Momuung.co.id – Melihat Ayah terlihat ragu saat menggendong bayi baru lahir adalah hal yang cukup umum. Rasa khawatir dan takut membuat bayi tidak nyaman sering kali membuat Ayah jadi kurang percaya diri. Ditambah lagi, ada perasaan yang belum terhubung sepenuhnya dengan si Kecil.
Sebenarnya, ada cara sederhana untuk membangun kedekatan itu, yaitu skin-to-skin contact. Yuk, ajak Ayah mulai mencoba dari sekarang agar kedekatan dengan si Kecil semakin terasa sejak hari pertama. Buibu dan bapak-bapak, simak selengkapnya di sini ya!
Bukan Cuma Ibu, Ayah Juga Bisa Lakukan Skin-to-Skin
Mommy, skin-to-skin bukan cuma untuk Ibu, Ayah juga sangat dianjurkan melakukannya. Kontak kulit langsung membantu bayi merasa hangat dan aman setelah lahir. Saat berpindah dari rahim ke dunia luar, bayi bisa merasa stres, dan pelukan Ayah dengan detak jantung yang stabil bisa membantu menenangkan serta menjaga suhu tubuh bayi tetap stabil (Pagni et al., 2017).
Menariknya, manfaat ini juga dirasakan oleh Ayah. Saat melakukan skin-to-skin, tubuh Ayah akan melepaskan hormon oksitosin yang membuat perasaan lebih tenang dan dekat dengan si Kecil. Hal ini membantu meningkatkan rasa percaya diri Ayah dalam merawat bayi dan memperkuat bonding sejak awal kehidupan bayi (Hullumani et al., 2026).
Langkah-Langkah Posisi Skin-to-Skin Ayah dengan Bayi Baru Lahir
Agar sesi bonding ini berjalan sukses dan minim drama “takut salah”, berikut adalah panduan praktis yang bisa Mommy ajarkan ke Ayah:
1. Persiapan Posisi yang Nyaman (Semi-Reclined)
Supaya skin-to-skin berjalan nyaman, Ayah sebaiknya tidak duduk tegak lurus. Posisi setengah rebahan di kursi atau tempat tidur dengan sandaran sekitar 30 sampai 45 derajat lebih aman dan membuat bayi tetap menempel dengan stabil di dada. Selain itu, posisi ini juga membantu Ayah tidak cepat pegal saat menggendong bayi lebih lama. Penelitian menunjukkan bahwa posisi yang rileks dan stabil mendukung bayi tetap hangat dan lebih cepat tenang (World Health Organization, 2025).
2. Letakkan Bayi di Dada
Ayah bisa melepas baju dan bayi cukup memakai popok, lalu diletakkan tengkurap di dada Ayah. Pastikan kepala bayi menghadap ke samping agar hidung tetap terbuka dan bayi bisa bernapas dengan nyaman. Posisi kaki bayi yang menekuk seperti berjongkok atau membentuk M-shape secara alami akan membuatnya lebih nyaman dan mendukung perkembangan tubuhnya. Kontak langsung seperti ini membantu menstabilkan detak jantung dan suhu tubuh bayi, sekaligus membuatnya merasa lebih aman di pelukan Ayah (World Health Organization, 2025; Manning Regional Healthcare Center, 2024).
3. Menjaga Kehangatan dan Keamanan
Mommy, walaupun bayi sudah skin-to-skin dengan Ayah, bagian punggungnya tetap perlu dilindungi supaya tidak kedinginan. Ayah bisa menutupnya dengan selimut tipis atau pakaian yang nyaman. Yang penting, wajah bayi tetap terbuka dan mudah dipantau agar pernapasannya aman. Bila menggunakan AC di ruangan, hindari posisi angin yang langsung mengenai punggung atau kepala bayi. Menjaga suhu tubuh bayi tetap stabil seperti ini terbukti membantu bayi lebih rileks dan tidak mudah rewel (World Health Organization, 2025).
4. Durasi dan Konsistensi
Skin-to-skin bisa dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan bayi, baik saat tenang maupun saat mulai gelisah. Durasi idealnya sekitar 30 sampai 60 menit agar manfaatnya terasa maksimal. Jika dilakukan secara rutin, metode ini dapat membantu bayi lebih cepat tenang sekaligus memperkuat kedekatan emosional antara Ayah dan si Kecil. Bila memungkinkan, durasi yang lebih lama juga akan memberikan manfaat yang lebih baik.
5. The Soothing Talk
Saat melakukan skin-to-skin, Ayah bisa mengajak bayi berbicara dengan suara lembut atau bersenandung pelan. Bayi sudah mengenali suara Ayah sejak dalam kandungan, sehingga suara ini bisa membantu menenangkan dan membuatnya merasa lebih aman. Kombinasi sentuhan dan suara ini juga mendukung ikatan emosional yang lebih kuat sejak awal (HealthPartners, 2021).
Di sisi lain, momen ini juga bisa menjadi waktu berharga bagi Mommy untuk beristirahat sejenak dan memulihkan energi, sementara Ayah membangun kedekatan dengan bayi.
Jangan Ragu Meminta Bantuan Tenaga Medis
Kalau ini pengalaman pertama Ayah dan masih merasa canggung, tidak masalah untuk meminta bantuan tenaga medis seperti dokter atau bidan. Setelah persalinan di tempat bersalin, Ayah bisa sekalian meminta panduan langsung untuk mencoba posisi skin-to-skin yang aman dan nyaman. Dengan begitu, Ayah jadi lebih siap sebelum Mommy dan si Kecil pulang ke rumah.
Tenaga medis juga bisa membantu memastikan posisi bayi sudah tepat, terutama pada bagian leher dan tubuh agar tetap aman. Dengan bimbingan ini, Ayah bisa lebih percaya diri menikmati momen skin-to-skin tanpa rasa khawatir.
Kesimpulan
Membangun kedekatan dengan bayi memang tidak instan, tapi bisa dimulai dari langkah sederhana seperti skin-to-skin. Dengan posisi yang tepat, Ayah akan merasa lebih percaya diri dan terlibat dalam merawat si Kecil sejak awal. Hal ini juga bisa membantu perjalanan menyusui Mommy jadi lebih nyaman karena ada dukungan penuh dari Ayah.
Supaya lebih siap menghadapi fase awal setelah melahirkan, Mommy dan Ayah sebaiknya mulai membekali diri sejak masa kehamilan. Salah satunya dengan memahami manfaat konsultasi menyusui sejak trimester 3, agar nanti sudah lebih siap dalam bonding, menyusui, dan merawat bayi bersama.
Semangat terus ya, Mommy dan Ayah. Nikmati setiap momen hangat bersama si Kecil.
Sumber
- HealthPartners. (2021). Tips for father-baby bonding. HealthPartners Blog. https://www.healthpartners.com/blog/tips-for-father-baby-bonding/
- Hullumani, S., Qureshi, I., & Raghumahanti, R. (2026). Effect of parental involvement on neonatal growth, neurodevelopmental outcome, parental bonding in neonatal care: a systematic review protocol. BMJ open, 16(1), e106452. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2025-106452
- Pagni, A., Kellar, S.M., & Rood, M.D. (2017). Effects of Kangaroo Care on Procedural Pain in Preterm Infants: A Systematic Review. https://ideaexchange.uakron.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1457&context=honors_research_projects
Tonton video edukasinya di sini yuk, Mom!
@momuung.pregnancy Skin to skin sama bayi nggak cuma sama ibunya aja, tapi paksu bisa bantu juga buat meredakan stress janin pasca lahir. Gimana caranya? Yuk simak video di atas 😘😍 Previewed by dr. Pritta Diyanti Karyaman, CIMI, CBS, IBCLC #edukasimomuung #momuung #persiapanlahiran #trimester3 #momuungpregnancy
✨ Produk Unggulan Mom Uung
FAQ Seputar Topik Ini
Apakah ayah boleh melakukan skin-to-skin dengan bayi?
Ya, ayah sangat dianjurkan melakukan skin-to-skin karena dapat membantu bayi merasa lebih tenang dan memperkuat bonding sejak awal.
Apa manfaat skin-to-skin untuk bayi baru lahir?
Skin-to-skin membantu menstabilkan suhu tubuh, detak jantung, serta membuat bayi merasa aman dan lebih rileks.
Bagaimana cara skin-to-skin ayah dengan bayi yang benar?
Bayi diletakkan tengkurap di dada ayah tanpa baju, dengan kepala menghadap ke samping agar pernapasan tetap lancar.
Berapa lama durasi skin-to-skin yang ideal?
Durasi ideal sekitar 30 hingga 60 menit agar manfaat bonding dan ketenangan bayi bisa dirasakan maksimal.
Apakah skin-to-skin bisa membantu bayi yang rewel?
Ya, kontak kulit langsung dapat membantu menenangkan bayi karena memberikan rasa hangat dan aman.

