Momuung.co.id – Mommy, pernah merasa tiba-tiba jadi lebih sensitif, mudah lelah, atau ingin menangis tanpa alasan yang jelas? Kondisi ini wajar terjadi selama kehamilan karena perubahan hormon dalam tubuh. Namun, sering muncul rasa khawatir, apakah emosi yang Mommy rasakan bisa memengaruhi si Kecil di dalam kandungan.
Perasaan Mommy memang bisa berdampak pada janin, sehingga penting untuk menjaga kondisi tetap nyaman dan tenang. Di sini, peran suami jadi sangat penting sebagai support system utama. Mommy yang tenang akan membantu si Kecil tumbuh dengan lebih baik. Yuk, ajak Paksu ikut memahami hal ini dengan membaca penjelasan lengkapnya!
1. Bagaimana Emosi Ibu Bisa Memengaruhi Janin
Mommy, saat merasa stres atau sedih, tubuh akan menghasilkan hormon kortisol. Hormon ini bisa sampai ke janin melalui plasenta, sehingga kondisi emosional Mommy ikut “terasa” oleh si Kecil. Dampaknya, detak jantung bayi bisa berubah dan ia menjadi lebih sensitif terhadap lingkungan di dalam kandungan (%%BLOCK_5228933140963362b8ed6f2d0c1f1194%%).
Kalau stres terjadi terus-menerus, kondisi ini bisa memengaruhi proses perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Karena itu, menjaga perasaan tetap tenang bukan hanya penting untuk Mommy, tapi juga untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil sejak dalam kandungan.
2. Hal-Hal yang Perlu Dihindari Suami Selama Istri Hamil
Suami punya peran besar dalam menjaga kondisi emosional Ibu tetap stabil selama hamil. Supaya Mommy tidak mudah stres dan si Kecil bisa tumbuh sehat. Berikut beberapa hal yang sebaiknya dihindari:
- Mengabaikan atau menyepelekan perasaan Mommy
Saat Mommy merasa sedih atau cemas, hindari merespons dengan santai atau menganggapnya berlebihan. Lebih baik dengarkan dan tunjukkan bahwa Paksu peduli. - Mengomentari perubahan fisik secara negatif
Perubahan tubuh adalah hal alami saat hamil. Komentar yang kurang tepat bisa membuat Mommy merasa tidak percaya diri. Dukungan kecil seperti pujian justru bisa membantu Mommy merasa lebih nyaman. - Merokok di sekitar Mommy
Asap rokok bisa berdampak pada kesehatan Mommy dan janin. Menjaga lingkungan tetap bersih dari asap rokok adalah bentuk perhatian sederhana yang penting. - Mengabaikan kenyamanan Mommy saat berhubungan
Tidak semua kondisi cocok untuk bermesraan. Selalu perhatikan kondisi dan tanyakan kenyamanan Mommy agar tidak menimbulkan rasa tidak nyaman atau tertekan. - Memberikan saran tanpa dasar medis yang jelas
Informasi yang belum tentu benar justru bisa membuat Mommy khawatir. Sebaiknya, semua hal terkait kesehatan dikonsultasikan langsung ke tenaga medis agar lebih aman.
3. Dampak Stres pada Aliran Nutrisi ke Janin
Saat Mommy mengalami stres, tubuh akan merespons dengan cara tertentu, salah satunya memengaruhi aliran darah. Dalam kondisi ini, aliran oksigen dan nutrisi ke janin bisa menjadi kurang optimal. Padahal, kedua hal ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan tubuh dan otak bayi
Jika kondisi ini terjadi berulang, pertumbuhan janin bisa ikut terdampak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres selama kehamilan berhubungan dengan risiko berat badan lahir rendah dan perkembangan yang kurang optimal. Oleh karena itu, menjaga kenyamanan dan ketenangan Mommy menjadi bagian penting untuk kesehatan si Kecil (Hasriantirisna et al., 2024).
4. Apakah Janin Bisa Merasakan Emosi di Dalam Rahim?
Mommy, seiring bertambahnya usia kehamilan, terutama setelah trimester kedua, janin mulai memiliki sistem saraf yang lebih matang. Di tahap ini, bayi sudah bisa merespons suara, sentuhan, dan juga perubahan kondisi tubuh Mommy. Saat Mommy merasa stres, perubahan hormon dan detak jantung dapat memengaruhi respons bayi, sehingga ia ikut bereaksi terhadap kondisi tersebut (Van den Bergh et al., 2020).
Penelitian menggunakan teknologi USG menunjukkan bahwa janin dapat memperlihatkan perubahan ekspresi wajah seperti meringis atau gerakan tertentu saat menerima rangsangan dari luar. Ini bukan berarti bayi benar-benar menangis seperti setelah lahir, tetapi lebih ke bentuk respons terhadap ketidaknyamanan. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan emosional Mommy berperan dalam menciptakan kondisi yang tenang bagi si Kecil.
5. Kunci Kebahagiaan Janin adalah Kebahagiaan Istri
Cara paling sederhana untuk menjaga kesehatan janin adalah dengan menjaga Mommy tetap nyaman dan bahagia. Dukungan kecil dari Paksu seperti mendengarkan, membantu saat Mommy lelah, atau memberi perhatian sederhana bisa membantu menurunkan stres. Saat Mommy merasa tenang, hormon bahagia meningkat dan ini ikut menciptakan lingkungan yang lebih nyaman untuk si Kecil.
Kesimpulan
Menjaga kondisi emosional selama kehamilan penting untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil. Mommy dan Paksu perlu saling mendukung agar tetap tenang dan bisa menikmati setiap momen kehamilan tanpa stres berlebih.
Selain persiapan fisik, bekali diri juga dengan ilmu sejak masa kehamilan. Salah satunya dengan memahami manfaat konsultasi menyusui sejak trimester 3 agar nanti lebih siap dan percaya diri saat menghadapi proses menyusui.
Sumber
- Davis, E. P., & Sandman, C. A. (2012). Prenatal psychobiological predictors of anxiety risk in preadolescent children. Psychoneuroendocrinology, 37(8), 1224-1233. https://doi.org/10.1016/j.psyneuen.2011.12.016
- Hasriantirisna, H., Nanda, K. R., & Munawwarah. M, S. (2024). Effects of Stress During Pregnancy on Maternal and Fetal Health: A Systematic Review. Advances in Healthcare Research, 2(2), 103–115. https://doi.org/10.60079/ahr.v2i2.339
- Van den Bergh, B. R. H., van den Heuvel, M. I., Lahti, M., Braeken, M., de Rooij, S. R., Entringer, S., Hoyer, D., Roseboom, T., Räikkönen, K., King, S., & Schwab, M. (2020). Prenatal developmental origins of behavior and mental health: The influence of maternal stress in pregnancy. Neuroscience and biobehavioral reviews, 117, 26–64. https://doi.org/10.1016/j.neubiorev.2017.07.003
Tonton video edukasi Mom Uung di sini yuk, Mom!
@momuung.pregnancy Penting banget buat cegah hal-hal ini terjadi, karena berpengaruh sama perkembangan otak janin loh! 🥺 Jadi mulai sekarang, hindari hal-hal di atas yuk! Apa aja itu? Simak video sampai abis 😍☺️ Previewed by dr. Agus Heriyanto, SpOG. momuung edukasimomuung ibuhamil persiapanlahiran trimester3
✨ Produk Unggulan Mom Uung
FAQ Seputar Topik Ini
Apakah stres ibu hamil bisa memengaruhi janin?
Ya, stres dapat meningkatkan hormon kortisol yang bisa sampai ke janin melalui plasenta dan memengaruhi perkembangan serta respons tubuh bayi.
Stres berkepanjangan dapat memengaruhi perkembangan otak, sistem saraf, serta berisiko menyebabkan berat badan lahir rendah.
Apa saja penyebab ibu hamil mudah stres?
Beberapa penyebabnya antara lain perubahan hormon, kelelahan, kurang dukungan emosional, serta lingkungan yang kurang nyaman.
Bagaimana peran suami dalam menjaga kondisi ibu hamil?
Suami berperan sebagai support system dengan memberikan perhatian, mendengarkan, serta menciptakan suasana yang nyaman dan aman.

