Momuung.co.idMenjadi ibu menyusui untuk pertama kali memang penuh tantangan. Salah satu yang sering bikin stres adalah saat bayi menangis dan Mommy bingung apakah bayi lapar, mengantuk, atau merasa tidak nyaman. 

Padahal, sebelum menangis, bayi sudah memberi sinyal melalui gerakan tubuhnya. Salah satunya adalah refleks rooting, tanda awal bayi lapar yang penting diketahui. Dengan memahami refleks ini, Mommy bisa menyusui bayi lebih tenang, tepat waktu, dan mencegah bayi menangis histeris karena terlambat disusui.

Yuk, kenali tanda lapar awal bayi lewat gerakan rooting agar Mommy lebih mudah membaca kode bayi dan proses menyusu lebih lancar. 

Apa Itu Refleks Rooting?

Refleks rooting adalah refleks bawaan lahir yang membantu bayi menemukan sumber makanan. Saat sudut mulut atau pipi bayi disentuh, kepala akan menoleh ke arah sentuhan dan mulut terbuka, sebagai tanda kesiapan menyusu. Refleks ini biasanya muncul sejak lahir dan perlahan berkurang sekitar 4 hingga 6 bulan (Yoo, 2023).

Saat refleks ini muncul, bayi tampak aktif dan membuka mulut lebar, dan berusaha mencari puting. Refleks ini merupakan respons alami yang membantu bayi menemukan sumber ASI, namun dapat muncul meskipun bayi tidak sedang lapar. Selain itu, sentuhan ringan, perubahan posisi, atau rangsangan di sekitar wajah juga bisa memicunya. 

Karena itu, orang tua perlu membedakan antara refleks alami dan tanda lapar yang disertai gerakan mengisap tangan atau gelisah. 

Cara Mengenali Tanda Refleks Rooting karena Sentuhan atau Sinyal Lapar 

Agar tidak keliru mengartikan gerakan bayi, penting untuk membedakan refleks rooting yang muncul karena rangsangan biasa dan yang menjadi tanda lapar.

1. Refleks Rooting Biasa karena Sentuhan

  • Muncul setelah pipi atau sudut mulut bayi tersentuh
  • Bisa terjadi saat bayi sedang mengantuk atau setengah sadar.
  • Tidak selalu disertai gerakan mengisap tangan atau memasukkan jari ke mulut.
  • Responsnya ringan dan tidak meningkat intensitasnya.
  • Bayi bisa kembali tenang meskipun tidak langsung disusui.

2. Rooting karena Lapar

  • Muncul spontan tanpa perlu rangsangan sentuhan di pipi.
  • Bayi tampak lebih waspada, aktif, dan fokus mencari puting.
  • Biasanya disertai gerakan tangan ke mulut atau mengisap jari.
  • Gerakan kepala semakin aktif jika tidak segera disusui.
  • Intensitas meningkat, bisa berlanjut menjadi gelisah hingga menangis.
Cara mengenali tanda bayi lapar

Refleks Rooting vs Menangis

Mengenali tanda lapar bayi sedini mungkin membantu menyusui lebih lancar dan nyaman (Little et al., 2018).

1. Refleks Rooting (Early Hunger Cue)

  • Kepala bayi menoleh ke pipi atau sudut mulut yang disentuh, mulut terbuka. 
  • Bayi masih tenang dan siap menyusu.
  • Menyusu di fase ini lebih mudah dan efektif.

2. Menangis (Late Hunger Cue)

  • Menandakan bayi sudah frustrasi karena melewatkan tanda lapar awal.
  • Mulut bayi kesulitan melekat sehingga menyusu kurang nyaman.

Manfaat Memahami Refleks Rooting

Memahami refleks rooting membantu ibu mengenali tanda lapar sejak dini, sehingga bayi bisa disusui sebelum menangis. Saat bayi masih tenang, proses pelekatan biasanya lebih mudah karena ia lebih sabar membuka mulut dan siap menyusu. Kondisi ini mendukung refleks hisap yang lebih terarah, sehingga ASI bisa keluar lebih optimal dan kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi dengan baik. 

Menyusui sebelum bayi terlalu rewel juga membantu mengurangi risiko pelekatan yang kurang optimal, karena bayi tidak dalam kondisi tergesa atau menangis keras. Selain itu, kemampuan ibu mengenali sinyal awal dari bayinya dapat meningkatkan rasa percaya diri dalam menyusui dan memperkuat ikatan emosional. Respons yang cepat dan tepat membuat bayi merasa aman, sementara ibu merasa lebih yakin dalam merawat dan memenuhi kebutuhan si Kecil.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Kondisi setiap bayi dapat berbeda, namun Mommy sebaiknya memeriksakan bayi ke dokter jika:

  • Bayi tampak sangat lemas dan terus mengantuk tanpa mau menyusu.
  • Tidak ada refleks hisap saat mulut disentuh, padahal ini merupakan kemampuan alami bayi untuk mencari sumber makanannya. 
  • Bayi tidak responsif terhadap suara atau sentuhan. 
  • Kesulitan mengoordinasikan hisap, telan, dan napas. Misalnya bayi sering tersedak, tidak mampu mempertahankan hisapan, atau tampak kesulitan bernapas saat menyusu. 

Dalam situasi tersebut, pemeriksaan medis penting untuk memastikan tidak ada gangguan yang memengaruhi kemampuan menyusu atau kondisi umum bayi. Yang perlu diperhatikan bukan hanya refleks rooting, tetapi keseluruhan respons dan kondisi bayi saat menyusu.

Kesimpulan

Mengenali refleks rooting membuat Mommy lebih peka terhadap tanda lapar bayi, sehingga menyusui lebih lancar dan tenang. 

Pastikan juga nutrisi Mommy terpenuhi supaya bayi puas menyusu. Untuk pertanyaan seputar ASI atau menyusui, Mommy bisa langsung menghubungi Konsultasi Menyusui Mom Uung GRATIS 24 Jam.

Yuk, simpan artikel ini sebagai panduan, dan bagikan ke media sosial Mommy supaya lebih banyak Mommy yang memahami tips menyusui ini!

Referensi:

  • Little, E. E., Legare, C. H., & Carver, L. J. (2018). Mother⁻Infant Physical Contact Predicts Responsive Feeding among U.S. Breastfeeding Mothers. Nutrients, 10(9), 1251. Diakses pada 3 Februari 2026. https://doi.org/10.3390/nu10091251 
  • Stanford Medicine Children’s Health. Newborn reflexes. Diakses pada 3 Februari 2026. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=newborn-reflexes-90-P02630 
  • Yoo, H., & Mihaila, D. M. (2023). Rooting reflex. In Statpearls (April 24, 2023 update). StatPearls Publishing. NCBI Bookshelf. Diakses pada 3 Februari 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557636/ 

Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Share.

Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.

Butuh Bantuan atau Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Produk & Program Mom Uung?

Kami siap membantu! Jika Mommy punya pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut tentang produk ibu & bayi, ASI booster, serta program komunitas Mom Uung, tim Mom Uung Care siap memberikan informasi dan dukungan terbaik untuk Mommy.

📱
Install Mom Uung App Akses lebih cepat & nyaman
Exit mobile version