Momuung.co.id – Pernah merasa sudah mencoba Memerah ASI dengan tangan, tapi payudara masih terasa penuh, keras, atau seperti ada bagian yang belum keluar maksimal? Atau saat dipijat ke arah depan, justru terasa nyeri hingga membuat kulit jadi lecet?
Kalau Mommy pernah mengalami hal ini, tenang, Mommy tidak sendirian. Banyak ibu mengira produksi ASI-nya sedikit, padahal sering kali masalahnya bukan pada jumlah ASI, melainkan teknik memerah yang belum tepat. Dengan Teknik marmet yang benar, ASI bisa keluar lebih optimal tanpa rasa sakit. Yuk, pelajari cara lengkapnya agar proses menyusui jadi lebih nyaman. Buibu, baca selengkapnya di sini ya!
Apa Itu Teknik Marmet?
Teknik Marmet adalah metode memerah ASI dengan tangan yang dilakukan menggunakan tekanan lembut dan terarah. Teknik ini mengikuti aliran alami saluran ASI, sehingga membantu ASI keluar lebih lancar tanpa menimbulkan rasa sakit.
Jika dilakukan dengan benar, teknik Marmet dapat membantu payudara terasa lebih kosong dan nyaman, terutama saat Mommy mengalami bendungan ASI atau merasa produksi ASI kurang lancar. Berbeda dengan cara memerah yang asal menekan puting atau memijat terlalu keras, teknik ini fokus pada tekanan lembut di area belakang areola, yaitu area kelenjar ASI berada, sehingga stimulasi yang diberikan lebih efektif dan aman.
Cara memerah yang kurang tepat justru bisa membuat payudara terasa nyeri, puting lecet, dan ASI tidak keluar maksimal. Karena itu, teknik Marmet sering menjadi pilihan yang lebih aman dan efektif untuk membantu pengeluaran ASI secara alami, terutama bagi ibu menyusui yang masih beradaptasi di awal fase ini (Becker, 2016; World Health Organization, 2021).
Kapan Sebaiknya Melakukan Teknik Marmet?
Teknik Marmet bisa dilakukan di beberapa kondisi untuk membantu pengosongan payudara lebih optimal dan menjaga produksi ASI tetap lancar.
1. Di Awal kelahiran atau Saat ASI Belum Keluar
Pada masa awal setelah melahirkan, wajar jika Mommy merasa khawatir karena ASI belum langsung keluar atau jumlahnya masih sedikit. Kondisi ini cukup umum terjadi, terutama karena tubuh masih dalam proses menyesuaikan produksi ASI.
Di fase ini, bayi juga terkadang belum bisa melekat dengan optimal atau masih lebih sering tidur, sehingga stimulasi menyusui belum maksimal. Untuk membantu merangsang produksi ASI, Mommy bisa mulai memerah kolostrum menggunakan teknik Marmet. Cara ini dapat membantu memberikan stimulasi awal pada payudara agar produksi ASI lebih cepat terbentuk dan keluar secara bertahap.
Pijatan dan tekanan tangan yang lembut dapat membantu merangsang refleks pengeluaran kolostrum, sekaligus membuat payudara terasa lebih ringan dan nyaman.
2. Saat payudara terasa bengkak (engorgement)
Ketika payudara terasa sangat penuh, keras, atau nyeri, teknik Marmet dapat membantu mengurangi tekanan dengan mengeluarkan sebagian ASI. Dengan begitu, area areola menjadi lebih lembut sehingga bayi lebih mudah melekat dan menyusu dengan nyaman.
Agar hasilnya lebih optimal, Mommy bisa melakukan pijat limfatik dan teknik reverse pressure softening terlebih dahulu sebelum memerah dengan teknik Marmet. Ini membantu melunakkan jaringan di sekitar areola dan memperlancar aliran ASI.
3. Setelah sesi pumping
Setelah selesai menggunakan pompa, lanjutkan dengan teknik Marmet selama sekitar 3-5 menit di tiap payudara. Cara ini membantu mengeluarkan sisa ASI yang belum diperah lewat pompa. Pengosongan yang lebih tuntas akan memberi sinyal ke tubuh untuk meningkatkan produksi ASI berikutnya.
4. Saat puting lecet atau sangat nyeri bila disusui
Teknik Marmet bisa menjadi pilihan alternatif ketika puting sedang lecet atau terasa sangat nyeri saat bayi menyusu. Metode ini menggunakan tekanan tangan yang lembut dan tidak bergantung pada hisapan alat, sehingga umumnya terasa lebih nyaman untuk payudara yang sedang sensitif.
5. Saat ibu bekerja lupa bawa alat pumping
Pengosongan ASI yang terlambat dapat meningkatkan risiko sumbatan, terutama pada ibu bekerja. Dalam kondisi darurat, seperti lupa membawa alat pumping, ada bagian alat yang tertinggal, atau alat tiba-tiba tidak bisa digunakan, teknik Marmet bisa menjadi solusi praktis.
Dengan memerah ASI menggunakan tangan, Mommy tetap bisa membantu mengosongkan payudara dan menjaga aliran ASI tetap lancar meskipun tanpa alat.
Langkah-Langkah Melakukan Teknik Marmet
Supaya hasilnya maksimal dan tetap nyaman, pastikan tangan Mommy sudah bersih dan tubuh dalam kondisi rileks sebelum mulai.
1. Stimulasi Ringan Terlebih Dahulu
Sebelum memerah, lakukan stimulasi ringan terlebih dahulu. Mommy bisa menggunakan kompres hangat atau memijat payudara dengan gerakan melingkar dari bagian pangkal menuju area sekitar puting selama 1-2 menit. Cara ini membantu melancarkan aliran ASI sehingga lebih mudah keluar saat diperah.
Kompres hangat juga bisa membantu, tetapi sebaiknya hanya dilakukan saat payudara tidak dalam kondisi bengkak, tersumbat, atau kemerahan. Jika ada tanda tersebut, cukup lakukan pijatan lembut agar tetap aman dan nyaman.
2. Posisi Tangan yang Tepat (C-Hold)
Bentuk tangan seperti huruf “C”, dengan ibu jari di atas dan jari lainnya menopang bagian bawah payudara. Letakkan posisi jari sekitar 2-3 cm (atau 1-2 jari) di belakang puting atau sedikit di luar area areola. Posisi ini penting karena kelenjar ASI terasa di area tersebut, sehingga tekanan yang diberikan bisa membantu mengeluarkan ASI dengan lebih optimal tanpa menekan puting secara langsung.
3. Gerakan Memerah yang Benar
Teknik Marmet dilakukan dengan gerakan sederhana yang dikenal dengan istilah Press, Compress, Release. Gerakan ini perlu dilakukan secara perlahan, lembut, dan berulang agar ASI keluar lebih maksimal tanpa membuat payudara terasa sakit.
- Press
Dorong jari ke arah dalam payudara, seolah menekan ke arah dinding dada, bukan ke arah puting. Fokus tekanan ada di area belakang areola atau bagian gelap di sekitar puting, karena di situlah saluran ASI berada.
- Compress
Satukan ibu jari dan jari lainnya secara lembut tanpa menggeser posisi jari. Gerakan ini membantu menekan saluran ASI agar ASI lebih mudah keluar.
- Release
Lepaskan tekanan secara perlahan, dan kembali ke posisi awal. Setelah itu, ulangi lagi gerakan yang sama dengan ritme yang teratur.
Lakukan gerakan ini secara berulang sampai payudara terasa lebih ringan, kelenjar susu terasa lebih kosong, dan aliran ASI mulai berkurang atau tidak lagi menetes. Setelah satu area selesai, putar posisi ibu jari dan jari telunjuk searah jarum jam untuk menjangkau bagian payudara lainnya, lalu ulangi langkah yang sama.
Hasil yang Bisa Dirasakan
Jika dilakukan secara rutin, teknik ini bisa membantu payudara lebih kosong setelah diperah. Saat payudara kosong, tubuh akan mendapat sinyal untuk memproduksi ASI lebih banyak. Dalam beberapa hari, biasanya aliran ASI terasa lebih lancar dan jumlahnya juga meningkat.
Kesimpulan
Teknik Marmet adalah keterampilan penting yang bisa membantu Mommy dalam perjalanan menyusui. Selain praktis karena tidak membutuhkan alat, teknik ini juga bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja sesuai kebutuhan. Dengan cara yang tepat, Marmet dapat membantu mengosongkan payudara lebih optimal sehingga produksi ASI bisa tetap terjaga. Kunci utamanya ada pada konsistensi dan kesabaran dalam melakukannya secara rutin.
Di awal mungkin gerakannya terasa belum terbiasa, tapi itu hal yang wajar. Coba lakukan perlahan sambil memahami ritmenya hingga terasa lebih nyaman. Jika sudah mulai merasakan manfaatnya, Mommy juga bisa berbagi pengalaman ini dengan ibu lainnya. Dukungan sederhana seperti ini bisa sangat membantu sesama Mommy agar tetap semangat dalam memberikan ASI terbaik untuk si Kecil. Jika masih terasa kesulitan, Mommy juga bisa menghubungi konselor Mom Uung untuk mendapatkan pendampingan yang lebih tepat.
Sumber
- Becker, G. E., Smith, H. A., & Cooney, F. (2016). Methods of milk expression for lactating women. The Cochrane database of systematic reviews, 9(9), CD006170. https://doi.org/10.1002/14651858.CD006170.pub5
- LactApp UK. (2022). Hand expressing breastmilk: The Marmet technique. LactApp Blog. https://blog.lactapp.es/en/hand-expressing-breastmilk-the-marmet-technique/
- World Health Organization. (2021). Infant and young child feeding counselling: An integrated course: Trainer’s guide (2nd ed.). https://www.who.int/publications/i/item/9789240032828
Tonton video edukasinya di sini yuk, Mom!
@momuung.id Meskipun udah punya Pompa ASI!! Mommy wajib tau cara Memerah ASI pakai tangan yaa!! 🥰 Terutama buat working mom nih, karna pasti ada situasi-situasi yang mengharuskan mommy membutuhkan skill ini ✨ Tonton sampai abis ya buat tutorial yang benar nya 🫶🏻 #memerahasi #pumping #pompasasi #asi #breastfeeding
✨ Produk Unggulan Mom Uung
FAQ Seputar Topik Ini
Apa itu teknik Marmet?
Teknik Marmet adalah metode memerah ASI dengan tangan menggunakan tekanan lembut di area belakang areola untuk membantu ASI keluar lebih lancar.
Kapan sebaiknya menggunakan teknik Marmet?
Teknik ini bisa digunakan saat ASI belum keluar di awal kelahiran, payudara bengkak, setelah pumping, atau saat tidak membawa alat pompa.
Apakah teknik Marmet bisa meningkatkan produksi ASI?
Bisa. Pengosongan payudara yang lebih optimal memberi sinyal ke tubuh untuk memproduksi ASI lebih banyak.
Apakah teknik Marmet sakit?
Tidak, jika dilakukan dengan benar. Teknik ini menggunakan tekanan lembut, bukan memijat keras atau menarik puting.

