Momuung.co.id – Mommy, setelah si Kecil lahir dan tangisannya terdengar untuk pertama kali, rasanya tentu lega dan haru. Tapi tiba-tiba tubuh Mommy bergetar hebat, gigi bergemeletuk, dan menggigil tanpa bisa dikendalikan, padahal ruangan tidak terasa dingin.
Tenang ya, Mom. Banyak ibu baru mengalami hal yang sama dan merasa khawatir karena mengira ada sesuatu yang tidak beres. Kondisi ini memang bisa mengganggu momen pertama bersama bayi.
Menggigil setelah melahirkan sebenarnya cukup umum dan dikenal sebagai postpartum chills. Ini bukan kondisi berbahaya pada umumnya, dan bisa ditangani dengan cara yang tepat. Yuk, pahami penyebabnya dan bagaimana cara meredakannya agar Mommy tetap tenang menikmati momen bersama si Kecil. Buibu, baca sampai selesai, ya!
Apa Itu Postpartum Chills?
Postpartum chills adalah kondisi tubuh menggigil atau gemetar tidak terkendali yang muncul segera setelah persalinan, baik normal maupun operasi caesar. Kondisi ini umumnya terjadi dalam satu hingga dua jam pertama setelah bayi lahir dan sering kali tidak disertai demam. Kondisi ini juga dikenal sebagai postpartum shivering dan termasuk respons alami yang cukup sering terjadi pada ibu baru melahirkan. Penelitian menjelaskan bahwa perubahan cepat pada sistem saraf otonom dan mekanisme pengatur suhu tubuh setelah persalinan berperan dalam munculnya gejala ini, terutama pada ibu yang menerima anestesi Regional seperti epidural atau spinal (Ferrea et al., 2025).
Kenapa Ibu Menggigil Setelah Melahirkan?
Ada beberapa faktor ilmiah yang memicu menggigil pasca lahiran:
1. Perubahan hormonal yang drastis
Setelah plasenta keluar, kadar hormon keHamilan seperti estrogen dan progesteron turun secara signifikan dalam waktu singkat. Perubahan mendadak ini mempengaruhi bagian otak yang mengatur suhu tubuh, sehingga tubuh bisa bereaksi dengan gemetar sebagai bentuk penyesuaian (Attard Cortis et al., 2026).
2. Perubahan jumlah darah dan cairan tubuh
Saat melahirkan, ibu kehilangan darah dan mengalami perubahan cairan tubuh. Tubuh perlu waktu untuk menyeimbangkan kembali kondisi ini. Dalam proses penyesuaian tersebut, tubuh bisa memicu menggigil untuk membantu menjaga kestabilan suhu (Ferrea et al,m 2025).
3. Penurunan hormon stres setelah persalinan
Selama proses persalinan, tubuh memproduksi hormon stres seperti adrenalin untuk membantu menghadapi kontraksi dan mengejan. Setelah bayi lahir, kadar hormon ini menurun cepat.
4. Pengaruh obat bius epidural atau spinal
Pada ibu yang menggunakan epidural atau spinal saat persalinan atau operasi caesar, risiko menggigil lebih tinggi. Obat bius dapat memengaruhi cara tubuh mengatur suhu, sehingga ketika efeknya mulai berkurang, tubuh merespons dengan gemetar. Kondisi ini umum terjadi dan biasanya bersifat sementara.
3 Tips Meredakan Menggigil Setelah Melahirkan
Jangan khawatir ya, Mommy. Biasanya kondisi ini hanya bersifat sementara. Berikut adalah langkah praktis untuk mengatasinya:
1. Fokus Menghangatkan Tubuh
Langkah paling utama untuk meredakan menggigil adalah memastikan tubuh ibu tetap hangat. Penelitian pada ibu melahirkan menunjukkan bahwa penggunaan selimut hangat atau metode pemanasan sederhana dapat membantu mengurangi frekuensi dan intensitas menggigil setelah persalinan, terutama setelah penggunaan anestesi regional (Ferrea et al., 2025).
2. Minum Air Hangat
Setelah melahirkan, tubuh ibu mengalami perubahan besar pada jumlah cairan dan aliran darah. Kondisi ini dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam menjaga suhu tetap stabil. Studi menjelaskan bahwa keseimbangan cairan sangat berperan dalam proses pemulihan dan pengaturan suhu tubuh setelah persalinan (Attard Cortis et al., 2026).
Mengonsumsi minuman hangat, seperti air hangat atau teh hangat tanpa kafein, dapat membantu tubuh merasa lebih nyaman dan mendukung proses adaptasi setelah, selama tidak ada larangan khusus dari dokter atau tenaga medis yang menangani Mommy.
3. Skin-to-Skin dengan Bayi
Kontak kulit langsung antara ibu dan bayi, atau skin-to-skin contact, tidak hanya bermanfaat bagi bayi tetapi juga bagi ibu. Sentuhan ini membantu menstabilkan suhu tubuh ibu dan merangsang pelepasan hormon oksitosin, yaitu hormon yang berperan dalam rasa tenang, rileks, dan pemulihan setelah melahirkan.
Rekomendasi dari World Health Organization menyebutkan bahwa kontak kulit ibu dan bayi dapat membantu menjaga kestabilan suhu serta memperbaiki respons tubuh ibu setelah persalinan (World Health Organization, 2022).
Ketika ibu merasa lebih tenang dan rileks, respons tubuh seperti menggigil juga akan berkurang seiring tubuh kembali ke kondisi seimbang.
Kesimpulan
Postpartum chills adalah reaksi alami tubuh setelah proses persalinan. Tubuh sedang menyesuaikan diri, jadi Mommy tidak perlu panik. Segera hangatkan tubuh dan lakukan kontak kulit dengan bayi agar tubuh lebih cepat stabil.
Biasanya menggigil akan membaik dalam waktu sekitar 20 hingga 30 menit. Namun, segera hubungi tenaga medis jika:
- Menggigil tidak mereda meski sudah dihangatkan.
- Disertai demam lebih dari 38°C.
- Muncul nyeri hebat atau perdarahan yang tidak normal.
Jika Mommy merasa kewalahan di masa postpartum atau mengalami kendala menyusui, Mommy tidak perlu menghadapinya sendirian. Mom Uung menyediakan Layanan Konsultasi Menyusui Gratis 24 Jam dengan konselor laktasi yang siap membantu kapanpun dibutuhkan.
Untuk mendapatkan lebih banyak tips seputar menyusui, MPASI, dan kesehatan ibu serta anak, Mommy juga bisa mengikuti konten edukasi Mom Uung di Instagram dan TikTok!
Referensi:
- Attard Cortis, P., Bleeser, T., Devroe, S., & Lucas, N. (2026). Neuraxial labour analgesia and maternal fever: A narrative review. European journal of anaesthesiology, 43(1), 45-52. Diakses pada 18 Februari 2026. https://doi.org/10.1097/EJA.0000000000002280
- Ferrea, G., Monks, D. T., Singh, P. M., Fedoruk, K., Singh, N. P., Blake, L., Carvalho, B., & Sultan, P. (2025). Comparative efficacy of intravenous treatments for perioperative shivering in patients undergoing caesarean delivery under neuraxial anaesthesia: A systematic review and Bayesian network meta-analysis of randomised-controlled trials. Journal of clinical anesthesia, 100, 111680. https://doi.org/10.1016/j.jclinane.2024.111680
- World Health Organization. (2023). WHO recommendations on maternal and newborn care for a positive postnatal experience. Geneva: World Health Organization. Diakses pada 18 Februari 2026. https://www.who.int/publications/i/item/9789240045989














