurkan hanya diberikan pada kondisi tertentu dan harus berdasarkan rekomendasi tenaga medis atau dokter. Artinya, pemberian susu formula idealnya dilakukan ketika memang ada indikasi medis yang jelas dan bukan sebagai pengganti ASI tanpa alasan khusus.
Beberapa kondisi medis yang dapat menjadi pertimbangan pemberian susu formula misalnya bayi mengalami gangguan pertumbuhan tertentu, ibu memiliki kondisi kesehatan serius yang membuat proses menyusui tidak memungkinkan, atau adanya kondisi medis khusus lain yang memerlukan evaluasi dokter.
Karena itu, IDAI mengingatkan bahwa distribusi susu formula secara massal perlu dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak bertentangan dengan upaya perlindungan ASI eksklusif yang selama ini terus digalakkan.
Kementerian Kesehatan RI juga sebelumnya sudah beberapa kali mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap promosi dan distribusi produk pengganti ASI, supaya praktik pemasaran susu formula tidak memengaruhi keberhasilan menyusui di Indonesia.
IDAI Berikan 4 Rekomendasi untuk Program Makan Bergizi Gratis
Agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap bisa membantu pemenuhan gizi anak tanpa mengganggu keberhasilan ASI eksklusif di Indonesia, IDAI menyampaikan beberapa rekomendasi penting kepada pemerintah.
Menurut IDAI, program pemenuhan gizi tetap perlu berjalan dengan pendekatan yang mendukung kesehatan anak secara menyeluruh, termasuk menjaga keberlangsungan praktik menyusui di Indonesia.
Berikut beberapa rekomendasi yang disampaikan IDAI:
1. Mendorong Keselarasan Kebijakan Antar Lembaga
IDAI meminta adanya koordinasi dan keselarasan kebijakan antara Badan Gizi Nasional (BGN) dengan Kementerian Kesehatan RI agar program yang dijalankan tetap sejalan dengan target peningkatan kesehatan ibu dan anak.
2. Pemberian Susu Formula Harus Berdasarkan Indikasi Medis
IDAI menegaskan bahwa distribusi susu formula sebaiknya tetap mengikuti aturan kesehatan yang berlaku, yaitu hanya diberikan berdasarkan rekomendasi dokter atau tenaga medis serta pada kondisi medis tertentu yang memang membutuhkan produk pengganti ASI.
3. Mengutamakan Pangan Lokal Bergizi
Daripada mengandalkan produk susu formula pabrikan, IDAI menyarankan agar program MBG lebih memprioritaskan bahan pangan lokal yang kaya nutrisi untuk mendukung kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak dan ibu.
Selain dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, pemanfaatan pangan lokal juga dapat membantu mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan sumber daya dalam negeri.
4. Menyesuaikan Petunjuk Teknis dengan Aturan Kesehatan
IDAI juga meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap petunjuk teknis program di lapangan agar tetap sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan, pedoman gizi dari Kementerian Kesehatan, serta Kode Internasional WHO terkait pemasaran produk pengganti ASI.
Melalui rekomendasi ini, IDAI berharap program pemenuhan gizi nasional tetap dapat berjalan optimal tanpa mengurangi hak bayi untuk mendapatkan ASI sebagai sumber nutrisi utama di awal kehidupannya.

Tetap Semangat MengASIhi dan Bangun Support System yang Kuat
Mendengar berbagai kabar soal susu formula dan program pemenuhan gizi, Mommy tidak perlu langsung merasa khawatir atau minder ya. Selama kondisi Mommy dan si Kecil sehat serta proses menyusui berjalan baik, terus lanjutkan pemberian ASI eksklusif dengan penuh percaya diri.
Supaya perjalanan menyusui terasa lebih nyaman dan lancar, Mommy juga perlu menjaga pola makan bergizi, istirahat yang cukup, serta mengelola stres agar tubuh tetap rileks. Sebab, kondisi fisik dan emosional ibu juga bisa memengaruhi proses menyusui sehari-hari.
Tidak kalah penting, dukungan dari pasangan dan keluarga juga punya peran besar dalam keberhasilan menyusui. Kehadiran Ayah sebagai support system bisa membantu Mommy merasa lebih tenang, dihargai, dan tidak menjalani fase menyusui sendirian.
Salah satu bentuk dukungan sederhana yang bisa dilakukan Ayah adalah ikut terlibat dalam merawat si Kecil setelah menyusu, misalnya membantu menyendawakan bayi agar lebih nyaman dan membantu mengurangi risiko gumoh.
Yuk Mom, ajak Paksu ikut belajar lewat artikel menarik tentang cara membantu bayi bersendawa setelah menyusu supaya bonding Ayah dan si Kecil juga makin erat setiap harinya.
Kalau menurut Mommy sendiri, bagaimana pendapat tentang pembagian susu formula dalam program Makan Bergizi Gratis ini? Yuk, saling berbagi cerita dan saling menguatkan sesama pejuang ASI di kolom komentar. Tetap semangat mengASIhi ya, Mommy hebat!
















