Ditulis oleh:

Momuung.co.idBaru-baru ini, media sosial ramai membahas pengalaman Kourtney Kardashian yang mengaku mengalami mastitis setelah menjalani pemotretan dengan korset ketat dan sepatu hak tinggi. Hal ini membuat banyak Mommy, terutama yang sedang menyusui, jadi bertanya-tanya apakah penggunaan pakaian ketat atau high heels bisa memengaruhi kesehatan payudara. 

Apa Itu Mastitis dan Kenapa Rasanya Sangat Mengganggu?

Mastitis adalah kondisi peradangan pada jaringan payudara yang paling sering dialami oleh ibu menyusui. Kondisi ini biasanya terjadi ketika aliran ASI tidak lancar atau tersumbat, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. 

Gejalanya bisa berupa nyeri pada payudara, pembengkakan, kemerahan, hingga muncul area yang terasa keras saat disentuh. Pada beberapa kasus, Mommy juga bisa mengalami demam ringan, meriang, dan tubuh terasa lelah seperti sedang flu. 

Secara umum, mastitis dibagi menjadi dua jenis:

  • Mastitis inflamasi, yaitu saat payudara terasa penuh, bengkak, dan nyeri akibat aliran ASI yang tidak lancar atau tersumbat. 
  • Mastitis bakteri, yaitu kondisi lanjutan ketika sumbatan tidak segera diatasi, sehingga bakteri masuk dan menyebabkan infeksi yang lebih serius. 

Sepatu Hak Tinggi vs Korset: Mana yang Lebih Berisiko?

Penggunaan sepatu hak tinggi sebenarnya tidak secara langsung terbukti menyebabkan mastitis. Namun, hak yang terlalu tinggi dapat mengubah postur tubuh dan membuat otot di area punggung, bahu, dan dada menjadi lebih tegang. 

Kondisi ini bisa memengaruhi kenyamanan saat menyusui, terutama jika posisi tubuh jadi kurang rileks. Dalam jangka waktu tertentu, ketegangan ini bisa ikut berpengaruh pada kelancaran aliran ASI, meskipun bukan penyebab utama mastitis. 

Berbeda dengan itu, penggunaan korset atau pakaian yang terlalu ketat di area dada memang perlu lebih diwaspadai. Tekanan berlebih pada payudara, termasuk dari bra yang terlalu sempit, bisa menghambat aliran ASI di saluran payudara. Saat aliran tidak lancar, ASI dapat menumpuk di satu area dan memicu sumbatan. Jika kondisi ini dibiarkan, risiko peradangan hingga mastitis bisa meningkat.

Selain Pakaian Ketat, Apa Lagi Penyebabnya?

Selain tekanan dari pakaian, ada beberapa faktor lain yang sering jadi pemicu mastitis tanpa disadari. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan aliran ASI yang tidak lancar atau adanya celah masuk bagi bakteri. 

  • Pelekatan bayi yang kurang tepat

Jika posisi mulut bayi saat menyusu tidak pas, pengosongan ASI jadi tidak optimal. Akibatnya, ASI bisa tertinggal di dalam payudara dan memicu sumbatan.

  • Puting lecet atau luka

Luka kecil pada puting bisa menjadi pintu masuk bakteri. Selain itu, rasa nyeri juga sering membuat Mommy enggan menyusui di sisi tersebut, sehingga ASI mengalami penumpukan. 

  • Jeda menyusui atau pumping terlalu lama

Payudara yang terlalu lama tidak dikosongkan akan terasa penuh dan tegang. Kondisi ini meningkatkan risiko saluran ASI tersumbat.

  • Menyapih secara mendadak

Berhenti menyusui secara tiba-tiba membuat tubuh belum sempat menyesuaikan produksi ASI. Akibatnya, terjadi penumpukan yang bisa memicu peradangan.

  • Produksi ASI berlebih tanpa pengosongan yang cukup

Produksi ASI tinggi tetapi tidak diimbangi dengan pengosongan yang rutin, tekanan di dalam payudara meningkat dan berisiko menyebabkan sumbatan.

Tips Menangani Mastitis di Rumah

Jika Mommy mulai merasakan payudara terasa nyeri, hangat, atau muncul bagian yang mengeras, tidak perlu panik. Penanganan awal yang tepat bisa membantu meredakan gejala sekaligus mencegah kondisi semakin parah.

  • Tetap menyusui langsung atau memerah ASI

Meski terasa tidak nyaman, usahakan tetap menyusui secara rutin. Pengosongan payudara adalah kunci utama untuk mengurangi sumbatan. Jika si Kecil sedang sulit menyusu, Mommy bisa membantu dengan pumping atau memerah manual agar aliran ASI tetap lancar. 

  • Kompres hangat dan dingin

Gunakan kompres hangat sebelum menyusui untuk membantu melancarkan aliran ASI. Setelah sesi menyusui selesai, lanjutkan dengan kompres dingin untuk membantu meredakan nyeri dan mengurangi pembengkakan. 

  • Cukup istirahat dan penuhi kebutuhan cairan

Tubuh membutuhkan energi untuk melawan peradangan. Pastikan Mommy mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan memenuhi kebutuhan cairan harian agar proses pemulihan lebih optimal.

  • Gunakan suplemen sesuai anjuran dokter
  • Jika keluhan terasa mengganggu, Mommy bisa mempertimbangkan konsumsi lecithin, khususnya yang berbahan dasar sunflower lecithin. Suplemen ini dikenal dapat membantu menjaga kelancaran aliran ASI dengan mengurangi risiko sumbatan pada saluran payudara. Meski begitu, sebaiknya tetap konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau konselor laktasi untuk memastikan dosis dan penggunaannya sesuai dengan kondisi Mommy. 
Tips menangani mastitis di rumah

Belajar dari pengalaman Kourtney Kardashian, penting untuk tetap memperhatikan kenyamanan selama masa menyusui. Mommy tetap bisa tampil rapi dan percaya diri, namun pilih pakaian yang tidak menekan area payudara agar aliran ASI tetap lancar.

Yang tidak kalah penting, dengarkan sinyal tubuh Mommy. Jika terasa tidak nyaman, segera istirahat dan lakukan penanganan sejak awal. Dengan kondisi tubuh yang sehat dan nyaman, proses menyusui pun bisa berjalan lebih lancar dan menyenangkan.

Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.


FAQ Seputar Topik Ini

Apakah sepatu hak tinggi bisa menyebabkan mastitis?

Tidak secara langsung. Namun, penggunaan heels tinggi dapat memengaruhi postur tubuh dan kenyamanan, yang dalam jangka panjang bisa berdampak pada kelancaran menyusui.

Apakah korset bisa menyebabkan mastitis?

Ya, korset atau pakaian yang terlalu ketat dapat menekan payudara dan menghambat aliran ASI, sehingga meningkatkan risiko sumbatan dan mastitis.

Apa penyebab utama mastitis pada ibu menyusui?

Penyebab utama adalah aliran ASI yang tidak lancar, pelekatan bayi yang kurang tepat, puting lecet, serta jarak menyusui yang terlalu lama.

Bagaimana cara mengatasi mastitis di rumah?

Tetap menyusui atau memerah ASI, gunakan kompres hangat dan dingin, istirahat cukup, dan penuhi kebutuhan cairan.

Apakah lecithin membantu mengatasi saluran ASI tersumbat?

Lecithin, terutama sunflower lecithin, dapat membantu menjaga aliran ASI tetap lancar dengan mengurangi risiko sumbatan, namun tetap perlu konsultasi sebelum penggunaan.

Share.

Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.

Opens Chat This icon Opens the chat window.

Butuh Bantuan atau Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Produk & Program Mom Uung?

Kami siap membantu! Jika Mommy punya pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut tentang produk ibu & bayi, ASI booster, serta program komunitas Mom Uung, tim Mom Uung Care siap memberikan informasi dan dukungan terbaik untuk Mommy.

Konsultasi Gratis!
Exit mobile version