Momuung.co.id – Menjelang mulai tummy time, banyak Mommy merasa khawatir saat si Kecil terlihat rewel atau menangis ketika diajak tengkurap. Padahal, tummy time justru penting untuk membantu melatih kekuatan otot leher, bahu, dan punggung bayi sejak dini agar perkembangan motoriknya lebih optimal.
Karena itu, tummy time sebaiknya tidak ditunda terlalu lama, Mom. Yuk, pahami cara tummy time yang tepat sekaligus hindari beberapa kesalahan yang sering dilakukan orang tua supaya si Kecil lebih nyaman dan tidak mudah rewel saat latihan tengkurap. Baca selengkapnya di artikel ini ya, Buibu!
Mengapa Tummy Time Penting untuk Bayi?
Tummy time membantu melatih kekuatan otot bayi sejak dini, terutama pada area leher, bahu, lengan, dan punggung. Otot-otot ini nantinya berperan penting dalam mendukung tahapan Perkembangan motorik bayi seperti berguling, duduk, merangkak, hingga berjalan. Penelitian juga menunjukkan bahwa bayi yang rutin melakukan tummy time cenderung memiliki perkembangan motorik yang lebih optimal dibanding bayi yang jarang latihan tengkurap (Carson et al., 2022).
Selain membantu perkembangan motorik, tummy time juga penting untuk mengurangi tekanan terus-menerus pada bagian belakang kepala bayi akibat terlalu lama telentang. Karena itu, tummy time sebaiknya mulai dilakukan secara bertahap sejak dini dengan durasi singkat dan tetap dalam pengawasan orang tua.
Beberapa manfaat tummy time untuk bayi antara lain:
- Membantu menguatkan otot leher dan punggung
- Melatih bayi belajar mengangkat kepala
- Membantu persiapan bayi untuk berguling dan merangkak
- Mengurangi risiko kepala peyang karena terlalu lama telentang
- Membantu stimulasi perkembangan motorik bayi lebih optimal
Kalau Mommy mulai khawatir dengan bentuk kepala si Kecil, yuk baca juga artikel 5 Cara Mengatasi Kepala Bayi Peyang dengan Tummy Time & Posisi Tidur yang Tepat supaya tahu cara membantu memperbaiki posisi kepala bayi dengan aman dan nyaman.
5 Kesalahan Saat Melakukan Tummy Time yang Wajib Mommy Hindari
Supaya tummy time terasa lebih nyaman dan tidak bikin si Kecil mudah rewel, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan Mommy sejak awal, seperti berikut:
1. Menunggu Bayi “Sudah Kuat” Baru Mulai Tummy Time
Masih banyak orang tua yang mengira tummy time baru boleh dimulai saat bayi sudah lebih besar. Padahal, tummy time bisa mulai diperkenalkan sejak newborn dengan durasi singkat dan tetap diawasi orang tua. Latihan ini justru membantu melatih kekuatan otot leher dan punggung bayi sejak dini.
Mommy bisa mulai perlahan sekitar 3-5 menit beberapa kali sehari saat bayi dalam kondisi nyaman dan terjaga.
2. Langsung Memeberikan Durasi Terlalu Lama
Tummy time tidak perlu dilakukan lama dalam satu sesi. Bayi yang masih kecil biasanya cepat lelah karena ototnya masih dalam tahap belajar beradaptasi. Kalau terlalu dipaksakan, bayi justru jadi mudah rewel dan tidak nyaman.
Lebih baik lakukan secara singkat tetapi rutin setiap hari supaya bayi terbiasa perlahan tanpa merasa stres.
3. Salah Memilih Waktu Tummy Time
Waktu tummy time juga berpengaruh pada kenyamanan bayi. Hindari melakukan tummy time saat bayi lapar, mengantuk, atau baru selesai menyusu karena bisa membuat bayi lebih mudah menangis atau gumoh.
Waktu yang biasanya lebih nyaman untuk tummy time yaitu saat bayi sedang bangun, tenang, dan dalam kondisi cukup nyaman setelah bersendawa.
4. Bayi Terlalu Lama di Bouncer atau Stroller
Terlalu sering berada di baby chair, stroller, atau bouncer bisa membuat ruang gerak bayi jadi terbatas. Padahal, bayi membutuhkan waktu bermain di permukaan datar untuk melatih gerakan tubuhnya secara alami.
Karena itu, Mommy bisa memberi waktu bayi lebih sering bermain bebas di matras atau alas yang aman sambil tetap diawasi.
5. Mengira Tummy Time Harus Selalu di Lantai
Kalau si Kecil langsung menangis saat tummy time di lantai, Mommy tidak perlu langsung menyerah. Tummy time juga bisa dilakukan dengan posisi lain yang lebih nyaman untuk bayi.
Beberapa alternatif tummy time yang bisa dicoba antara lain:
- Tengkurap di dada Mommy atau Ayah (skin-to-skin)
- Tengkurap di atas paha sambil diusap lembut punggungnya
- Posisi tummy time sambil digendong menghadap bawah dengan aman
Cara ini membantu bayi tetap belajar melatih otot tubuh sambil merasa lebih tenang karena dekat dengan orang tua.

Bagaimana Cara Menghadapi Bayi yang Menangis Saat Tummy Time?
Bayi menangis saat tummy time sebenarnya cukup wajar, terutama di awal latihan. Saat tengkurap, bayi sedang belajar menggunakan otot leher, bahu, dan punggungnya untuk melawan gravitasi. Karena ototnya masih beradaptasi, si Kecil bisa cepat merasa lelah dan menunjukkan rasa tidak nyaman lewat tangisan.
Kalau bayi mulai rewel, Mommy tidak perlu langsung panik atau menyerah. Coba alihkan perhatian si Kecil dengan mengajak ngobrol, menunjukkan mainan berwarna cerah, atau membiarkan bayi melihat wajah Mommy dari dekat supaya ia merasa lebih tenang. Namun, jika bayi sudah menangis cukup lama atau terlihat sangat tidak nyaman, tummy time bisa dihentikan dulu dan dicoba kembali di sesi berikutnya secara perlahan.
Selain membantu melatih kekuatan otot tubuh bayi, tummy time juga bermanfaat untuk membantu mengurangi risiko kepala bayi peyang akibat terlalu sering tidur telentang. Nah, kalau Mommy ingin tahu posisi tummy time dan tidur yang tepat untuk membantu menjaga bentuk kepala si Kecil, yuk baca juga artikel 5 Cara Mengatasi Kepala Bayi Peyang dengan Tummy Time & Posisi Tidur yang Tepat.
Tanda Tummy Time Mulai Menunjukkan Progress
Tummy time yang dilakukan rutin biasanya akan membantu perkembangan kekuatan otot bayi secara bertahap. Perubahan ini sering mulai terlihat perlahan dalam beberapa minggu pertama latihan.
Beberapa tanda perkembangan yang bisa Mommy perhatikan antara lain:
- Bayi mulai mampu mengangkat kepala lebih lama
- Kepala bayi mulai lebih stabil saat tengkurap
- Bayi mulai menggunakan lengan untuk menopang tubuh bagian atas
- Si Kecil mulai aktif menoleh ke kanan dan kiri saat melihat suara atau mainan
- Durasi tummy time mulai bertambah tanpa terlalu mudah rewel
Kemampuan ini membantu mempersiapkan bayi untuk tahapan perkembangan berikutnya seperti berguling, duduk, dan merangkak (NHS Inform, 2023).
Kesimpulan
Tummy time memang membutuhkan proses dan konsistensi, terutama di awal saat si Kecil masih belajar beradaptasi. Karena itu, Mommy tidak perlu terburu-buru mengejar durasi lama. Tummy time singkat tetapi rutin justru lebih membantu bayi merasa nyaman dan perlahan terbiasa melatih kekuatan otot tubuhnya.
Yang terpenting, lakukan tummy time dengan suasana yang santai dan menyenangkan supaya si Kecil tidak mudah stres atau rewel. Dengan stimulasi yang tepat dan dilakukan secara konsisten, tummy time bisa membantu mendukung perkembangan motorik bayi agar tumbuh lebih aktif, kuat, dan percaya diri seiring bertambahnya usia.
Tetap semangat menemani setiap proses tumbuh kembang si Kecil ya, Mommy hebat!
Sumber
- Carson, V., Zhang, Z., Predy, M., Pritchard, L., & Hesketh, K. D. (2022). Longitudinal associations between infant movement behaviours and development. The international journal of behavioral nutrition and physical activity, 19(1), 10. https://doi.org/10.1186/s12966-022-01248-6
- NHS Inform. (2023). Your baby’s development from 2 to 12 months. https://www.nhsinform.scot/ready-steady-baby/early-parenthood/your-baby-s-development-from-2-to-12-months/
✨ Produk Unggulan Mom Uung
FAQ Seputar Topik Ini
Kapan tummy time boleh mulai dilakukan?
Tummy time bisa mulai diperkenalkan sejak newborn dengan durasi singkat dan tetap dalam pengawasan orang tua.
Kenapa bayi menangis saat tummy time?
Karena bayi sedang belajar menggunakan otot leher, bahu, dan punggungnya sehingga mudah lelah di awal latihan.
Berapa lama tummy time untuk newborn?
Mommy bisa mulai sekitar 3–5 menit beberapa kali sehari secara bertahap sesuai kenyamanan bayi.
















