Momuung.co.id – Mommy, masa setelah melahirkan atau masa nifas adalah fase yang sangat spesial sekaligus penting untuk pemulihan tubuh. Di masa ini, tubuh Mommy sedang bekerja keras untuk pulih dari proses persalinan, rahim perlahan kembali ke ukuran semula, dan produksi ASI mulai meningkat untuk memenuhi kebutuhan si Kecil.
Di tengah proses ini, Mommy sering mendengar berbagai mitos tentang Pantangan masa nifas. Mulai dari larangan makan makanan tertentu hingga aturan aktivitas yang membingungkan. Agar Mommy tidak salah langkah selama masa pemulihan, yuk kita bahas bersama hal-hal yang sebaiknya dihindari setelah melahirkan berdasarkan anjuran medis. Buibu, baca sampai selesai ya!
1. Membuang Kolostrum
Saat pertama kali menyusui, Mommy mungkin melihat ASI yang keluar berwarna kekuningan dan lebih kental. Banyak yang mengira cairan ini adalah ASI lama yang sebaiknya dibuang. Padahal, cairan tersebut adalah kolostrum, yaitu ASI pertama yang secara alami diproduksi tubuh pada hari-hari awal setelah melahirkan.
Kolostrum sering disebut sebagai “emas cair” karena mengandung zat antibodi dan protein yang membantu memperkuat daya tahan tubuh bayi serta melindungi saluran pencernaannya yang masih berkembang (World Health Organization, 2023). Penelitian juga menunjukkan bahwa kolostrum memiliki kadar tinggi imunoglobulin A (IgA) yang berperan membantu melindungi bayi dari berbagai kuman penyebab penyakit (Ballard & Morrow, 2013).
Karena manfaatnya yang sangat penting, memberikan kolostrum sejak tetes pertama justru jadi sangat krusial. Jadi, pastikan kolostrum tetap diberikan agar bayi mendapatkan manfaat optimal sejak hari pertama kehidupannya untuk membangun perlindungan alami tubuh.
2. Membersihkan Puting dengan Alkohol
Sebagian Mommy mungkin merasa perlu membersihkan puting dengan alkohol atau sabun antiseptik agar tetap higienis saat menyusui. Padahal, cara ini tidak dianjurkan. Produk yang mengandung alkohol dapat membuat kulit puting menjadi kering dan mudah pecah, sehingga meningkatkan risiko puting lecet dan rasa tidak nyaman saat menyusui (Physician Guide to Breastfeeding, n.d.)
Untuk menjaga kebersihan puting, Mommy cukup membersihkannya dengan air bersih saat mandi. Jika puting terasa kering, gunakan nipple cream berbahan alami yang bebas alkohol atau organic oil sehingga aman jika tertelan bayi agar kelembaban kulit tetap terjaga selama masa menyusui.
3. Penggunaan Korset yang Terlalu Ketat
Sebagian Mommy memilih memakai bengkung atau korset setelah melahirkan untuk membantu menopang perut yang masih kendur. Namun, penggunaan korset yang terlalu ketat atau memiliki rangka keras tidak dianjurkan, karena dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan membatasi gerak selama masa pemulihan.
Selain itu, korset yang terlalu menekan juga dapat mengganggu aliran darah dan memperparah rasa nyeri pada area perut, terutama bagi Mommy yang menjalani operasi caesar. Tekanan berlebih pada area perut juga dapat memberi beban tambahan pada otot panggul yang sedang dalam proses pemulihan setelah persalinan.
Penggunaan korset yang terlalu ketat juga bisa menekan payudara, sehingga berisiko menyebabkan sumbatan saluran dan bendungan ASI.
Cara Pakai yang Benar:
- Gunakan korset yang elastis dan nyaman.
- Fokuskan di area rahim atau perut bawah untuk menopang, bukan menekan hingga sesak napas.
- Jika kulit terasa sensitif atau gatal, gunakan korset di luar baju tipis agar tidak bersentuhan langsung dengan kulit.
- Korset tidak disarankan dipakai sepanjang hari, idealnya digunakan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dan otot perut tetap bekerja secara alami (VinMec International Hospital, 2024).
- Sekitar 1 jam per hari setelah ±20 hari postpartum
- Menjadi 2 jam per hari setelah ±3 bulan
- Hingga 4-6 jam per hari setelah ±6 bulan, sesuai kenyamanan
4. Aktivitas Fisik Berat & Berhubungan Intim Terlalu Dini
Setelah melahirkan, tubuh Mommy membutuhkan waktu untuk pulih secara optimal. Umumnya, masa pemulihan bisa berlangsung sekitar 6 minggu, meskipun pada persalinan normal prosesnya bisa terasa lebih cepat. Karena itu, aktivitas fisik yang terlalu berat sebaiknya ditunda terlebih dahulu hingga kondisi tubuh benar-benar siap.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan Mommy selama masa nifas:
-
Olahraga Berat
Hindari aktivitas yang memberi tekanan besar pada perut dan panggul, seperti sit-up, angkat beban, atau posisi tengkurap. Aktivitas ini bisa mengganggu pemulihan otot dan memperparah nyeri, terutama jika masih ada luka jahitan. Khusus Mommy dengan persalinan caesar, pembatasan ini lebih penting karena adanya luka operasi pada perut yang membutuhkan waktu pemulihan karena adanya luka operasi pada perut yang membutuhkan waktu pemulihan lebih lama, biasanya lebih dari 6 minggu
-
Berhubungan Intim
Sebaiknya menunggu hingga pendarahan nifas berhenti dan luka jahitan sudah pulih. Umumnya dokter akan mengevaluasi kondisi Mommy saat kontrol sekitar 6 minggu setelah persalinan.
-
Alternatif Aktivitas Aman
Mommy bisa mulai dengan olahraga ringan, seperti jalan santai di sekitar rumah, latihan pernapasan perut, postnatal yoga, peregangan ringan, atau senam kegel. Untuk olahraga yang lebih intens, sebaiknya dilakukan setelah tubuh benar-benar pulih.
5. Menempelkan Daun Sirih Langsung ke Area Kewanitaan
Sebagian orang percaya daun sirih dapat membantu membersihkan area kewanitaan setelah melahirkan. Namun, menempelkan sirih langsung pada area intim tidak disarankan karena daun yang tidak steril berisiko membawa bakteri dan memicu infeksi pada jahitan.
Jika ingin menggunakan daun sirih, sebaiknya gunakan air rebusannya saja untuk membasuh bagian luar. Alternatif yang lebih aman, Mommy juga cukup membersihkan area kewanitaan dengan air bersih yang mengalir secara rutin.
Untuk membantu mengencangkan kembali otot kewanitaan, cara yang lebih aman adalah melakukan latihan kegel. Latihan ini biasanya bisa mulai dilakukan sekitar 6 minggu setelah persalinan, setelah kondisi tubuh Mommy dinyatakan pulih oleh dokter.
Nutrisi Masa Nifas yang Perlu Diperhatikan
Fase nifas adalah masa pemulihan (recovery) setelah melahirkan. Pada fase ini, sebaiknya Mommy lebih berhati-hati dalam mengonsumsi jamu atau obat-obatan, terutama yang tidak direkomendasikan oleh dokter, karena kandungannya dapat memengaruhi produksi dan kualitas ASI.
Berikut adalah kebutuhan nutrisi yang penting untuk Mommy penuhi:
-
Perbanyak makanan tinggi protein
Utamakan protein hewani, seperti ikan, telur, atau daging dengan rendah lemak membantu mempercepat pemulihan jaringan dan penyembuhan luka setelah persalinan.
-
Cukupi asupan zat besi
Persalinan membuat tubuh kehilangan banyak darah, sehingga Mommy perlu mengonsumsi makanan tinggi zat besi selama masa pemulihan untuk mencegah anemia dan menjaga energi tubuh tetap stabil. Mommy bisa mendapatkan asupan tinggi zat besi dari makanan seperti daging merah, hati ayam atau sapi, ikan, telur, bayam, brokoli, serta kacang merah.
Jika diperlukan, dokter biasanya akan merekomendasikan suplemen zat besi untuk membantu memenuhi kebutuhan harian.
-
Penuhi kebutuhan kalsium
Kalsium dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang Mommy sekaligus mendukung produksi ASI. Ibu menyusui umumnya membutuhkan sekitar 1.200-1.300 mg kalsium per hari sesuai rekomendasi dokter. Asupan ini bisa diperoleh dari makanan seperti susu, yoghurt, keju, ikan dengan tulang lunak (seperti sarden), tahu, tempe, serta sayuran hijau seperti brokoli dan bayam.
Jika asupan dari makanan belum mencukupi, Mommy juga dapat mengonsumsi suplemen kalsium tambahan sesuai rekomendasi dokter.
-
Hindari minum jamu atau obat tanpa anjuran dokter
Selama masa nifas dan menyusui, kandungan dari jamu atau obat bisa masuk ke dalam ASI dan memengaruhi bayi. Karena itu, Mommy sebaiknya hanya mengonsumsi suplemen atau obat yang direkomendasikan dokter. Hindari jamu pelangsing, jamu peluruh darah nifas, ramuan herbal dengan dosis tidak jelas, serta obat pereda nyeri atau antibiotik tanpa resep.
Jika ingin mengonsumsi jamu tradisional, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter agar tetap aman untuk Mommy dan si Kecil.
-
Hindari diet ketat
Mengurangi asupan kalori secara berlebihan saat masa nifas dapat membuat tubuh mudah lelah dan berisiko menurunkan produksi ASI.
Sebaiknya Mommy fokus pada pola makan bergizi seimbang, seperti nasi, ikan atau telur, sayuran hijau, buah-buahan, serta kacang-kacangan dan produk susu. Pola makan ini membantu tubuh pulih lebih cepat sekaligus menjaga produksi ASI tetap optimal.
Kesimpulan
Masa nifas adalah waktu penting bagi tubuh Mommy untuk pulih setelah persalinan. Dengan menghindari kebiasaan yang tidak dianjurkan secara medis, seperti membuang kolostrum, menggunakan produk yang tidak aman, atau melakukan diet terlalu ketat, Mommy dapat membantu proses pemulihan berjalan lebih optimal sekaligus mendukung kelancaran menyusui.
Kunci melalui masa nifas dengan nyaman adalah menjaga asupan nutrisi seimbang, memperhatikan kondisi tubuh, dan mencari informasi kesehatan yang terpercaya. Jika tubuh pulih dengan baik, perjalanan menyusui juga bisa terasa lebih lancar dan menyenangkan. Setelah produksi ASI mulai stabil, Mommy juga bisa mempelajari 5 Tips Menyimpan ASI Perah yang Benar agar Nutrisi Tetap Terjaga untuk si Kecil.
Semangat pulih dan semangat mengASIhi, Mommy!
Referensi:
- Ballard, O., & Morrow, A. L. (2013). Human milk composition: nutrients and bioactive factors. Pediatric clinics of North America, 60(1), 49-74. https://doi.org/10.1016/j.pcl.2012.10.002
- Physician Guide to Breastfeeding. (n.d.). If you feel silly doing it: Mythbusters in breastfeeding care. https://physicianguidetobreastfeeding.org/mythbusters/if-you-feel-silly-doing-it/
- Vinmec International Hospital. (2024). Postpartum belly band and what you need to know. https://www.vinmec.com/eng/blog/postpartum-belly-band-and-what-you-need-to-know-en
- World Health Organization. (2023). Infant and young child feeding. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infant-and-young-child-feeding
Tonton video edukasinya di sini yuk, Mom!
@momuung.pregnancy Share ini ke para bumil biar bisa cegah dan terhindar dari risikonya ☺️🙏🏻 Previewd by : dr. Pritta Diyanti Karyaman, CIMI, CBS, IBCLC (Dokter Laktasi) #momuung #edukasimomuung #momuungpregnancy #tipsbumil #trimester3
✨ Produk Unggulan Mom Uung
FAQ Seputar Topik Ini
Apa saja pantangan masa nifas yang perlu dihindari?
Pantangan masa nifas meliputi membuang kolostrum, penggunaan korset terlalu ketat, aktivitas fisik berat, berhubungan intim terlalu dini, serta penggunaan bahan yang tidak higienis di area kewanitaan.
Berapa lama masa nifas setelah melahirkan?
Masa nifas umumnya berlangsung sekitar 6 minggu, tetapi proses pemulihan bisa berbeda tergantung kondisi tubuh dan jenis persalinan.
Kapan ibu boleh berolahraga setelah melahirkan?
Olahraga ringan bisa dimulai secara bertahap setelah tubuh terasa lebih nyaman, sedangkan aktivitas berat sebaiknya menunggu hingga sekitar 6 minggu atau setelah mendapat izin dokter.
















