Momuung.co.id – Pada usia 0-3 bulan, proses menyusui adalah fase penting untuk membangun kecocokan antara mulut bayi dan payudara Mommy. Di masa ini, ada kalanya ASIP tetap perlu diberikan, misalnya saat Mommy mulai kembali bekerja atau ketika terdapat kondisi medis tertentu yang memerlukan tambahan ASIP atau suplementasi. Karena itu, pemilihan media pemberian ASIP menjadi langkah yang sangat penting. Bukan hanya soal kepraktisan, media yang tepat berperan besar dalam menjaga refleks menyusu alami Si Kecil agar proses menyusui tetap optimal. Sebaliknya, media yang kurang sesuai di usia awal dapat meningkatkan risiko bingung puting dan membuat bayi enggan menyusu langsung.
Sebaliknya, media yang kurang sesuai di usia awal berisiko dapat mengganggu proses menyusu langsung bayi, bahkan berisiko menyebabkan bingung puting hingga menolak menyusu. Yuk, kenali media pemberian ASIP non-dot yang direkomendasikan agar proses menyusui tetap nyaman dan sesuai dengan kebutuhan bayi. Buibu, baca sampai selesai, ya!
Mengapa Memilih Media Non-Dot Sangat Disarankan?
Penggunaan media pemberian ASIP selain botol dot sangat dianjurkan, terutama di minggu-minggu awal kehidupan bayi karena pemberian lewat botol dot dapat mengganggu proses menyusu langsung. Studi menunjukkan bahwa ibu yang memberi ASIP melalui alat pemberian alternatif seperti supplemental feeding tube device mendukung bayi tetap mendapatkan nutrisi optimal sekaligus mendukung keberhasilan menyusu eksklusif lebih lama. Metode ini juga membantu bayi belajar menyusu langsung dengan benar tanpa terganggu oleh aliran susu yang terlalu cepat, sehingga peluang tumbuh kembang dan bonding dengan ibu tetap maksimal (Penny et al., 2023; Allen et al., 2021).
5 Media Pemberian ASIP yang Dianjurkan
Berikut adalah beberapa pilihan media yang aman dan bisa Mommy coba di rumah:
1. Cup Feeder (Gelas Kecil)
Ini adalah media paling favorit para konselor laktasi. Bentuknya berupa gelas kecil transparan.
- Cara kerja: Bayi akan menjulurkan lidah atau menyeruput ASIP seperti kucing minum.
- Kelebihan: Tidak mengganggu gerakan lidah alami bayi, sehingga risiko bingung puting sangat minim.
2. Sendok (Spoon Feeding)
Media ini paling mudah ditemukan di rumah. Gunakan sendok plastik yang ujungnya tumpul dan lembut.
- Cara kerja: Mommy cukup menyodorkan sendok berisi sedikit ASIP ke bibir bawah bayi, lalu biarkan bayi menjulurkan lidahnya untuk mengambil ASI.
- Kelebihan: Sangat baik untuk memberikan kolostrum atau ASIP dalam jumlah sedikit.

3. Spuit / Syringe (Tanpa Jarum)
Alat suntik tanpa jarum ini sangat efektif, terutama untuk bayi baru lahir.
- Cara kerja: Masukkan ujung spuit ke dalam mulut bayi (arah ke samping pipi), lalu tekan perlahan bersamaan dengan bayi melakukan gerakan menghisap jari Mommy (teknik finger feeding).
- Kelebihan: Memberikan kontrol penuh pada volume susu yang masuk.
4. Pipet Tetes (Dropper)
Hampir mirip dengan spuit, pipet biasanya digunakan untuk bayi yang masih belajar koordinasi menelan.
- Cara kerja: Arahkan pipet ke rahang samping dan teteskan ASIP sedikit demi sedikit.
- Kelebihan: Sangat praktis dan mudah dibersihkan.
5. Supplemental Nursing System (SNS)
Ini adalah alat berupa selang halus yang ditempelkan di dekat puting Mommy.
- Cara kerja: Saat bayi menyusu langsung ke payudara, bayi juga menghisap ASIP dari selang tersebut.
- Kelebihan: Media terbaik untuk menstimulasi produksi ASI Mommy sambil tetap memberikan tambahan nutrisi bagi bayi.
Pentingnya Memahami Mekanisme Menelan Bayi
Memahami cara bayi menghisap, menelan, dan bernapas saat menyusu sangat penting agar proses minum ASI terasa nyaman dan aman. Koordinasi ini berkembang bertahap dan membutuhkan stimulasi oromotor yang tepat untuk membantu bayi menyusu lebih efisien tanpa mudah lelah atau tersedak, baik pada bayi prematur maupun cukup bulan (Astuti et al., 2022). Studi juga menunjukkan bahwa stimulasi oral yang sesuai dapat mendukung kematangan refleks menelan dan keberhasilan menyusu secara optimal sejak dini (Gökdemir & Doğan, 2025).
Hack Praktis Seputar Pemberian asip tanpa dot
Jika Mommy khawatir pengasuh terlihat kurang sabar menggunakan cup feeder, kuncinya adalah mengajak mereka belajar pelan-pelan dengan menunjukkan video cara pemberian ASIP yang benar atau ikut mendampingi saat konsultasi dengan konselor laktasi, agar semua paham bahwa metode ini baik untuk mencegah bingung puting. Kunci keberhasilan pemberian ASIP dengan media ini adalah latihan yang konsisten, sehingga pengasuh makin terbiasa dan bayi tetap nyaman menyusu.
Sementara itu, bila bayi mudah tersedak saat minum ASIP dengan sendok atau cup, pastikan posisi tubuhnya tegak atau duduk, dan jangan menuangkan ASI langsung ke tenggorokan. Biarkan Si Kecil menjilat dan mengatur ritme minumnya sendiri supaya proses menyusu tetap aman, nyaman, dan penuh bonding.
Menjaga Kualitas ASI dan Ketenangan Mommy
Mommy, memilih media ASIP hanyalah salah satu bagian dari perjuangan mengASIhi. Hal yang tak kalah penting adalah menjaga agar ASI Mommy tetap mengalir lancar dan berkualitas. Saat Mommy tenang dan nutrisi tercukupi, proses pemberian ASIP dengan media apa pun akan terasa lebih ringan.
Jangan lupa untuk selalu mendengarkan sinyal tubuh Mommy. Jika merasa lelah, istirahatlah sejenak. Jika merasa bingung, jangan dipendam sendiri. Edukasi yang tepat dan dukungan dari sekitar akan membuat Mommy lebih percaya diri dalam merawat Si Kecil.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Mom Uung menyediakan layanan konsultasi menyusui gratis 24 jam bersama konselor ahli. Mommy bisa berdiskusi tentang cara penggunaan cup feeder, tips agar bayi tidak bingung puting, hingga cara manajemen stok ASIP kapan pun Mommy butuh teman bicara.
Kesimpulan
Setiap bayi memiliki kebutuhan dan proses adaptasi yang berbeda, sehingga Mommy mungkin perlu waktu untuk menemukan media pemberian ASIP yang paling sesuai untuk Si Kecil. Kuncinya adalah tetap sabar dan konsisten. Menghindari penggunaan dot di masa awal kehidupan bayi merupakan langkah penting untuk mendukung keberlanjutan DBF (direct breastfeeding), agar perjalanan menyusui tetap nyaman hingga lulus ASI 2 tahun.
Mommy, yuk simpan panduan media pemberian ASIP ini sebagai pengingat saat nanti harus berpisah sementara dengan Si Kecil. Jangan lupa bagikan juga ke grup WhatsApp sesama pejuang ASI, supaya semakin banyak Mommy yang teredukasi dan percaya diri memilih media non-dot. Sharing is caring, Mom!
Referensi:
- Allen, E., Rumbold, A. R., Keir, A., Collins, C. T., Gillis, J., & Suganuma, H. (2021). Avoidance of bottles during the establishment of breastfeeds in preterm infants. The Cochrane database of systematic reviews, 10(10), CD005252. Diakses pada 13 Januari 2026. https://doi.org/10.1002/14651858.CD005252.pub5
- Astuti, D. D., Rustina, Y., & Wanda, D. (2022). Oral feeding skills in premature infants: A concept analysis. Belitung nursing journal, 8(4), 280–286. Diakses pada 13 Januari 2026. https://doi.org/10.33546/bnj.2107
- Gökdemir, E., & Doğan, A. K. (2025). The Effect of Suckling and Swallowing Exercises During the Transition to Oral Feeding in Premature Infants: Randomized Controlled Study. Nigerian journal of clinical practice, 28(6), 708–715. Diakses pada 13 Januari 2026. https://doi.org/10.4103/njcp.njcp_41_25
- Penny, F., Brownell, E. A., Judge, M., Marshall-Crim, M., Cartagena, D., & McGrath, J. M. (2023). Use of a Supplemental Feeding Tube Device and Breastfeeding at 4 Weeks. MCN. The American journal of maternal child nursing, 48(6), 334–340. Diakses pada 13 Januari 2026. https://doi.org/10.1097/NMC.0000000000000962














