Ditulis oleh:

Momuung.co.idSelama kehamilan, ngidam memang hal yang umum terjadi. Namun, jika Mommy justru ingin mengonsumsi benda yang bukan makanan seperti es batu, tanah, atau kapur, kondisi ini bisa disebut sebagai Pica Syndrome. Lalu, apa penyebabnya dan apakah berbahaya? Yuk, kita bahas lebih lanjut. Buibu, baca selengkapnya di sini ya!

Mengapa Mommy Hamil Bisa Mengalami Pica?

Pica adalah kondisi ketika seseorang memiliki keinginan untuk mengonsumsi benda yang buakn makanan. Pada ibu hamil, hal ini sering dikaitkan dengan perubahan di dalam tubuh, baik dari sisi fisik maupun emosional. Berikut beberapa faktor yang dapat memicu kondisi ini:

1. Kekurangan nutrisi tertentu

Keinginan untuk mengonsumsi benda seperti es batu, tanah, atau kapur sering dikaitkan dengan kekurangan zat gizi, terutama zat besi, zink, atau kalsium. Misalnya, kebiasaan mengunyah es batu cukup sering ditemukan pada ibu hamil dengan anemia defisiensi besi. Ini dianggap sebagai salah satu bentuk sinyal tubuh bahwa ada kebutuhan nutrisi yang belum terpenuhi.

2. Perubahan hormon selama kehamilan

Selama hamil, hormon seperti estrogen dan progesteron mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Perubahan ini dapat memengaruhi indra penciuman dan perasa, sehingga ibu menjadi lebih sensitif terhadap bau dan rasa tertentu. Dalam beberapa kasus, hal ini membuat benda non-makanan terasa “menarik” atau memicu rasa ingin mencoba.

3. Faktor emosional dan psikologis

Kondisi emosional juga berperan dalam munculnya pica. Rasa cemas, stres, atau perubahan suasana hati selama kehamilan dapat memicu perilaku makan yang tidak biasa. Pada sebagian ibu, keinginan tersebut bisa menjadi bentuk respons terhadap tekanan emosional yang sedang dirasakan. 

Meskipun terlihat sepele, pica tetap perlu diperhatikan karena bisa menjadi tanda adanya kondisi tertentu yang perlu ditangani dengan tepat.

Bahaya Pica Bagi Mommy dan si Kecil

Meskipun keinginan untuk mengonsumsi benda non-makanan bisa terasa “melegakan” sesaat, kebiasaan ini tetap perlu diwaspadai karena berisiko bagi kesehatan ibu dan janin. Berikut beberapa dampak yang perlu dipahami:

1. Risiko infeksi dan paparan zat berbahaya

Benda seperti tanah, kapur, atau sabun tidak dirancang untuk dikonsumsi. Tanah misalnya bisa mengandung parasit, bakteri, atau zat berbahaya seperti logam berat. Jika masuk ke dalam tubuh, zat-zat ini berisiko memicu infeksi dan dalam jangka panjang dapat mengganggu kesehatan ibu serta perkembangan janin.

2. Gangguan pada sistem pencernaan

Benda non-makanan umumnya tidak dapat dicerna oleh tubuh. Jika dikonsumsi, hal ini bisa menyebabkan masalah pencernaan seperti sembelit, nyeri perut, bahkan dalam kondisi tertentu bisa memicu sumbatan pada saluran cerna yang membutuhkan penanganan medis.

3. Kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi 

Ketika ibu merasa kenyang karena mengonsumsi benda yang bukan makanan, asupan makanan bergizi bisa berkurang. Padahal, selama kehamilan tubuh membutuhkan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan janin. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, risiko seperti berat badan lahir rendah atau gangguan tumbuh kembang dapat meningkat. 

Karena itu, penting bagi Mommy untuk tidak mengabaikan gejala pica dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar penyebabnya bisa diketahui dan ditangani dengan cepat. 

Cara Mengatasi Ngidam yang Tidak Lazim

Jika Mommy mulai merasakan keinginan untuk mengonsumsi benda yang bukan makanan, penting untuk segera menyikapinya dengan tepat. Kondisi ini cukup sering terjadi dan bisa ditangani dengan langkah yang sesuai.

1. Konsultasi dengan dokter kandungan

Langkah pertama yang disarankan adalah berkonsultasi dengan dokter atau bidan. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui apakah ada kekurangan nutrisi tertentu, seperti zat besi atau mineral lain yang sering dikaitkan dengan pica. Dari hasil tersebut, dokter dapat memberikan saran atau penanganan yang lebih tepat.

2. Penuhi kebutuhan nutrisi harian

Pastikan asupan makanan sehari-hari sudah mencukupi kebutuhan gizi selama kehamilan. Perbanyak konsumsi makanan yang kaya zat besi dan protein, seperti daging tanpa lemak, telur, ikan, kacang-kacangan, serta sayuran hijau. Nutrisi yang seimbang dapat membantu mengurangi dorongan untuk mengonsumsi benda non-makanan.

3. Alihkan keinginan dengan pilihan yang lebih aman

Saat dorongan muncul, Mommy bisa mencoba mengalihkan perhatian dengan mengonsumsi camilan sehat atau minum air putih. Pada beberapa kasus, mengunyah makanan dengan tekstur tertentu seperti buah dingin atau es batu dalam jumlah wajar dapat membantu mengurangi keinginan, selama tetap aman dan tidak berlebihan. 

Cara mengatasi ngidam yang tidak lazim

Dukung Kesehatan Mommy dengan Nutrisi yang Tepat

Memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan memang tidak selalu mudah, terutama saat nafsu makan berubah-ubah atau muncul rasa mual. Padahal, asupan nutrisi yang cukup dan seimbang sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung tumbuh kembang janin secara optimal.

Selain dari makanan sehari-hari, sebagian ibu juga mempertimbangkan asupan tambahan untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi. Namun, penting untuk memilih produk yang jelas keamanan dan kualitasnya, serta digunakan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Salah satu hal yang perlu dipahami, kebutuhan utama selama kehamilan tetap berasal dari pola makan bergizi seimbang yang mencakup protein, zat besi, kalsium, asam folat, serta lemak sehat seperti DHA. Nutrisi ini berperan dalam pembentukan jaringan tubuh janin, perkembangan otak dan sistem saraf, serta menjaga kondisi ibu tetap optimal selama kehamilan.

Beberapa poin penting yang bisa diperhatikan:

1. Menjaga kecukupan vitamin dan mineral harian

Asupan zat gizi yang cukup membantu tubuh bekerja lebih optimal dan dapat mengurangi risiko munculnya keluhan tertentu selama kehamilan, termasuk keinginan makan yang tidak biasa.

2. Mendukung perkembangan otak dan saraf janin

Nutrisi seperti asam lemak esensial, termasuk DHA, memiliki peran penting dalam perkembangan otak dan sistem saraf bayi sejak dalam kandungan.

3. Mempersiapkan masa menyusui sejak dini

Kondisi tubuh ibu selama hamil juga berpengaruh pada kesiapan menyusui setelah melahirkan. Dengan nutrisi yang baik dan kondisi tubuh yang terjaga, proses menyusui umumnya dapat berjalan lebih lancar.

Perlu diingat bahwa suplemen atau produk tambahan bukan pengganti makanan utama, melainkan pelengkap. Konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan tetap menjadi langkah penting sebelum mengonsumsi produk tertentu selama kehamilan.

Dengan menjaga asupan nutrisi dan kondisi tubuh tetap optimal, Mommy bisa menjalani kehamilan dengan lebih nyaman sekaligus memberikan fondasi terbaik untuk tumbuh kembang si Kecil. Semangat menjalani masa kehamilan dengan sehat dan penuh persiapan ya, Mommy.

Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.


FAQ Seputar Topik Ini

Apa itu pica syndrome pada ibu hamil?

Pica adalah kondisi ketika ibu hamil memiliki keinginan untuk mengonsumsi benda yang bukan makanan, seperti tanah, kapur, atau es batu.

Kenapa ibu hamil bisa mengalami pica?

Pica sering dikaitkan dengan kekurangan nutrisi seperti zat besi, perubahan hormon, atau faktor emosional selama kehamilan.

Apakah pica berbahaya untuk janin?

Ya, karena benda non-makanan bisa mengandung kuman atau zat berbahaya yang berisiko menyebabkan infeksi dan mengganggu perkembangan janin.

Apakah mengunyah es batu termasuk pica?

Bisa termasuk, terutama jika dilakukan terus-menerus dan disertai kekurangan zat besi atau anemia.

Share.

Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.

Opens Chat This icon Opens the chat window.

Butuh Bantuan atau Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Produk & Program Mom Uung?

Kami siap membantu! Jika Mommy punya pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut tentang produk ibu & bayi, ASI booster, serta program komunitas Mom Uung, tim Mom Uung Care siap memberikan informasi dan dukungan terbaik untuk Mommy.

Konsultasi Gratis!
Exit mobile version