Momuung.co.id – Melihat si Kecil mulai belajar berdiri dan melangkah memang jadi momen yang bikin hati Mommy ikut bahagia. Tidak sedikit orang tua yang jadi semangat ingin cepat-cepat melatih anak berjalan, apalagi setelah melihat perkembangan anak lain di media sosial yang tampak lebih cepat aktif di usia dini.
Padahal, kemampuan berjalan sebenarnya punya tahapan alami yang berbeda pada setiap anak. Jika dipaksakan terlalu dini saat otot dan tulangnya belum siap, hal ini justru bisa memberi tekanan berlebih pada tubuh si Kecil. Karena itu, penting bagi Mommy memahami kapan anak benar-benar siap belajar berjalan agar tumbuh kembangnya tetap optimal. Yuk, simak penjelasannya sampai selesai ya, Buibu!
Setiap Bayi Punya Waktunya Sendiri
Melihat si Kecil mulai belajar berdiri memang bikin gemas dan bangga. Namun, penting dipahami bahwa setiap bayi memiliki tahapan perkembangan motorik yang berbeda-beda dan tidak bisa dipaksakan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention [CDC] (2024), di usia sekitar 6 bulan bayi umumnya masih fokus melatih kekuatan tubuh melalui tummy time, berguling, dan belajar duduk sebagai dasar sebelum siap berdiri atau berjalan.
Pada usia ini, sebagian besar bayi biasanya sudah mulai bisa berguling dari tengkurap ke telentang, menopang tubuh dengan tangan saat duduk, dan mendorong tubuh dengan lengan saat tummy time. Tahapan ini penting untuk membantu memperkuat otot, keseimbangan, dan koordinasi tubuh si Kecil secara alami sebelum masuk ke fase berdiri dan berjalan.
1. Tulang dan Otot Bayi Belum Siap Menopang Tubuh Terlalu Cepat
Pada masa awal kehidupan, struktur tulang bayi masih berkembang dan cenderung lebih lunak dibanding tulang orang dewasa. Otot inti tubuh, panggul, dan kaki juga masih dalam tahap belajar menopang berat badan secara bertahap. Karena itu, bayi perlu waktu untuk memperkuat tubuhnya lewat proses alami seperti tummy time, berguling, duduk, dan merangkak sebelum benar-benar siap berdiri sendiri.
Jika bayi dipaksa berdiri atau berjalan terlalu dini saat otot dan keseimbangannya belum matang, tubuh bisa menerima tekanan berlebih pada kaki, panggul, dan punggung. Selain membuat tubuh bekerja lebih keras, kondisi ini juga dapat mengganggu proses belajar keseimbangan dan koordinasi gerak yang seharusnya berkembang bertahap sesuai usia bayi (Airaksinen, 2025).
2. Hati-Hati Salah Mengartikan Stepping Reflex
Banyak orang tua mengira bayi sudah siap berjalan saat kakinya terlihat seperti melangkah ketika diberdirikan. Padahal, gerakan ini disebut stepping reflex, yaitu refleks alami yang umum terjadi pada bayi sejak lahir. Refleks ini biasanya akan berkurang seiring bertambahnya usia dan bukan tanda bahwa bayi sudah siap berjalan sendiri (National Library of Medicine, 2025).
Di fase ini, tubuh bayi sebenarnya masih fokus belajar memperkuat otot, keseimbangan, dan koordinasi gerak dasar. Karena itu, bayi tidak perlu dipaksa berdiri atau berjalan terlalu cepat hanya karena terlihat aktif menggerakkan kaki. Memberikan stimulasi sesuai tahapan usianya justru membantu perkembangan motorik si Kecil berjalan lebih optimal (CDC, 2024).
3. Fase Merangkak Penting untuk Tumbuh Kembang Bayi
Merangkak bukan hanya soal belajar berpindah tempat. Saat merangkak dengan posisi tangan dan lutut yang tepat, bayi sedang melatih koordinasi tubuh kanan dan kiri sekaligus memperkuat otot bahu, tangan, punggung, pinggul, dan otot inti tubuh. Kekuatan otot ini penting sebagai bekal untuk kemampuan motorik selanjutnya, seperti berdiri, berjalan, berlari, hingga menjaga keseimbangan tubuh saat anak tumbuh lebih besar (Play on Pediatric, 2023).
Selain itu, fase merangkak juga membantu bayi belajar mengontrol gerakan tubuh dan melatih fokus saat mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Jika bayi terlalu cepat diarahkan berdiri atau berjalan, ada kemungkinan waktu eksplorasi di fase ini menjadi berkurang. Karena itu, penting untuk membiarkan si Kecil berkembang sesuai ritme tubuhnya sendiri tanpa terburu-buru.
4. Tulang Belakang dan Postur Tubuh Bayi Masih Berkembang
Sebelum bayi benar-benar siap berdiri, otot punggung dan tulang belakangnya masih dalam tahap berkembang untuk menopang tubuh dengan stabil. Jika bayi terlalu sering diposisikan berdiri saat belum mampu duduk tegak secara mandiri, tubuhnya bisa menerima tekanan berlebih pada area punggung dan pinggul. Karena itu, dokter anak umumnya menyarankan agar tahapan motorik bayi berjalan bertahap sesuai kesiapan otot dan keseimbangannya.
Memberi kesempatan bayi belajar tummy time, duduk, dan merangkak terlebih dahulu membantu memperkuat postur tubuhnya secara alami. Proses ini penting agar keseimbangan dan kemampuan menopang tubuh berkembang lebih optimal saat bayi mulai belajar berdiri dan berjalan nantinya (Muth et al., 2024).
5. Baby Walker Belum Tentu Membantu Bayi Cepat Jalan
Banyak orang tua mengira penggunaan baby walker atau sering membantu bayi berdiri bisa membuat si Kecil lebih cepat berjalan. Padahal, kemampuan berjalan berkembang secara bertahap mulai dari tummy time, duduk, merangkak, hingga berdiri sendiri. Semua proses ini membantu bayi melatih kekuatan otot, keseimbangan tubuh, dan koordinasi geraknya secara alami.
Penggunaan baby walker justru tidak disarankan oleh banyak dokter anak karena bisa membuat bayi belum belajar menjaga keseimbangan tubuhnya sendiri. Selain itu, posisi tubuh saat menggunakan baby walker juga membuat bayi lebih sering bertumpu pada ujung kaki dan berisiko mengalami cedera karena mudah tergelincir atau menabrak benda di sekitarnya
Kalau si Kecil terlihat sering ingin diberdirikan, biasanya ia hanya sedang penasaran melihat lingkungan dari posisi yang lebih tinggi. Mommy bisa membantu stimulasi motoriknya lewat tummy time, bermain sambil duduk, atau mengajak bayi aktif merangkak mengambil mainan favoritnya. Cara ini membantu perkembangan otot dan postur tubuh bayi jadi lebih optimal sesuai tahap usianya.
Kesimpulan
Setiap bayi punya waktu tumbuh dan berkembang yang berbeda-beda, termasuk saat belajar berdiri dan berjalan. Jadi, Mommy tidak perlu terburu-buru atau membandingkan perkembangan si Kecil dengan anak lain. Memberi kesempatan bayi melewati fase tummy time, duduk, merangkak, hingga berdiri secara alami justru membantu otot dan postur tubuhnya berkembang lebih optimal.
Selain fokus pada kemampuan berjalan, penting juga untuk memperhatikan tahapan perkembangan lainnya agar tidak ada tanda yang terlewat. Kalau Mommy ingin lebih memahami tanda perkembangan bayi sesuai usianya, yuk baca juga artikel tentang 3 Tanda Gangguan Perkembangan Bayi 3 Bulan yang Sering Terlewat, Mommy Wajib Tahu! supaya Mommy bisa lebih sigap memantau tumbuh kembang si Kecil sejak dini.
Tetap semangat ya, Mommy. Dampingi setiap proses tumbuh kembang si Kecil dengan penuh sabar, kasih sayang, dan dukungan nutrisi yang baik agar Mommy tetap fit menjalani perjalanan mengASIhi setiap hari!
Sumber
- Airaksinen, M., Gallen, A., Taylor, E., de Sena, S., Palsa, T., Haataja, L., & Vanhatalo, S. (2025). Assessing Infant Gross Motor Performance With an At-Home Wearable. Pediatrics, 155(4), e2024068647. https://doi.org/10.1542/peds.2024-068647
- Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Important milestones: Your baby by 6 months. U.S. Department of Health and Human Services. https://www.cdc.gov/act-early/milestones/6-months.html
- Muth, N. D., Bolling, C., Hannon, T., Sharifi, M., SECTION ON OBESITY , & COMMITTEE ON NUTRITION (2024). The Role of the Pediatrician in the Promotion of Healthy, Active Living. Pediatrics, 153(3), e2023065480. https://doi.org/10.1542/peds.2023-065480
- National Library of Medicine. (2025). Infant reflexes. MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/003292.htm
- Play on Pediatric. (2023). Why is proper crawling an important milestone for babies? https://playonpediatric.com/2023/02/13/why-is-proper-crawling-an-important-milestone-for-babies/
✨ Produk Unggulan Mom Uung
FAQ Seputar Topik Ini
Apakah bayi boleh dilatih berjalan terlalu cepat?
Sebaiknya tidak dipaksakan, karena otot, tulang, dan keseimbangan bayi perlu berkembang bertahap sesuai usianya.
Kapan bayi biasanya mulai belajar berjalan?
Umumnya bayi mulai belajar berdiri dan berjalan di rentang usia 9–18 bulan, tergantung perkembangan masing-masing anak.
Apa risiko bayi dipaksa berdiri terlalu dini?
Bisa memberi tekanan berlebih pada otot, kaki, panggul, dan postur tubuh bayi yang belum siap menopang berat badan.
















