Momuung.co.id – Menjalani masa Kehamilan memang penuh kebahagiaan, tapi tak jarang juga disertai gangguan tidur. Baru saja terlelap, Mommy sudah terbangun lagi karena tubuh terasa tidak nyaman.
Tenang ya, Mom. Kondisi ini wajar dan banyak dialami bumil. Tidur yang berkualitas penting bukan hanya untuk menjaga energi dan mood Mommy, tapi juga untuk mendukung tumbuh kembang janin.
Kalau Mommy sering terbangun di tengah malam, biasanya ada beberapa penyebab utamanya. Yuk, kita bahas 3 hal yang paling sering bikin tidur bumil jadi tidak nyenyak. Buibu, simak sampai selesai ya!
1. Kaki Kram yang Mengagetkan (Leg Cramps)
Mommy pasti pernah kan, ketika sedang enak-enak tidur, tiba-tiba betis terasa ditarik kencang dan sakit sekali? Kaki kram saat hamil adalah keluhan paling umum, terutama di trimester kedua dan ketiga. Hal ini sering disebabkan oleh posisi tidur yang kurang tepat atau berada di posisi yang sama terlalu lama sehingga sirkulasi darah terhambat.
Tips Mengatasi Leg Cramps:
- Atur Posisi Tidur
Tidur miring, terutama ke kiri, membantu melancarkan aliran darah ke tungkai dan rahim, sehingga kram bisa berkurang (Abandeh et al., 2024).
- Gunakan Penyangga
Letakkan guling atau pregnancy pillow di antara lutut untuk menjaga posisi tubuh lebih stabil, melancarkan sirkulasi, dan mengurangi nyeri saat bangun tidur.
- Hidrasi dan Nutrisi Seimbang:
Pastikan asupan cairan serta mineral seperti natrium, kalium, kalsium, dan magnesium tercukupi. Jika ingin menambah suplemen, sebaiknya Mommy konsultasikan dulu dengan dokter, ya.
2. Kebelet Pipis Terus-Menerus
Seiring bertambahnya usia kehamilan, rahim Mommy akan melebar dan mulai menekan kantung kemih. Itulah kenapa Mommy merasa ingin buang air kecil terus, bahkan saat malam hari. Hal ini merupakan faktor yang signifikan dalam munculnya gangguan tidur pada Ibu hamil (Mislu et al., 2024).
Tips Supaya Tidak Kebelet Buang Air Kecil Terus-Menerus:
- Atur Jadwal Minum
Usahakan untuk berhenti minum sekitar 1 jam sebelum tidur agar frekuensi ke kamar mandi berkurang.
- Maksimalkan Hidrasi Siang Hari
Tubuh bumil butuh sekitar 3 liter air per hari. Pastikan kuota minum ini terpenuhi secara maksimal di siang hari ya, Mom!
3. Kontraksi palsu (Braxton Hicks)
Ini adalah tanda yang paling sering membuat Mommy panik di tengah malam. Perut bagian bawah tiba-tiba terasa kencang. Namun, Mommy perlu tenang dan memperhatikan cirinya agar bisa membedakan dengan kontraksi asli.
Ciri-ciri Kontraksi Palsu:
- Rasa kencang datang dan pergi secara tidak konsisten (Raines & Cooper, 2023).
- Biasanya rasa kencang akan hilang setelah Mom berpindah posisi atau beristirahat.
- Umumnya dipicu karena dehidrasi atau Mom kecapekan.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Mommy sebaiknya segera menghubungi Obgyn meskipun belum mendekati HPL jika mengalami tanda berikut:
- Kontraksi berlangsung lebih dari 1 jam.
- Kontraksi muncul rutin setiap 10 menit sekali.
- Muncul lendir bercampur darah pada celana dalam.
Tips Tambahan: Menjaga Kualitas Tidur Bumil
Selain memperhatikan tiga tanda di atas, penting bagi Mommy untuk menciptakan lingkungan tidur yang nyaman. Menjaga kebersihan tidur (sleep hygiene) dan rutinitas sebelum tidur menjadi hal penting yang bisa meningkatkan kualitas hidup ibu hamil, terutama di trimester ketiga.
Kesimpulan
Sering terbangun di tengah malam saat hamil adalah kondisi yang umum dan wajar dialami Mommy, terutama akibat kaki kram, sering buang air kecil, dan kontraksi palsu. Dengan mengenali penyebabnya serta menerapkan langkah sederhana seperti memperbaiki posisi tidur, menjaga hidrasi dan nutrisi, mengatur jadwal minum, hingga memahami tanda kontraksi yang perlu diwaspadai, kualitas tidur bumil bisa ditingkatkan secara aman dan nyaman. Tidur yang cukup dan berkualitas berperan penting dalam menjaga energi, kestabilan emosi Mommy, serta mendukung tumbuh kembang optimal Si Kecil.
Jika Mommy masih merasa ragu, cemas, atau punya pertanyaan seputar kehamilan dan menyusui, Mom Uung siap mendampingi melalui layanan konsultasi menyusui & kehamilan bersama konselor ahli agar Mommy merasa lebih tenang dan percaya diri menjalani setiap fase kehamilan. Yuk, save artikel ini sebagai bekal menjelang lahiran, dan share ke grup WhatsApp bumil atau sesama Mommy supaya semakin banyak yang merasa ditemani dan teredukasi.
Referensi:
- Abandeh, A., Sindiani, A., Nazzal, M. S., Almasri, N. A., Megdadi, A., Morris, L., Alshdaifat, E., Kanaan, S. F. (2024). Prevalence and predictors of leg cramps in the third trimester of pregnancy: A cross‑sectional study. PubMed.
- Mislu, E., Kumsa, H.,Tadesse, S., Mulugeta, W.A., Susu, B., Ayele, M., Chane, F. (2024). Sleep quality disparities in different pregnancy trimesters: A systematic review and meta‑analysis. BMC Pregnancy and Childbirth, 24, Article 6830.
- Raines, D. A., & Cooper, D. B. (2022). Braxton Hicks contractions. In StatPearls. StatPearls Publishing LLC.
Ditulis oleh: Elsa Yuni Kartika
Ditinjau ulang oleh: dr. Agus Heriyanto, Sp.OG., MARS.MM.CHt







