Momuung.co.id – Menjelang hari persalinan, pasti banyak sekali yang Mommy pikirkan dan persiapkan. Mulai dari dari baju bayi, hospital bag, sampai bertanya-tanya sendiri apakah Mommy bisa langsung menyusui Si Kecil saat baru lahir. Apalagi, sering kali bayi baru lahir kesulitan mencari puting saat pertama kali menyusu.
Mommy tidak perlu khawatir, ya. Sebenarnya, bayi baru lahir memiliki insting alami untuk mencari sumber kehidupannya sendiri. Momen inilah yang kita sebut dengan Inisiasi menyusu dini atau IMD. Yuk, kita kenali manfaat IMD bagi bayi baru lahir sebagai wawasan baru bagi ibu yang sedang mempersiapkan momen emas ini agar perjalanan menyusui semakin lancar. Buibu, baca sampai selesai, ya!
Apa Itu Inisiasi Menyusu Dini (IMD)?
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses membiarkan bayi dengan kemampuannya sendiri mencari puting ibu Mommy? segera setelah lahir. Bayi tidak disodorkan ke puting, melainkan diletakkan di perut atau dada Mommy sehingga terjadi kontak kulit ke kulit (skin-to-skin contact).
Waktu terbaik untuk melakukan IMD adalah sesegera mungkin setelah persalinan, idealnya dalam satu jam pertama. Proses ini sebaiknya berlangsung minimal 60 menit atau sampai bayi berhasil menyusu pertama kali, kecuali jika ada kondisi medis darurat.
Namun, pada beberapa rumah sakit, IMD bisa dilakukan kurang dari satu jam atau bahkan tidak dilakukan. Jika hal ini terjadi, Mommy tetap dapat meminta bantuan tenaga medis untuk melakukan skin-to-skin setelah kondisi pulih, mengupayakan rawat gabung, dan menyusui bayi sesering mungkin agar proses menyusui tetap berjalan optimal.
Manfaat IMD bagi Bayi dan Ibu
IMD bukan hanya tindakan medis, tapi langkah awal yang membantu bayi dan ibu beradaptasi setelah persalinan. Menurut penelitian, kontak kulit ke kulit segera setelah lahir membantu menstabilkan suhu tubuh dan detak jantung bayi, serta membuat bayi lebih tenang di awal kehidupannya (Moore et al., 2016).
Beberapa manfaat IMD yang penting untuk Mommy ketahui:
- Mendapatkan kolostrum
Bayi memperoleh ASI pertama yang kaya antibodi untuk membantu melindungi daya tahan tubuhnya. - Membantu mengurangi risiko perdarahan pada Mommy
Hisapan bayi saat IMD merangsang hormon oksitosin yang membantu rahim berkontraksi setelah melahirkan.
- Mendukung kesehatan pencernaan bayi
Kontak kulit ke kulit membantu bayi terpapar bakteri baik dari tubuh Mommy yang bermanfaat untuk sistem pencernaannya.
Tips melakukan IMD Agar Sukses dan Lancar
Agar momen golden hour ini berjalan lancar, Mommy bisa mengikuti beberapa langkah praktis berdasarkan anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan studi dari jurnal Maternal & child nutrition:
- Letakkan Bayi di Atas Perut Ibu: Letakkan bayi di atas perut atau dada ibu setelah bayi lahir dengan kepala menghadap ke arah kepala ibunya. (IDAI, 2013).
- Keringkan Tubuh Bayi: Bayi dikeringkan kecuali telapak tangannya (aroma cairan ketuban di tangan bayi membantu mereka mencari puting yang aromanya serupa).
- Sabar Menunggu ‘Breast Crawl’: Biarkan bayi merayap secara alami. Penelitian yang dipublikasikan di PubMed menunjukkan bahwa bayi yang dibiarkan melakukan breast crawl memiliki peluang keberhasilan pemberian ASI eksklusif yang jauh lebih tinggi serta tidur lebih nyenyak di sela-sela menyusu (Lingling et al., 2025).
Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan IMD
Keberhasilan IMD tidak hanya bergantung pada bayi, tapi juga faktor pendukung lainnya:
- Persiapan Sejak Hamil: Mempelajari teknik IMD meningkatkan kepercayaan diri Mommy.
- Dukungan Tenaga Medis: Pastikan fasilitas kesehatan yang Mommy pilih mendukung praktik pro-ASI dan IMD.
- Dukungan Suami: Kehadiran Ayah untuk menjaga kenyamanan Mommy selama proses IMD sangatlah krusial.
Cara Mengukur Keberhasilan IMD pada Bayi
Keberhasilan IMD tidak hanya diukur dari banyaknya ASI yang langsung diminum bayi. Yang terpenting adalah proses adaptasi menyusu yang berjalan alami. Saat bayi diletakkan skin-to-skin dan dibiarkan mencari payudara sendiri, tubuhnya sedang belajar mengatur napas, suhu tubuh, dan refleks menyusu. WHO juga menegaskan bahwa saat bayi menyusu dalam satu jam pertama setelah lahir membantu pembentukan pelekatan yang efektif serta mendukung stabilitas fisiologis bayi, yang menjadi dasar penting keberhasilan menyusui selanjutnya (World Health Organization, 2017).
Lakukan Ini Jika Rumah Sakit Belum Mendukung IMD atau Pro-ASI
Jika Mommy melahirkan di rumah sakit yang belum mendukung IMD atau prinsip BFHI, peluang menyusui tetap sangat terbuka. Memang, fasilitas pro-ASI terbukti meningkatkan keberhasilan IMD dan menyusui eksklusif karena dukungan tenaga kesehatan yang terstruktur, namun secara medis produksi ASI tetap bergantung pada stimulasi dini dan konsisten setelah persalinan. Mommy tetap dapat mengoptimalkan ASI dengan melakukan skin-to-skin sesegera mungkin, menyusui atau memompa ASI lebih awal dan rutin, serta mencari pendampingan konselor laktasi, karena langkah-langkah ini terbukti membantu mempercepat keluarnya ASI dan menjaga produksinya tetap optimal.
Kesimpulan
IMD merupakan langkah awal yang bermakna untuk mendukung kesehatan dan daya tahan tubuh Si Kecil sejak hari pertama. Dengan persiapan yang baik serta dukungan nutrisi yang tepat, Mommy dapat memulai perjalanan menyusui dengan lebih percaya diri sejak tetesan pertama.
Agar Mommy tidak galau sendirian, Mom Uung juga menyediakan layanan konsultasi menyusui & kehamilan gratis bersama konselor ahli yang siap mendampingi Mommy 24 jam.
Yuk, simpan artikel ini sebagai bekal persiapan persalinan. Jangan ragu untuk membagikannya ke grup WhatsApp sesama bumil agar semakin banyak calon Mommy memahami pentingnya IMD sejak awal, ya, Mom!
Referensi:
- IDAI. (2013). Inisiasi Menyusu Dini. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diakses pada 7 Januari 2026. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/inisiasi-menyusu-dini
- Lingling, H., Fan, C., Hongyu, H., Yinying, H., Meidan, L., Qiaoli, L., Linghong, L., Bifeng, Y., & Yuezhen, X. (2025). Efficacy of Breast Crawling on Breastfeeding Outcomes, Knowledge, Attitudes, and Anxiety Status After Term Vaginal Birth: A Randomized Controlled Trial. Maternal & child nutrition, 21(4), e70063. Diakses pada 7 Januari 2026. https://doi.org/10.1111/mcn.70063
- Moore, E. R., Bergman, N., Anderson, G. C., & Medley, N. (2016). Early skin-to-skin contact for mothers and their healthy newborn infants. The Cochrane database of systematic reviews, 11(11), CD003519. https://doi.org/10.1002/14651858.CD003519.pub4
- WHO. (2017). Early initiation of breastfeeding. World Health Organization. Diakses pada 7 Januari 2026. https://www.who.int/tools/elena/commentary/early-breastfeeding
- WHO. (2016). Rooming-in for new mother and infant versus separate care for increasing the duration of breastfeeding. World Health Organization. https://www.who.int/tools/elena/review-summaries/early-breastfeeding–rooming-in-for-new-mother-and-infant-versus-separate-care-for-increasing-the-duration-of-breastfeeding
Ditulis oleh: Elsa Yuni Kartika
Ditinjau ulang oleh: dr. Pritta Diyanti Karyaman, CIMI, CBS, IBCLC







