Momuung.co.id – Menjadi Ibu yang memiliki bayi berusia 3 bulan adalah momen-momen yang seringkali membuat kita gemas ya, Mom. Si Kecil mulai aktif berceloteh dan kerap memperhatikan gerak-gerik orang tua. Namun, pasti terselip sedikit kekhawatiran di benak Mommy: “Kok bayiku belum bisa miring-miring ya?” atau “Temannya sudah bisa tengkurap sendiri, kok bayiku belum?”.
Setiap bayi memang memiliki milestone yang berbeda-beda, tapi tugas kita sebagai Mommy adalah memberikan stimulus yang tepat. Salah satu fondasi utama agar bayi bisa berguling, merangkak, hingga duduk adalah kekuatan otot leher, bahu, dan punggung yang didapat melalui Tummy Time.
Yuk, kita bedah rahasia stimulasi motorik agar Si Kecil tumbuh tangguh dan tidak terlambat berguling. Buibu, baca sampai selesai, ya!
Mengapa Tummy Time Begitu Penting?
Tummy time bukan sekadar menaruh bayi dalam posisi tengkurap. Ini adalah latihan fisik pertama bayi untuk melawan gravitasi. Tanpa tummy time yang cukup, otot inti (core muscles) bayi tidak akan cukup kuat untuk melakukan gerakan berguling yang kompleks.
Aktivitas fisik seperti tummy time pada bayi terbukti secara signifikan meningkatkan skor perkembangan motorik kasar dan mencegah risiko plagiocephaly (kepala peyang). Bayi yang mendapatkan stimulasi tengkurap saat terjaga memiliki koordinasi otot leher dan punggung yang jauh lebih baik (Hewitt et al., 2020).
Lakukan 5 Gerakan Stimulasi Ini di Rumah
Agar Si Kecil tidak bosan dan tidak “drama” saat latihan, Mommy bisa mempraktikkan 5 gerakan seru ini:
1. Chest-to-Chest (Tengkurap di Dada Mommy)
Ini adalah gerakan awal yang paling nyaman. Mommy bisa berbaring santai, lalu letakkan bayi di dada Mommy. Saat Si Kecil berusaha melihat wajah Mommy, ia sedang melatih otot lehernya secara alami tanpa merasa sedang “latihan”.
2. The Airplane (Posisi Pesawat)
Pegang perut bayi dengan kedua tangan Mommy dan angkat perlahan di atas tubuh Mommy (seperti posisi pesawat terbang). Gerakan ini melatih keseimbangan dan memperkuat otot punggungnya agar siap untuk berguling ke sisi kiri atau kanan.
3. Tummy-to-Lap (Tengkurap di Atas Paha)
Letakkan Si Kecil tengkurap melintang di atas paha Mommy. Mommy bisa sambil mengelus punggungnya atau menyanyi. Posisi ini lebih “aman” bagi bayi yang belum terbiasa di lantai karena mereka masih merasakan kehangatan tubuh Mommy.
4. The Mirror Play (Latihan Cermin)
Letakkan cermin kecil yang aman di depan bayi saat ia sedang tengkurap di atas matras. Bayi sangat suka melihat bayangan mereka sendiri. Keinginan untuk meraih bayangan tersebut akan memancing mereka untuk belajar memindahkan beban tubuh ke satu sisi sebagai langkah awal menuju berguling.
5. Side-Lying (Stimulasi Miring)
Bantu Si Kecil untuk miring ke satu sisi, lalu ganjal punggungnya dengan gulungan handuk kecil. Letakkan mainan di depannya agar ia berusaha meraih. Latihan ini melatih otot perut samping yang krusial untuk momentum berguling.
Pentingnya variasi gerakan ini didukung oleh penelitian dari Carson et al. (2022) dalam The international journal of behavioral nutrition and physical activity, yang menyatakan bahwa stimulasi gerak dan perubahan posisi tubuh sangat penting untuk kontrol kepala dan kemampuan motorik yang lebih optimal di usia awal kehidupan (Carson et al., 2022).
Peran Ibu Saat Tummy Time
Mommy sering merasa bersalah saat bayi menangis saat tummy time? Tenang Mom, itu hal yang wajar karena latihan ini memang melelahkan bagi mereka. Berikut triknya:
- Little and Often: Jangan dipaksa lama-lama. Mulai dari 2-3 menit saja, tapi sering (setelah ganti popok atau bangun tidur).
- Gunakan Alat Bantu: Gunakan bantal kecil atau handuk yang digulung (bolster) di bawah ketiak bayi untuk membantunya sedikit terangkat sehingga pandangannya lebih luas.
- Eye Level: Mommy harus ikut turun ke lantai! Saat bayi melihat Mommy berada di level yang sama, mereka akan merasa lebih aman dan termotivasi.
Penelitian oleh Carson et al. (2022) menunjukkan bahwa stimulasi motorik yang disertai interaksi orang tua membantu koordinasi gerak sekaligus meningkatkan rasa aman dan kenyamanan bayi. Inilah yang membuat sesi tummy time terasa lebih menyenangkan dan bisa dilakukan lebih konsisten (Carson et al., 2022).
Kesimpulan
Menstimulasi bayi untuk berguling tidak harus menjadi beban, Mom. Lakukan dengan penuh cinta melalui gerakan-gerakan tummy time di atas secara konsisten. Kuncinya adalah sabar dan terus memberikan apresiasi pada setiap kemajuan kecil Si Kecil. Ingat, Mommy yang bahagia dan ternutrisi dengan baik adalah pendamping terbaik untuk tumbuh kembang
Punya pertanyaan lebih lanjut atau sedang menghadapi tantangan terkait tumbuh kembang bayi dan mengASIhi? Yuk, manfaatkan layanan Konsultasi Menyusui & Kehamilan GRATIS 24 Jam bersama konselor ahli Mom Uung. Kami siap mendampingi Mommy sepenuh hati agar momen pengasuhan jadi lebih tenang dan bahagia.
Jangan lupa simpan artikel ini dan bagikan ke grup WhatsApp Mommy lainnya agar tidak ada lagi drama bayi telat berguling!
Referensi
- Carson, V., Zhang, Z., Predy, M., Pritchard, L., & Hesketh, K. D. (2022). Longitudinal associations between infant movement behaviours and development. The international journal of behavioral nutrition and physical activity, 19(1), 10. Diakses pada 6 Januari 2026. https://doi.org/10.1186/s12966-022-01248-6
- Hewitt, L., Kerr, E., Stanley, R. M., & Okely, A. D. (2020). Tummy Time and Infant Health Outcomes: A Systematic Review. Pediatrics, 145(6), e20192168. Diakses pada 6 Januari 2026. https://doi.org/10.1542/peds.2019-2168
Ditulis oleh: Elsa Yuni Kartika
Ditinjau ulang oleh: dr. Natasya Ayu Andamari, Sp.A







