Momuung.co.id – Melihat Si Kecil menyusu dengan tenang sampai tertidur lelap karena kekenyangan memang jadi momen paling membahagiakan ya, Mommy. Rasanya segala lelah setelah memompa ataupun menyusui, langsung hilang seketika. Tapi, pernahkah Mommy mendapati pipi Si Kecil muncul bintik merah, atau area lipatan lehernya terlihat lecet dan berbau asam?
Banyak Mommy baru yang merasa kecolongan dan merasa bersalah, kenapa Si Kecil terkena iritasi padahal sudah dimandikan dengan bersih. Ternyata, sisa ASI yang menempel dan tidak segera dibersihkan bisa jadi pemicu utama masalah kulit pada bayi. Supaya Si Kecil tetap nyaman dan kulitnya tetap glowing, kita akan bedah area mana saja yang sering terabaikan dan bagaimana cara membersihkannya dengan benar. Buibu, baca sampai selesai, ya!
Mengapa Kebersihan Pasca Menyusui Sangat Penting?
ASI adalah nutrisi terbaik, namun karena kandungan lemak dan gulanya yang tinggi, sisa ASI yang tertinggal di kulit bayi dapat menjadi media pertumbuhan bakteri dan jamur. Kulit bayi memiliki fungsi barier yang masih belum matang dengan lapisan luar kulitnya lebih tipis dan rentan terhadap iritasi serta infeksi dibandingkan kulit orang dewasa, sehingga paparan kelembapan berlebih atau iritan dapat mempercepat kerusakan barier ini dan meningkatkan risiko dermatitis (Choi, 2025).
3 Area Tersembunyi yang Wajib Dibersihkan
Mommy perlu tahu, ada tiga area utama yang sering kali terlewat oleh Mommy setelah menyusui:
1. Area Mulut dan Lidah
Sisa ASI bisa tertinggal di dalam mulut bayi. Jika dibiarkan, lidah bisa terlihat putih-putih karena pertumbuhan jamur atau yang disebut oral candidiasis. Temuan penelitian melaporkan bahwa 13,2 persen bayi menunjukkan oral candidiasis pada bulan pertama (Lopes et al., 2023). Maka dari itu, Mommy bisa membersihkan rongga mulut bayi secara rutin setelah menyusu sebagai salah satu perawatan untuk mencegah pertumbuhan jamur di mulut atau gangguan kesehatan lainnya pada bayi.
2. Pipi dan Area Sekitar Mulut
Saat menyusu, area pipi dan sekitar mulut bayi sering lembap karena ASI dan air liur. Pada kulit bayi yang masih sangat sensitif, kondisi lembap yang berulang dapat memicu iritasi dan memperberat risiko ruam atau eksim, terutama pada bayi dengan riwayat alergi. Penelitian menunjukkan bahwa faktor nutrisi awal, termasuk pola pemberian ASI, berperan dalam respons imun dan kesehatan kulit bayi. Oleh karena itu, Mommy perlu membersihkan area wajah Si Kecil dengan lap lembut setelah menyusu sebagai langkah sederhana namun penting untuk melindungi kesehatan kulitnya (Abrams et al., 2022; Boutsikou et al., 2023).
3. Lipatan Leher
Leher bayi yang pendek dan berlipat membuat ASI mudah menumpuk di area ini. Campuran ASI, keringat, dan kelembapan bisa memicu ruam atau bau tidak sedap jika tidak dibersihkan. Jadi, pastikan lipatan leher selalu bersih dan kering, ya Mommy.
Tips Praktis Menjaga Kebersihan Si Kecil
- Siapkan bib atau kain lembut
Saat menyusu, letakkan celemek atau kain lembut di bawah dagu bayi supaya tetesan ASI tidak mengalir ke leher. - Keringkan dengan cara ditepuk pelan
Setelah menyusu, bersihkan wajah dan leher bayi dengan kain yang sedikit lembap, lalu tepuk-tepuk lembut sampai benar-benar kering. Hindari menggosok agar kulit bayi tidak iritasi. - Rutin cek lipatan leher
Walaupun bayi sudah tertidur, sesekali periksa area lehernya. Jika terasa lembap, segera keringkan supaya kulit tetap nyaman dan sehat.
Kesimpulan
Kebersihan bayi setelah menyusui adalah kunci agar Si Kecil tetap nyaman dan bebas dari masalah kulit. Dengan rutin membersihkan area mulut, pipi, dan lipatan leher, Mommy sudah melakukan langkah besar untuk mencegah iritasi. Tetap penuhi nutrisi harian Mommy agar ASI selalu berkualitas, dan jangan lupa untuk selalu menikmati setiap momen bonding bersama Si Kecil.
Untuk membantu perjalanan dari kehamilan hingga fase menyusui lebih lancar, Mom Uung menyediakan layanan konsultasi menyusui & kehamilan gratis bersama konselor ahli yang siap mendampingi Mommy 24 jam.
Suka dengan edukasi ini? Yuk, bagikan artikel ini kepada Mommy lainnya agar semakin banyak ibu yang paham pentingnya menjaga kebersihan Si Kecil pasca menyusui!
Referensi:
- Abrams, E.M., Watson, W., Vander Leek, T.K. et al. Dietary exposures and allergy prevention in high-risk infants. Allergy Asthma Clin Immunol 18, 36 (2022). https://doi.org/10.1186/s13223-021-00638-y
- Boutsikou, T., Sekkidou, M., Karaglani, E., Krepi, A., Moschonis, G., Nicolaou, N., Iacovidou, N., Pancheva, R., Marinova-Achkar, M., Popova, S., Kapetanaki, A., Iliodromiti, Z., Papaevangelou, V., Sardeli, O., Papathoma, E., Schaafsma, A., Bos, R., Manios, Y., & Xepapadaki, P. (2023). The Impact of Infant Feeding Regimen on Cow’s Milk Protein Allergy, Atopic Dermatitis and Growth in High-Risk Infants during the First 6 Months of Life: The Allergy Reduction Trial. Nutrients, 15(11), 2622. https://doi.org/10.3390/nu15112622
- Choi E. H. (2025). Skin Barrier Function in Neonates and Infants. Allergy, asthma & immunology research, 17(1), 32–46. https://doi.org/10.4168/aair.2025.17.1.32
- Lopes, A. B., Cardoso, V. M., Moreira, L. V., Ramos-Jorge, J., Ramos-Jorge, M. L., & Fernandes, I. B. (2023). Effect of oral hygiene in infants before dental eruption on Candida spp. colonization and the occurrence of oral candidiasis: A randomized clinical trial. Journal of clinical and experimental dentistry, 15(11), e920–e928. https://doi.org/10.4317/jced.60885
Ditulis oleh: Elsa Yuni Kartika
Ditinjau ulang oleh: dr. Natasya Ayu Andamari, Sp.A







