Author: Mommin
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.
Memasuki trimester ketiga, tubuh Mommy mulai terasa lebih cepat pegal, punggung linu, atau kram kaki di malam hari. Wajar kalau muncul rasa khawatir, apakah ini tanda tubuh mulai kekurangan kalsium atau tulang jadi lebih lemah. Di fase ini, tulang janin sedang berkembang sangat pesat. Jika asupan vitamin dan mineral tidak tercukupi, tubuh Mommy bisa mengambil cadangan kalsium dari tulang dan gigi untuk memenuhi kebutuhan si Kecil. Karena itu, menjaga kesehatan tulang penting bukan hanya untuk mengurangi rasa tidak nyaman sekarang, tapi juga untuk melindungi tulang Mommy di masa depan. Anggap rasa pegal sebagai sinyal dari tubuh bahwa nutrisi perlu lebih…
Pernahkah Mommy merasa sedih atau menyesal karena harus berhenti menyusui sebelum waktunya? Mungkin karena kondisi medis, kondisi lelah mental dan atau emosional yang membuat produksi ASI menurun, atau sempat mengalami bingung puting hingga akhirnya beralih ke penggunaan dot. Wajar jika kemudian muncul pertanyaan seperti, “Masih bisa nggak ya kasih ASI lagi?” atau “Apakah tubuhku masih bisa memproduksi ASI?” Perasaan tersebut sangat valid kok, Mommy. Kabar baiknya, tubuh ibu memiliki kemampuan luar biasa untuk beradaptasi. Melalui proses yang disebut relaktasi, bayi dapat kembali menyusu disertai dengan produksi ASI dapat distimulasi kembali meskipun sempat terhenti selama beberapa waktu. Tidak pernah ada…
Menjalani masa menyusui memang tidak selalu mudah. Wajar jika Mommy khawatir saat hasil pompa terlihat sedikit dan bertanya apakah ASI sudah cukup. Sebelum menganggap produksi ASI kurang dan memompa ASI, evaluasi dulu proses menyusui Mommy. Pada ibu yang menyusui langsung, kecukupan ASI lebih tepat dilihat dari pelekatan, frekuensi menyusu, kenaikan berat badan, dan jumlah pipis bayi, bukan dari hasil pompa saja. Begitu juga dengan ibu yang exclusive pumping. Jika hasil perah terasa sedikit, evaluasi dulu penggunaan alat pompa, ukuran corong, durasi dan frekuensi memompa, serta teknik yang digunakan. Di artikel ini, kita akan membahas salah satu metode menaikkan produksi ASI…
Menjadi ibu baru tentu memang membahagiakan. Namun, bayi yang terlalu sering tidur dan jarang terbangun untuk menyusu perlu mendapat perhatian khusus. Kondisi ini bisa menjadi tanda bayi kurang asupan ASI dan berisiko mengalami bayi kuning (ikterus). Dengan memahami tanda-tanda bayi kuning sejak awal, Mommy bisa lebih tenang dan tahu kapan perlu memberi perhatian ekstra. Yuk, lanjutkan membaca agar Mommy bisa mendampingi si Kecil dengan lebih percaya diri dan penuh kasih. Buibu, baca sampai selesai, ya! Bahaya Bayi yang Jarang Menyusu Pada bayi baru lahir, kadar bilirubin memang cenderung meningkat karena fungsi hati yang belum matang. Kondisi ini umumnya aman, tetapi…
Menjadi pejuang ASI, baik sebagai full-time mom maupun working mom, adalah perjalanan cinta yang luar biasa. Namun, tak jarang Mommy merasa cemas saat melihat hasil pompaan yang dirasa sedikit. Padahal sudah memompa sampai lelah, namun hasilnya tak kunjung sesuai harapan. Mommy, tubuh kita bekerja berdasarkan prinsip supply and demand. Semakin sering payudara dikosongkan (baik melalui isapan bayi langsung maupun pompa), maka otak akan mengirim sinyal untuk memproduksi lebih banyak lagi. Jadi, kuncinya bukan hanya pada seberapa lama Mommy memompa, tapi pada konsistensi dan teknik yang benar. Yuk, kita pelajari bagaimana cara mengatur jadwal dan trik agar hasil pumping Mommy melimpah.…
Melihat Si Kecil yang biasanya aktif tiba-tiba lemas, suhu tubuhnya tinggi, hingga mengalami kejang pasti membuat hati Mommy panik luar biasa dan kerap menyalahkan diri karena merasa dianggap tak terampil mengurus anak. Panik itu wajar kok, tapi dalam situasi darurat seperti kejang, Mommy perlu tenang terlebih dahulu. Kejang pada bayi, terutama bayi baru lahir, memerlukan penanganan yang hati-hati dan tepat. Yuk, kita pelajari bersama langkah-langkah medis yang benar agar Mommy lebih siap dan sigap melindungi Si Kecil. Buibu, baca sampai selesai, ya! Mengapa Bayi Bisa Mengalami Kejang? Kejang pada bayi adalah gangguan aktivitas listrik sementara di otak. Pada bayi usia…
Menjadi Ibu baru adalah sebuah anugerah dan momen yang luar biasa indahnya. Rasanya campur aduk ya, Mom? Ada bahagia yang membuncah, tapi sering kali dibarengi rasa cemas saat mulai menyusui Si Kecil. Ada saja rasa khawatir yang kerap kali membuat Ibu menyalahkan diri saat ASI baru bisa diproduksi dalam jumlah yang sedikit. Mommy tidak sendirian. Hampir semua Ibu baru merasakan kekhawatiran yang sama. Tapi tahukah Mommy? Nilai kecukupan ASI itu tidak selalu dilihat dari volumenya yang banyak, melainkan dari bagaimana reaksi dan kondisi Si Kecil. Setiap bayi itu unik, begitupun kebutuhannya. Yuk, kita kenali takaran ASI yang sebenarnya dibutuhkan newborn…
Menjelang bulan kesembilan, perasaan Mommy pasti sedang campur aduk ya? Ada rasa tidak sabar ingin melihat wajah Si Kecil, tapi di sisi lain ada rasa deg-degan: “Kira-kira nanti aku tahu nggak ya kalau sudah mau melahirkan?” atau “Duh, ini perut kencang cuma kontraksi palsu atau sudah pembukaan ya?”. Wajar sekali jika Mommy merasa cemas, apalagi jika ini adalah pengalaman pertama. Tubuh Mommy itu sangat hebat, ia akan memberikan sinyal-sinyal alami saat Si Kecil sudah siap menyapa dunia. Biasanya, tanda-tanda ini mulai muncul secara bertahap dalam waktu 48 jam hingga 24 jam sebelum persalinan dimulai. Yuk, kita kenali sinyal cinta dari…
Menjadi Ibu yang memiliki bayi berusia 3 bulan adalah momen-momen yang seringkali membuat kita gemas ya, Mom. Si Kecil mulai aktif berceloteh dan kerap memperhatikan gerak-gerik orang tua. Namun, pasti terselip sedikit kekhawatiran di benak Mommy: “Kok bayiku belum bisa miring-miring ya?” atau “Temannya sudah bisa tengkurap sendiri, kok bayiku belum?”. Setiap bayi memang memiliki milestone yang berbeda-beda, tapi tugas kita sebagai Mommy adalah memberikan stimulus yang tepat. Salah satu fondasi utama agar bayi bisa berguling, merangkak, hingga duduk adalah kekuatan otot leher, bahu, dan punggung yang didapat melalui Tummy Time. Yuk, kita bedah rahasia stimulasi motorik agar Si Kecil…
Banyak Mommy baru yang merasa panik atau sedih ketika setelah melahirkan, karena ASI yang keluar hanya beberapa tetes dan berwarna kekuningan pekat. Mommy mungkin khawatir tetesan ASI tersebut tidak cukup untuk bayi, atau bahkan dihantui mitos lama yang bilang kalau ASI yang kekuningan itu “basi” karena warnanya yang tidak seputih susu. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya, lho. Cairan kekuningan yang disebut Kolostrum ini adalah “vaksin alami” yang disalurkan dari tubuh Mommy untuk Si Kecil. Jangan pernah sia-siakan tetesan kolostrum ini, karena di dalamnya terdapat keajaiban yang tidak bisa digantikan oleh nutrisi apa pun di dunia. Buibu, baca sampai selesai, ya! Apa…
Join Komunitas Mom Uung
Gabung bersama Komunitas Pejuang ASI Mom Uung dan nikmati berbagai manfaat eksklusif! Dapatkan edukasi langsung dari para ahli, dukungan komunitas yang positif, serta kesempatan spesial di setiap event Mom Uung.
Butuh Bantuan atau Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Produk & Program Mom Uung?
Kami siap membantu! Jika Mommy punya pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut tentang produk ibu & bayi, ASI booster, serta program komunitas Mom Uung, tim Mom Uung Care siap memberikan informasi dan dukungan terbaik untuk Mommy.













