Momuung.co.id – Banyak Mommy baru yang merasa panik atau sedih ketika setelah melahirkan, karena ASI yang keluar hanya beberapa tetes dan berwarna kekuningan pekat. Mommy mungkin khawatir tetesan ASI tersebut tidak cukup untuk bayi, atau bahkan dihantui mitos lama yang bilang kalau ASI yang kekuningan itu “basi” karena warnanya yang tidak seputih susu.
Padahal, kenyataannya justru sebaliknya, lho. Cairan kekuningan yang disebut Kolostrum ini adalah “vaksin alami” yang disalurkan dari tubuh Mommy untuk Si Kecil. Jangan pernah sia-siakan tetesan kolostrum ini, karena di dalamnya terdapat keajaiban yang tidak bisa digantikan oleh nutrisi apa pun di dunia. Buibu, baca sampai selesai, ya!
Apa itu kolostrum dan Kapan Mulai Diproduksi?
Kolostrum adalah ASI tahap pertama yang dihasilkan oleh kelenjar susu Mommy. Berbeda dengan ASI matang (mature milk) yang berwarna putih dan jumlahnya banyak, kolostrum ini memiliki tekstur lebih kental dan pekat.
Tahukah Mommy? Produksi kolostrum sebenarnya sudah dimulai dipersiapkan jauh sebelum kelahiran, Setelah kelenjar ASI mulai disapkan mulai dari trimester II, perlahan lahan produksi kolostrum juga mulai disiapkan. Itulah sebabnya, ada beberapa Mommy yang mendapati rembesan cairan bening kekuningan di bajunya sebelum melahirkan. Ini menunjukkan tubuh Mommy sudah mulai mempersiapkan nutrisi pertama, bahkan sebelum Si Kecil menyapa dunia.
Mengenal Kandungan gizi kolostrum
Kolostrum sering disebut liquid gold karena kaya protein imun dan komponen pelindung yang penting bagi bayi baru lahir. Salah satu kandungan utamanya adalah Secretory Immunoglobulin A (SIgA), antibodi yang melapisi saluran pencernaan bayi dan membantu mencegah kuman masuk ke dalam tubuh saat sistem imun bayi masih belum matang.
Penelitian menunjukkan SIgA dan komponen bioaktif lain dalam kolostrum berperan penting dalam perlindungan awal dan membantu sistem imun bayi beradaptasi dengan lingkungan luar (Donald et al., 2022; Barbosa-Sabanero et al., 2025).
7 Manfaat kolostrum untuk Bayi Baru Lahir
Berikut adalah alasan mengapa Mommy harus berjuang memberikan kolostrum saat Inisiasi Menyusui Dini (IMD):
1. Meningkatkan Kekebalan Tubuh secara Signifikan
Kolostrum adalah perlindungan pertama untuk tubuh bayi. Di dalamnya terdapat antibodi dan sel kekebalan yang membantu tubuh bayi melawan kuman sejak hari pertama kehidupan. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan kolostrum segera setelah lahir memiliki sistem imun yang bekerja lebih seimbang, sehingga tubuhnya lebih siap beradaptasi dengan lingkungan luar dan risiko infeksi serius, seperti sepsis pada bayi baru lahir, dapat berkurang.
2. Melindungi Saluran Pencernaan Bayi (Gut Barrier Protection)
Saluran cerna bayi baru lahir masih belum matang dan lebih mudah ditembus oleh zat asing. Komponen bioaktif dalam kolostrum seperti Secretory IgA (SIgA), laktoferin, dan faktor pertumbuhan membantu memperkuat lapisan usus, sehingga bakteri dan kuman lebih sulit masuk ke dalam aliran darah bayi (Donald et al., 2022).
Kolostrum bekerja seperti lem atau lapisan pelindung yang menutupi celah tersebut, sehingga protein asing atau kuman tidak bisa masuk ke aliran darah bayi.
3. Membantu Metabolisme dan Menjaga Suhu Tubuh
Kolostrum membantu bayi beradaptasi dengan suhu lingkungan di luar rahim. Kandungan nutrisinya memicu metabolisme bayi untuk mulai bekerja menghasilkan panas tubuh secara mandiri.
4. Bertindak sebagai Pencahar Alami
Pernah melihat kotoran pertama bayi yang berwarna hitam kehijauan dan lengket? Itu disebut mekonium. Kolostrum memiliki efek pencahar ringan yang membantu bayi mengeluarkan mekonium lebih cepat. Hal ini sangat penting untuk mengurangi risiko terjadinya kuning (jaundice) pada bayi karena bilirubin ikut terbuang bersama mekonium.
5. Memenuhi Nutrisi Awal Bayi dengan Volume yang Pas
Lambung bayi baru lahir hanya sebesar kelereng (kapasitas sekitar 5-7 ml). Jadi, tidak perlu sedih kalau kolostrum Mommy hanya keluar sedikit, karena memang itulah jumlah yang mampu ditampung perut Si Kecil agar tidak kekenyangan atau gumoh.
6. Mengatur Kadar Gula Darah
Pada beberapa keadaan khusus, bayi baru lahir berisiko mengalami hipoglikemia (gula darah rendah). Kandungan protein dan mineral dalam kolostrum membantu menstabilkan kadar gula darah bayi agar tetap dalam batas aman.
7. Menurunkan Risiko Alergi di Masa Depan
Kolostrum berperan dalam membentuk toleransi imun. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan awal terhadap komponen imun dalam kolostrum dan ASI berkaitan dengan penurunan risiko penyakit alergi seperti dermatitis atopik dan asma di masa anak-anak, meskipun respons setiap anak dapat berbeda (Victora et al., 2016).
Kesimpulan
Kolostrum adalah hadiah pertama penuh cinta dari tubuh Mommy untuk si Kecil. Walau jumlahnya sedikit, manfaatnya luar biasa. Tenang ya, Mommy. Selama Mommy rileks dan kebutuhan nutrisi terpenuhi, kolostrum akan bekerja dengan maksimal.
Mommy juga tidak perlu menjalani proses ini sendirian. Mom Uung siap menemani lewat layanan konsultasi menyusui gratis 24 jam bersama konselor laktasi yang berpengalaman.
Yuk, simpan artikel ini supaya Mommy tetap tenang saat ASI pertama keluar sedikit.Bagikan juga ke sesama bumil dan ibu baru, supaya semakin banyak Mommy yang percaya diri menghadapi momen berharga ini!
Referensi:
- Barbosa-Sabanero, G., Reyes-Dominguez, A., Luevano-Contreras, C., Gomez-Zapata, H. M., Cardona-Alvarado, M. I., Palomino-Perez, M. J., & Lazo-de-la-Vega-Monroy, M. L. (2025). Secretory IgA in Colostrum and Neonatal Feces is Not Associated With Maternal Nutrient Intake in Newborns From Healthy Mothers. Journal of human lactation: official journal of International Lactation Consultant Association, 41(4), 541–553. Diakses pada 8 Januari 2026. https://doi.org/10.1177/08903344251369415
- Donald, K., Petersen, C., Turvey, S. E., Finlay, B. B., & Azad, M. B. (2022). Secretory IgA: Linking microbes, maternal health, and infant health through human milk. Cell host & microbe, 30(5), 650–659. Diakses pada 8 Januari 2026. https://doi.org/10.1016/j.chom.2022.02.005
- Victora, C. G., Bahl, R., Barros, A. J., França, G. V., Horton, S., Krasevec, J., Murch, S., Sankar, M. J., Walker, N., Rollins, N. C., & Lancet Breastfeeding Series Group (2016). Breastfeeding in the 21st century: epidemiology, mechanisms, and lifelong effect. Lancet (London, England), 387(10017), 475–490. Diakses pada 8 Januari 2026. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(15)01024-7














