
Momuung.co.id – Menjadi ibu menyusui untuk pertama kali memang penuh tantangan. Salah satu yang sering bikin stres adalah saat bayi menangis dan Mommy bingung apakah bayi lapar, mengantuk, atau merasa tidak nyaman.
Padahal, sebelum menangis, bayi sudah memberi sinyal melalui gerakan tubuhnya. Salah satunya adalah refleks rooting, tanda awal bayi lapar yang penting diketahui. Dengan memahami refleks ini, Mommy bisa menyusui bayi lebih tenang, tepat waktu, dan mencegah bayi menangis histeris karena terlambat disusui.
Yuk, kenali tanda lapar awal bayi lewat gerakan rooting agar Mommy lebih mudah membaca kode bayi dan proses menyusu lebih lancar.
Refleks rooting adalah refleks bawaan lahir yang membantu bayi menemukan sumber makanan. Saat sudut mulut atau pipi bayi disentuh, kepala akan menoleh ke arah sentuhan dan mulut terbuka, sebagai tanda kesiapan menyusu. Refleks ini biasanya muncul sejak lahir dan perlahan berkurang sekitar 4 hingga 6 bulan (Yoo, 2023).
Saat refleks ini muncul, bayi tampak aktif dan membuka mulut lebar, dan berusaha mencari puting. Refleks ini merupakan respons alami yang membantu bayi menemukan sumber ASI, namun dapat muncul meskipun bayi tidak sedang lapar. Selain itu, sentuhan ringan, perubahan posisi, atau rangsangan di sekitar wajah juga bisa memicunya.
Karena itu, orang tua perlu membedakan antara refleks alami dan tanda lapar yang disertai gerakan mengisap tangan atau gelisah.
Agar tidak keliru mengartikan gerakan bayi, penting untuk membedakan refleks rooting yang muncul karena rangsangan biasa dan yang menjadi tanda lapar.
1. Refleks Rooting Biasa karena Sentuhan
2. Rooting karena Lapar

Mengenali tanda lapar bayi sedini mungkin membantu menyusui lebih lancar dan nyaman (Little et al., 2018).
1. Refleks Rooting (Early Hunger Cue)
2. Menangis (Late Hunger Cue)
Memahami refleks rooting membantu ibu mengenali tanda lapar sejak dini, sehingga bayi bisa disusui sebelum menangis. Saat bayi masih tenang, proses pelekatan biasanya lebih mudah karena ia lebih sabar membuka mulut dan siap menyusu. Kondisi ini mendukung refleks hisap yang lebih terarah, sehingga ASI bisa keluar lebih optimal dan kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi dengan baik.
Menyusui sebelum bayi terlalu rewel juga membantu mengurangi risiko pelekatan yang kurang optimal, karena bayi tidak dalam kondisi tergesa atau menangis keras. Selain itu, kemampuan ibu mengenali sinyal awal dari bayinya dapat meningkatkan rasa percaya diri dalam menyusui dan memperkuat ikatan emosional. Respons yang cepat dan tepat membuat bayi merasa aman, sementara ibu merasa lebih yakin dalam merawat dan memenuhi kebutuhan si Kecil.
Kondisi setiap bayi dapat berbeda, namun Mommy sebaiknya memeriksakan bayi ke dokter jika:
Dalam situasi tersebut, pemeriksaan medis penting untuk memastikan tidak ada gangguan yang memengaruhi kemampuan menyusu atau kondisi umum bayi. Yang perlu diperhatikan bukan hanya refleks rooting, tetapi keseluruhan respons dan kondisi bayi saat menyusu.
Mengenali refleks rooting membuat Mommy lebih peka terhadap tanda lapar bayi, sehingga menyusui lebih lancar dan tenang.
Pastikan juga nutrisi Mommy terpenuhi supaya bayi puas menyusu. Untuk pertanyaan seputar ASI atau menyusui, Mommy bisa langsung menghubungi Konsultasi Menyusui Mom Uung GRATIS 24 Jam.
Yuk, simpan artikel ini sebagai panduan, dan bagikan ke media sosial Mommy supaya lebih banyak Mommy yang memahami tips menyusui ini!
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.