Momuung.co.idPernah nggak sih Mommy merasa gemas karena Ayah masih malu atau bingung saat diajak ngobrol dengan si Kecil di dalam perut? Padahal, suara Ayah punya peran penting dalam mendukung perkembangan bayi sejak dalam kandungan, lho. 

Menariknya, kebiasaan sederhana seperti mengajak janin berbicara ternyata dapat memberikan dampak positif bagi tumbuh kembangnya sejak dalam kandungan. Lalu, apa alasan di balik hal ini dan bagaimana cara melakukannya dengan tepat? Pembahasannya akan dijelaskan berdasarkan studi ilmiah, termasuk hasil systematic review dari jurnal terpercaya. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini. 

Memang Janin Sudah Bisa Mendengar?

Banyak yang mengira janin di dalam rahim belum bisa merespons suara. Padahal, memasuki usia kehamilan sekitar 20 minggu, kemampuan pendengaran janin mulai berkembang. Di tahap ini, janin sudah bisa mendengar suara dari dalam tubuh ibu seperti detak jantung, dan juga mulai menangkap suara dari luar, termasuk suara Mommy dan Ayah (Vogelsang et al., 2023). 

Menariknya, suara yang didengar secara berulang selama kehamilan bisa membantu proses belajar sejak dini. Stimulasi suara seperti ngobrol atau memperdengarkan suara secara konsisten dapat membantu membentuk memori awal dan mendukung perkembangan sistem saraf bayi setelah lahir. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi sederhana sejak dalam kandungan sudah bisa memberikan manfaat untuk perkembangan otak si Kecil (Movalled et al., 2023). 

5 Alasan Suara Ayah Penting untuk Perkembangan Bayi

Ini beberapa alasan kenapa suara ayah punya peran penting sejak masa kehamilan:

1. Lebih mudah didengar oleh janin

Sejak trimester kedua, janin sudah mulai bisa mendengar suara dari luar rahim. Suara dengan nada lebih rendah, seperti suara ayah, cenderung lebih mudah merambat melalui tubuh ibu dan cairan ketuban. Karena itu, suara ayah bisa terdengar lebih jelas dan lebih mudah dikenali oleh janin (Vogelsang et al., 2023). 

2. Membantu membentuk memori sejak dalam kandungan

Suara yang didengar secara berulang akan dikenali oleh janin sebagai pola yang familiar. Ini menjadi dasar memori awal sebelum lahir, sehingga setelah bayi lahir, ia bisa lebih mudah mengenali suara orang tuanya (Movalled et al., 2023). 

3. Mendukung perkembangan otak dan kemampuan belajar

Stimulasi suara seperti mengajak ngobrol atau membacakan cerita dapat membantu perkembangan otak janin. Paparan ini berperan dalam proses belajar awal, termasuk kemampuan bahasa dan cara bayi merespons lingkungan setelah lahir. 

4. Membantu bayi merasa lebih tenang

Suara yang sering didengar akan memberikan rasa familiar bagi janin. Hal ini membantu bayi merasa lebih tenang dan nyaman, yang juga berkaitan dengan perkembangan emosi sejak dini. 

5. Membangun bonding sejak sebelum lahir

Rutin mengajak janin berbicara membantu membangun kedekatan emosional antara ayah dan bayi. Ikatan ini tidak hanya terasa setelah bayi lahir, tetapi sudah mulai terbentuk sejak masa kehamilan. 

Bagaimana Cara Mengobrol dengan Janin?

Untuk ayah yang masih merasa canggung, tidak perlu bingung harus mulai dari mana. Mengajak janin berbicara bisa dilakukan dengan cara sederhana dan tidak perlu formal. Yang terpenting adalah dilakukan secara rutin agar si Kecil terbiasa dengan suara orang tuanya. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba:

1. Cerita aktivitas sehari-hari

Mulai dari hal sederhana, seperti berpamitan saat akan beraktivitas atau menceritakan kegiatan yang dilakukan sepanjang hari. Suara yang sering didengar akan membantu janin merasa lebih familiar.

2. Membacakan sesuatu

Ayah bisa membacakan buku, artikel, atau bacaan ringan lainnya. Tidak harus buku khusus bayi, yang penting ada interaksi suara yang konsisten.

3. Bernyanyi dengan nada lembut

Tidak perlu suara yang sempurna, cukup dengan nada pelan dan ritme yang stabil. Cara ini dapat membantu menciptakan suasana yang lebih tenang bagi janin.

4. Dibarengi dengan sentuhan

Ajak ngobrol sambil mengelus perut Mommy secara perlahan dan dengan lembut. Kombinasi suara dan sentuhan dapat memberikan stimulasi yang lebih optimal. 

Ilustrasi alasan suara ayah penting untuk perkembangan janin

Bagaimana Jika LDM (Long Distance Marriage)?

Jika ayah sedang tidak berada di dekat Mommy, interaksi tetap bisa dilakukan dari jarak jauh. Mommy dapat memutar voice note atau melakukan video call secara rutin agar si Kecil tetap terbiasa mendengar suara ayahnya. 

Letakkan perangkat dengan jarak yang aman dari perut, sekitar 10-15 cm, agar suara tetap nyaman didengar. Selain itu, Mommy juga bisa membantu menjaga suasana tetap tenang dengan memutar suara lembut seperti white noise atau musik yang menenangkan. 

Kesimpulan 

Peran dan kehadiran Paksu selama masa kehamilan penting untuk dua hal sekaligus. Bagi janin, suara ayah menjadi salah satu bentuk stimulasi yang mendukung tumbuh kembangnya. Sementara bagi Mommy, dukungan dari Paksu membantu menjaga rasa nyaman dan membuat proses kehamilan terasa lebih ringan.

Saat Mommy merasa tenang dan bahagia, tubuh akan menghasilkan hormon yang juga berdampak baik pada perkembangan si Kecil. Karena itu, tidak ada salahnya mulai melibatkan Paksu lebih aktif, misalnya dengan mengajak ngobrol bersama janin setiap hari.

Selain stimulasi suara, penting juga bagi Mommy dan Paksu untuk menjaga kenyamanan fisik Mommy selama masa kehamilan. Terkadang, rasa penasaran atau stimulasi fisik juga menimbulkan pertanyaan, seperti apakah boleh Sentuh Payudara Saat Hamil, Aman atau Berisiko? Ini 5 Faktanya! agar Mommy tetap tenang dan teredukasi dengan benar sepanjang perjalanan menuju persalinan nanti.

Semangat mengASIhi dan menanti buah hati ya, Mommy hebat!

Sumber

  • Movalled, K., Sani, A., Nikniaz, L., & Ghojazadeh, M. (2023). The impact of sound stimulations during pregnancy on fetal learning: a systematic review. BMC pediatrics, 23(1), 183. https://doi.org/10.1186/s12887-023-03990-7 
  • Partanen, E., Kujala, T., Tervaniemi, M., & Huotilainen, M. (2013). Prenatal music exposure induces long-term neural effects. PloS one, 8(10), e78946. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0078946 
  • Vogelsang, M., Vogelsang, L., Diamond, S., & Sinha, P. (2023). Prenatal auditory experience and its sequelae. Developmental science, 26(1), e13278. https://doi.org/10.1111/desc.13278 

Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.


FAQ Seputar Topik Ini

Kapan janin mulai bisa mendengar suara?

Janin mulai bisa mendengar sekitar usia kehamilan 18–20 minggu, saat sistem pendengarannya mulai berkembang.

Apakah suara ayah benar-benar bisa memengaruhi bayi?

Ya, suara yang didengar secara rutin dapat membantu pembentukan memori awal dan mendukung perkembangan otak bayi.

Apakah mengajak janin ngobrol bisa meningkatkan IQ?

Stimulasi suara sejak dalam kandungan dapat membantu perkembangan saraf dan kemampuan belajar, yang menjadi dasar kecerdasan anak.

Share.

Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.

Opens Chat This icon Opens the chat window.

Butuh Bantuan atau Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Produk & Program Mom Uung?

Kami siap membantu! Jika Mommy punya pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut tentang produk ibu & bayi, ASI booster, serta program komunitas Mom Uung, tim Mom Uung Care siap memberikan informasi dan dukungan terbaik untuk Mommy.

Konsultasi Gratis!
Exit mobile version