Ditulis oleh:

Momuung.co.idSalah satu kisah datang dari seorang ibu bernama Cho Ji-won. Ia bercerita bahwa saat bayinya lapar di luar rumah, ia sering menjadikan bilik toilet sebagai “tempat aman” untuk Menyusui. Di ruang yang sempit dan kurang nyaman, ia terpaksa duduk di atas toilet agar bisa memberikan ASI tanpa merasa diperhatikan orang lain. Situasi ini tentu tidak ideal, tetapi sering kali menjadi satu-satunya pilihan yang tersedia saat itu. 

Kondisi ini terjadi karena beberapa hal. Pertama, fasilitas ruang laktasi masih terbatas dan tidak selalu mudah ditemukan, bahkan di tempat umum seperti mal atau stasiun. Saat bayi sudah menangis karena lapar, ibu membutuhkan tempat yang cepat dan praktis, sehingga toilet menjadi pilihan darurat. Kedua, masih adanya stigma sosial terhadap ibu Menyusui di tempat umum. Sebagian ibu merasa tidak nyaman karena takut mendapat tatapan atau komentar negatif, sehingga memilih tempat yang lebih tertutup meskipun kurang layak.

Kenapa Ini Tidak Disarankan untuk Mommy dan si Kecil?

Menyusui di toilet sebaiknya dihindari karena bisa berdampak pada kenyamanan dan kesehatan. Berikut beberapa alasannya:

1. Risiko kebersihan yang kurang terjaga

Toilet merupakan area dengan banyak kuman dan bakteri. Meskipun ASI memiliki kandungan antibodi, lingkungan yang kurang bersih tetap bisa meningkatkan risiko paparan kuman pada bayi yang daya tahan tubuhnya masih berkembang.

2. Mommy jadi tidak nyaman dan mudah stres

Proses menyusui membutuhkan suasana yang tenang agar tubuh bisa bekerja optimal dalam mengalirkan ASI. Jika Mommy merasa cemas, terburu-buru, atau tidak nyaman, produksi dan aliran ASI bisa ikut terpengaruh.

3. Bisa memengaruhi keberlanjutan menyusui

Ketika menyusui di luar rumah terasa sulit dan tidak nyaman, sebagian ibu bisa merasa kewalahan. Kondisi ini kadang membuat ibu beralih ke alternatif lain atau bahkan berhenti menyusui lebih cepat dari rencana awal. 

Kesimpulan

Fenomena ini jadi pengingat bahwa proses menyusui bukan hanya tanggung jawab Mommy saja, tetapi juga membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar. Mulai dari keluargam fasilitas umum, hingga masyarakat, semuanya punya peran untuk menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi ibu menyusui. 

Perlu dipahami juga, bagi ibu menysuui, payudara adalah sumber nutrisi utama bagi bayi, bukan sesuatu yang perlu dipandang negatif. Bayi tidak bisa menunda rasa lapar. Saat mereka membutuhkan ASI, mereka perlu mendapatkannya saat itu juga agar tetap nyaman dan terpenuhi kebutuhannya. 

Harapannya, ke depan semakin banyak ruang laktasi yang bersih, mudah diakses, dan ramah ibu menyusui di berbagai tempat umum. Dengan begitu, tidak ada lagi ibu yang merasa tidak nyaman atau terpaksa mencari tempat yang kurang layak hanya untuk menyusui.

Untuk semua Mommy yang tetap berjuang memberikan ASI di tengah berbagai tantangan, semangat terus ya. Apa yang Mommy lakukan sangat berarti untuk tumbuh kembang si Kecil.

Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Share.

Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.

Opens Chat This icon Opens the chat window.

Butuh Bantuan atau Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Produk & Program Mom Uung?

Kami siap membantu! Jika Mommy punya pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut tentang produk ibu & bayi, ASI booster, serta program komunitas Mom Uung, tim Mom Uung Care siap memberikan informasi dan dukungan terbaik untuk Mommy.

Konsultasi Gratis!
Exit mobile version