Momuung.co.id – Memasuki trimester ketiga, pemeriksaan USG menjadi momen yang paling mendebarkan sekaligus dinantikan ya, Mommy. Rasanya bahagia sekali melihat perkembangan Si Kecil di layar. Namun, tak jarang dunia terasa runtuh seketika saat dokter bilang kalau bayi didapati berada di posisi sungsang.
Mungkin saat itu juga pikiran Mommy langsung dihantui rasa takut, seperti kemungkinan harus menjalani operasi Caesar ketika melahirkan, atau khawatir bayi tidak bisa berubah kembali ke posisi normal. Perasaan cemas ini sangat valid kok, Mommy. Apalagi kalau Mommy sudah memimpikan persalinan secara normal dengan lancar.
Nah, supaya Mommy nggak terjebak mitos dan bisa mengambil langkah yang tepat, mari kita bedah fakta medis di balik posisi Bayi sungsang dan apa saja “keajaiban” yang bisa Mommy usahakan dari sekarang. Buibu, wajib baca ya!
Apa Itu Posisi Sungsang dan Mengapa Bisa Terjadi?
Normalnya, menjelang persalinan, kepala bayi akan berada di bawah (dekat jalan lahir). Namun, pada posisi sungsang (Breech birth), bagian bokong atau kaki bayi justru berada di bawah.
Sebenarnya, posisi sungsang sangat umum terjadi saat usia Kehamilan masih di bawah 28 minggu karena ruang di rahim masih luas sehingga janin bebas berputar. Namun, jika hingga usia 36 minggu posisi belum berubah, biasanya ada beberapa faktor penyebab seperti jumlah cairan ketuban yang terlalu banyak atau sedikit, kehamilan kembar, dan letak plasenta atau jalan lahir yang kurang ideal sehingga menghalangi kepala bayi masuk ke panggul.
Bisakah Posisi Bayi Sungsang Berubah Kembali Normal?
Kabar baiknya, sangat bisa, Mommy! Janin masih memiliki kesempatan untuk kembali ke posisi semula hingga detik-detik menjelang persalinan dengan cara berikut:
- Posisi Knee-Chest (Sujud): Mommy bisa melakukan posisi seperti bersujud dengan panggul lebih tinggi dari dada selama 10-15 menit, 2-3 kali sehari. Posisi ini memberi ruang di bagian atas rahim agar bayi lebih mudah berputar.
- Jalan Santai & Berenang: Olahraga ringan membantu mengendurkan otot panggul Mommy sehingga janin lebih fleksibel bergerak mencari jalan lahir.
- Teknik Stimulasi: Gunakan musik atau cahaya senter yang diarahkan ke bawah perut agar bayi tertarik mengikuti arah suara atau cahaya tersebut untuk berputar ke bawah.
Konsultasikan Pilihan Metode Persalinan
Melahirkan bayi sungsang secara normal atau yang disebut metode pervaginam memiliki risiko yang lebih kompleks, seperti risiko tali pusat yang terjepit atau cedera pada tubuh bayi saat proses pengeluaran. Keputusan antara persalinan pervaginam atau caesar untuk kasus sungsang harus didasarkan pada penilaian klinis individual, termasuk evaluasi ukuran panggul ibu, berat janin, posisi janin, riwayat medis, dan berat janin.
Kesimpulan
Posisi sungsang bukan berarti Mommy gagal memberikan yang terbaik untuk Si Kecil. Meski bisa menimbulkan kekhawatiran soal persalinan, Mommy tetap dapat melakukan upaya fisik seperti posisi sujud atau stimulasi cahaya untuk membantu janin berputar. Yang terpenting, tetap tenang, rutin kontrol ke tenaga medis, dan jaga asupan nutrisi agar janin tumbuh sehat. Apa pun metode persalinannya, keselamatan Mommy dan Si Kecil selalu menjadi prioritas utama.
Referensi:
- Cobec, I. M., Varzaru, V. B., Kövendy, T., Kuban, L., Eftenoiu, A.-E., Moatar, A. E., & Rempen, A. (2022). External Cephalic Version—A Chance for Vaginal Delivery at Breech Presentation. Medicina, 58(11), 1619. https://doi.org/10.3390/medicina58111619
- Hutton, E. K., Hofmeyr, G. J., & Dowswell, T. (2015). External cephalic version for breech presentation before term. The Cochrane database of systematic reviews, 2015(7), CD000084. https://doi.org/10.1002/14651858.CD000084.pub3
Ditulis oleh: Elsa Yuni Kartika
Ditinjau ulang oleh: dr. Agus Heriyanto, Sp.OG., MARS.MM.CHt







