Momuung.co.id – Menjalani masa Kehamilan adalah sebuah perjalanan yang luar biasa. Namun, seiring bertambahnya usia kehamilan, tubuh Mommy akan melakukan banyak penyesuaian. Salah satu keluhan yang paling sering muncul, terutama di trimester kedua dan ketiga, adalah rasa sesak atau napas yang terasa tidak plong.
Kondisi ini memang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan kekhawatiran, terutama soal kecukupan oksigen untuk Si Kecil di dalam perut. Padahal, sesak napas pada Ibu hamil umumnya bersifat normal karena rahim yang membesar mendorong diafragma ke atas. Yang terpenting, Mommy perlu memahami cara yang tepat untuk mengatasinya agar tetap tenang dan nyaman menjalani kehamilan. Buibu, sampai selesai, ya!
Mengapa Ibu Hamil Sering Sesak Napas?
Sesak napas pada ibu hamil merupakan kondisi yang umum dan normal secara medis. Hal ini terjadi karena meningkatnya hormon progesteron yang memberi sinyal ke otak agar bernapas lebih sering, sekaligus karena rahim yang membesar mendorong diafragma sedikit ke atas sehingga ruang paru-paru terasa lebih sempit.
Meski terasa tidak nyaman kapasitas paru-paru ibu hamil sebenarnya tetap terjaga dan tubuh sedang menyesuaikan diri untuk memenuhi kebutuhan oksigen ibu dan bayi. Secara medis, sekitar 60-70 persen ibu hamil mengalami dispnea fisiologis yang tidak berbahaya, selama masih dapat beraktivitas ringan tanpa gejala berat (Pascual & Langaker, 2023).
5 Pertolongan Pertama & Cara Mengatasi Sesak Napas pada Ibu Hamil
Jika Mommy tiba-tiba merasa sesak, jangan panik dulu ya. Coba langkah-langkah berikut ini yang didukung oleh studi penelitian untuk membantu meringankan sesak napas:
1. Ubah Posisi Duduk dan Tidur
Posisi tubuh sangat berpengaruh ketika sesak napas muncul. Duduk tegak dan hindari posisi membungkuk agar paru-paru bisa mengembang lebih optimal. Saat tidur, hindari telentang dan pilih posisi miring dengan kepala sedikit ditinggikan karena terbukti membantu pernapasan dan menjaga kadar oksigen ibu hamil tetap stabil (Dunietz et al., 2020).
2. Latihan Teknik Pernapasan
Gunakan teknik pursed-lip breathing. Hirup napas perlahan melalui hidung, lalu embuskan secara perlahan melalui mulut untuk membantu paru-paru bekerja lebih efisien dan membuat tubuh lebih rileks. Teknik ini mendukung adaptasi alami sistem pernapasan selama kehamilan (LoMauro & Aliverti, 2015).
3. Pengaturan Pola Makan
Perut yang terlalu penuh akan semakin menekan diafragma. Cobalah makan dengan porsi kecil namun sering agar membantu memberi ruang bagi paru-paru untuk bernapas lebih lega (LoMauro & Aliverti, 2015).
4. Manajemen Aktivitas dan Istirahat
Aktivitas ringan tetap baik untuk kesehatan jantung dan paru-paru, tetapi berhentilah dan istirahat saat mulai terengah-engah. Tubuh ibu hamil membutuhkan jeda agar sistem pernapasan agar tidak bekerja terlalu keras.
5. Hindari Area Pengap dan Gerah
Udara panas dan pengap dapat memperparah rasa sesak. Lingkungan dengan sirkulasi udara yang baik membantu tubuh mendapatkan oksigen lebih nyaman selama hamil.
Peran Penting Suami dan Dukungan Lingkungan
Peran suami dan lingkungan sekitar sangat penting dalam membantu Mommy merasa lebih nyaman saat mengalami sesak napas, dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
- Membantu memposisikan bantal saat Mommy mau tidur.
- Mengingatkan Mommy untuk mengatur napas dan tetap tenang.
- Memijat lembut area bahu untuk membantu otot-otot pernapasan lebih rileks.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun sesak napas adalah hal normal, Mommy harus segera mencari bantuan medis jika:
- Sesak napas muncul tiba-tiba dan sangat berat.
- Disertai nyeri dada atau jantung berdebar kencang.
- Bibir atau ujung jari tampak kebiruan.
- Disertai batuk terus-menerus atau mengi (napas berbunyi).
- Mommy merasa seperti akan pingsan.
Kesimpulan
Sesak napas selama kehamilan adalah sinyal alami dari tubuh agar Mommy lebih peka terhadap kebutuhan istirahat dan kenyamanan diri. Dengan menjaga postur tubuh yang tepat, mengatur napas secara perlahan, serta memberi waktu bagi tubuh untuk beristirahat, Mommy dapat melalui fase ini dengan lebih tenang dan nyaman.
Jika Mommy masih merasa khawatir atau ingin bertanya lebih jauh seputar keluhan sesak napas yang dirasakan, jangan ragu untuk berbagi, ya. Mom Uung selalu siap menemani melalui layanan konsultasi gratis 24 jam bersama konselor ahli yang akan mendengarkan dan membantu menjawab setiap kegelisahan Mommy.
Simpan artikel ini sebagai panduan saat sesak napas muncul, dan bagikan kepada sesama ibu hamil agar semakin banyak Mommy yang memahami cara pertolongan pertama yang aman dan tepat, ya, Mom!
Referensi:
- Dunietz, G. L., Sever, O., DeRowe, A., & Tauman, R. (2020). Sleep position and breathing in late pregnancy and perinatal outcomes. Journal of clinical sleep medicine : JCSM : official publication of the American Academy of Sleep Medicine, 16(6), 955–959. Diakses pada 9 Januari 2026. https://doi.org/10.5664/jcsm.8416
- LoMauro, A., & Aliverti, A. (2015). Respiratory physiology of pregnancy: Physiology masterclass. Breathe (Sheffield, England), 11(4), 297–301. Diakses pada 9 Januari 2026. https://doi.org/10.1183/20734735.008615
- Pascual ZN, Langaker MD. (2023). Physiology, Pregnancy. In Statpearls. National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 9 Januari 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/sites/books/NBK559304/
Ditulis oleh: Elsa Yuni Kartika
Ditinjau ulang oleh: dr. Agus Heriyanto, Sp.OG., MARS.MM.CHt







