Momuung.co.id β Pertanyaan yang sering muncul misalnya:
- Hamil anggur adalah apa sebenarnya?
- Apakah janinnya ada?
- Apakah kondisi ini berbahaya?
- Apakah Mommy masih bisa hamil lagi setelahnya?
Hamil anggur bukanlah kehamilan normal. Kondisi ini merupakan gangguan medis yang perlu ditangani oleh dokter karena berkaitan dengan perkembangan jaringan kehamilan yang tidak normal.
Dalam artikel ini, Mommy akan memahami secara lengkap tentang penyebab hamil anggur, gejala yang sering muncul, serta bagaimana penanganannya.
Hamil Anggur Adalah Apa?

Secara medis, hamil anggur adalah kondisi kehamilan abnormal yang disebut sebagai mola hidatidosa. Pada kondisi ini, proses pembuahan tidak berkembang menjadi janin yang normal.
Sebaliknya, jaringan yang terbentuk di dalam rahim justru berkembang menjadi kumpulan gelembung berisi cairan yang menyerupai buah anggur.
Kondisi ini termasuk dalam gangguan perkembangan janin karena embrio tidak dapat berkembang sebagaimana mestinya.
Karena itulah pada hamil anggur tidak terbentuk bayi yang sehat, sehingga kehamilan tidak dapat dilanjutkan seperti kehamilan normal.
Jenis Hamil Anggur
Secara umum, hamil anggur dibagi menjadi dua jenis utama.
1. Mola Komplet
Pada jenis ini, tidak terbentuk janin sama sekali. Seluruh jaringan yang berkembang di dalam rahim berupa jaringan abnormal yang membentuk gelembung seperti anggur.
Jenis ini biasanya terdeteksi melalui pemeriksaan USG kehamilan.
2. Mola Parsial
Pada mola parsial, terdapat jaringan janin yang terbentuk. Namun perkembangan janin tidak normal dan biasanya tidak dapat bertahan.
Kondisi ini juga tetap memerlukan penanganan medis.
Penyebab Hamil Anggur
Penyebab utama hamil anggur adalah kelainan genetik yang terjadi saat proses pembuahan.
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hal ini antara lain:
- Sel telur tidak memiliki materi genetik lengkap
- Dua sperma membuahi satu sel telur
- Terjadi kelainan pada kromosom saat pembuahan
Penting untuk diketahui bahwa kondisi ini bukan disebabkan oleh makanan, aktivitas fisik, atau kesalahan Mommy selama kehamilan.
Gejala Hamil Anggur
Pada awalnya, gejala hamil anggur sering terlihat seperti kehamilan biasa. Namun seiring waktu, beberapa tanda dapat muncul dan menjadi indikasi bahwa kehamilan tidak berkembang normal.
Beberapa gejala yang sering terjadi antara lain:
- Perdarahan pada awal kehamilan
- Mual dan muntah sangat berat
- Perut membesar lebih cepat dari usia kehamilan
- Tidak terdengar detak jantung janin
- Kadar hormon hCG sangat tinggi
Jika Mommy mengalami perdarahan pada awal kehamilan, Mommy juga bisa memahami perbedaannya dengan flek implantasi yang sering terjadi pada awal kehamilan normal.
Selain itu, beberapa tanda awal kehamilan juga dapat terlihat mirip dengan kondisi ini. Mommy dapat membaca panduan lengkap ciri-ciri hamil muda untuk memahami perubahan tubuh selama kehamilan.
Perbedaan Hamil Normal dan Hamil Anggur
| Kehamilan Normal | Hamil Anggur |
|---|---|
| Ada janin yang berkembang | Tidak ada janin normal |
| Detak jantung janin terdengar | Tidak ada detak jantung janin |
| Perkembangan sesuai usia kehamilan | Rahim membesar tidak wajar |
| Kadar hormon hCG meningkat normal | Kadar hCG sangat tinggi |
Jika Mommy ingin memahami tahapan perkembangan kehamilan secara normal, Mommy bisa membaca penjelasan tentang trimester kehamilan.
Apakah Hamil Anggur Berbahaya?
Ya, hamil anggur dapat menjadi berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat.
Beberapa risiko yang mungkin terjadi antara lain:
- Perdarahan berat
- Infeksi
- Komplikasi kesehatan serius
Dalam kasus yang jarang terjadi, jaringan abnormal ini juga dapat berkembang menjadi kanker trofoblastik.
Namun kabar baiknya, jika ditangani dengan tepat, sebagian besar pasien dapat pulih dengan baik.
Bagaimana Cara Mendiagnosis Hamil Anggur?
Dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan kondisi ini.
- Pemeriksaan USG
- Pemeriksaan kadar hormon hCG
- Pemeriksaan fisik
Pada pemeriksaan USG, dokter sering melihat gambaran khas yang menyerupai kumpulan gelembung atau pola seperti badai salju.
Pengobatan Hamil Anggur
Penanganan utama hamil anggur adalah tindakan medis untuk mengangkat jaringan abnormal dari dalam rahim.
Biasanya prosedur yang dilakukan adalah:
Kuretase atau evakuasi jaringan abnormal.
Setelah prosedur ini dilakukan, dokter akan memantau kadar hormon hCG secara berkala untuk memastikan tidak ada jaringan yang tersisa.
Apakah Bisa Hamil Lagi Setelah Hamil Anggur?
Kabar baiknya, sebagian besar wanita tetap dapat hamil kembali secara normal setelah mengalami hamil anggur.
Namun biasanya dokter akan menyarankan untuk menunggu hingga:
- Kadar hormon hCG kembali normal
- Masa pemantauan selesai
Periode pemantauan biasanya berlangsung sekitar 6 hingga 12 bulan sebelum mencoba kehamilan kembali.
Apakah Hamil Anggur Bisa Dicegah?
Saat ini belum ada cara pasti untuk mencegah hamil anggur.
Namun beberapa faktor dapat meningkatkan risiko, seperti:
- Usia kehamilan di bawah 20 tahun
- Usia di atas 35 tahun
- Riwayat hamil anggur sebelumnya
Pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting untuk mendeteksi kondisi ini lebih awal.
Apakah Hamil Anggur Sama dengan Keguguran?
Tidak sepenuhnya sama.
Hamil anggur merupakan kelainan pembentukan kehamilan sejak awal pembuahan. Sementara keguguran dapat terjadi pada kehamilan yang sebelumnya berkembang secara normal.
Karena itu diagnosis dan penanganan kedua kondisi ini juga berbeda.
Kapan Mommy Harus Segera ke Dokter?
Mommy sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami:
- Perdarahan pada awal kehamilan
- Mual dan muntah sangat berat
- Perut membesar terlalu cepat
- Tidak ada detak jantung janin saat pemeriksaan
Jika Mommy sedang mengalami gejala awal kehamilan dan ingin memastikan kondisi kehamilan, Mommy juga bisa menggunakan kalkulator kehamilan untuk memperkirakan usia kandungan.
Hubungan dengan Tanda Awal Kehamilan
Pada tahap awal, hamil anggur sering terlihat seperti kehamilan normal. Karena itu banyak wanita tidak menyadari adanya kondisi ini hingga melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Memahami berbagai tanda awal kehamilan serta melakukan kontrol rutin dapat membantu mendeteksi kondisi yang tidak normal sejak dini.
Kesimpulan
Hamil anggur adalah kondisi kehamilan abnormal yang ditandai dengan pertumbuhan jaringan tidak normal di dalam rahim. Kondisi ini tidak menghasilkan janin yang sehat dan memerlukan penanganan medis segera.
Walaupun terdengar menakutkan, sebagian besar wanita dapat pulih sepenuhnya setelah mendapatkan penanganan yang tepat dan tetap memiliki peluang untuk hamil kembali secara normal di masa depan.
Summary
Hamil anggur adalah kondisi kehamilan abnormal yang terjadi ketika jaringan kehamilan berkembang tidak normal di dalam rahim. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kelainan genetik saat pembuahan sehingga tidak terbentuk janin yang sehat. Gejala hamil anggur sering menyerupai kehamilan biasa pada awalnya, tetapi dapat disertai perdarahan, mual muntah berat, serta kadar hormon hCG yang sangat tinggi. Meskipun terdengar menakutkan, sebagian besar kasus dapat ditangani dengan prosedur medis seperti kuretase dan pemantauan hormon kehamilan secara rutin. Setelah masa pemantauan selesai, banyak wanita tetap dapat menjalani kehamilan normal kembali.
FAQ Seputar Topik Ini
Apakah hamil anggur ada janinnya?
Pada mola komplet tidak ada janin sama sekali, sedangkan pada mola parsial terdapat jaringan janin tetapi tidak berkembang normal.
Apakah hamil anggur berbahaya?
Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi seperti perdarahan dan infeksi.
Apakah bisa hamil lagi setelah hamil anggur?
Sebagian besar wanita tetap dapat hamil kembali setelah masa pemantauan selesai.
Apa penyebab hamil anggur?
Penyebab utamanya adalah kelainan genetik saat proses pembuahan.











