Momuung.co.id – Setelah menyusu, si Kecil masih susah sendawa meski sudah lama coba ditepuk-tepuk untuk disendawakan? Tenang Mommy, ternyata ada teknik menyendawakan bayi yang lebih nyaman dan efektif, lho. Menariknya lagi, teknik ini juga bisa jadi momen Ayah untuk ikut bonding dan ambil peran dalam perawatan si Kecil setelah menyusu.
Yuk, cari tahu cara melakukan teknik movement untuk membantu bayi lebih mudah sendawa dan mengurangi risiko gumoh setelah menyusu. Buibu wajib baca sampai selesai ya!
Kenapa Bayi Perlu Disendawakan Setelah Menyusu?
Setelah menyusu, bayi bisa ikut menelan udara bersama ASI, baik saat menyusu langsung maupun menggunakan botol. Udara yang masuk ke lambung ini dapat membuat perut bayi terasa penuh dan tidak nyaman. Akibatnya, si Kecil bisa lebih mudah gumoh, kembung, cegukan, atau terlihat rewel setelah menyusu. Kondisi ini cukup umum terjadi karena sistem pencernaan bayi masih dalam tahap berkembang di awal kehidupannya (Yu et al., 2026).
Menyendawakan bayi membantu mengeluarkan udara yang terjebak di dalam perut sehingga bayi merasa lebih nyaman menyusu. Selain membantu mengurangi rasa begah, cara ini juga dapat membantu bayi lebih rileks dan tidur lebih tenang, terutama pada bayi yang sering terlihat tidak nyaman atau mudah gumoh setelah minum ASI.
Kenapa Menyendawakan Bayi Bisa Jadi Peran Penting Ayah?
Perjalanan menyusui bukan hanya tugas Mommy seorang diri. Setelah Mommy selesai menyusui, Ayah juga bisa ikut membantu dengan menyendawakan si kecil. Meski terlihat sederhana, dukungan kecil seperti ini bisa membantu Mommy merasa lebih tenang dan tidak terlalu lelah selama masa menyusui. Penelitian juga menunjukkan bahwa keterlibatan Ayah dalam perawatan bayi dapat membantu kenyamanan emosional ibu sekaligus memperkuat bonding dalam keluarga (Fan et al., 2025).
Selain membantu Mommy beristirahat sejenak, momen menyendawakan bayi juga bisa jadi waktu bonding antara Ayah dan si Kecil. Kontak sentuhan, suara, dan dekapan Ayah membantu bayi merasa aman dan nyaman setelah menyusu. Jika bayi masih sulit sendawa meski sudah digendong di pundak, Mommy dan Paksu bisa mencoba gerakan lembut agar udara di perut bayi lebih mudah keluar dan si Kecil terasa lebih nyaman (Yıldırım, F., & Şahin, 2025).
Teknik Gerak Membantu Bayi Lebih Mudah Sendawa
Salah satu cara yang bisa dicoba adalah teknik gerak. Teknik ini dilakukan dengan gerakan perlahan sambil menjaga posisi tubuh bayi tetap stabil dan nyaman. Gerakan lembut membantu udara di lambung lebih mudah naik ke atas tanpa perlu mengguncang atau menepuk terlalu keras. Selain membantu bayi lebih nyaman setelah menyusu, teknik ini juga bisa menjadi momen bonding antara Ayah dan si Kecil. (McVicar et al., 2024)
1. Posisikan Bayi dengan Nyaman dan Stabil
Sebelum mulai menyendawakan, pastikan posisi tubuh si Kecil sudah nyaman dan stabil agar udara di perut lebih mudah keluar. Berikut langkah yang bisa Ayah lakukan:
- Duduk dengan posisi tegak dan nyaman.
- Dudukkan si Kecil di paha dengan posisi tubuh sedikit menyamping.
- Pastikan punggung bayi tetap lurus atau tegak agar udara di dalam perut lebih mudah naik ke atas (McVicar et al., 2024).
- Sangga kepala bayi menggunakan telapak tangan di area rahang atau pipi.
- Hindari menopang atau menekan area leher dan tenggorokan supaya bayi tetap nyaman selama proses menyendawakan.
2. Gerakkan Tubuh Bayi Perlahan ke Depan dan Kembali Tegak
Setelah posisi bayi sudah nyaman dan stabil, Ayah bisa mulai melakukan gerakan movement secara perlahan. Gerakan ini membantu udara yang terjebak di dalam perut bayi lebih mudah naik ke atas sehingga si Kecil lebih cepat sendawa dan terasa nyaman setelah menyusu.
Berikut langkah yang bisa dilakukan:
- Pegang tubuh bayi dengan stabil sambil tetap menyangga kepala dan area rahangnya.
- Arahkan tubuh si Kecil perlahan sedikit condong ke depan.
- Setelah itu, kembalikan lagi ke posisi tegak secara perlahan.
- Lakukan gerakan maju dan kembali tegak ini dengan ritme yang lembut dan tidak terburu-buru.
- Hindari mengguncang tubuh bayi terlalu kuat agar si Kecil tetap rileks selama proses menyendawakan.
3. Bantu Bayi Tetap Rileks dengan Gerakan Lembut
Saat membantu bayi sendawa, sebenarnya yang paling penting bukan seberapa keras tepukannya, tapi bagaimana posisi dan gerakan tubuh bayi tetap nyaman. Saat ini, banyak tenaga kesehatan dan konselor laktasi lebih menyarankan gerakan lembut dibanding menepuk punggung bayi.
Agar proses sendawa terasa lebih nyaman untuk si Kecil, Ayah dan Mommy bisa melakukan beberapa hal berikut:
- Gunakan gerakan lembut, bukan tepukan keras
Cukup usap punggung bayi perlahan dari bawah ke atas atau lakukan gerakan memutar lembut di area punggung. Gerakan ini membantu tubuh bayi lebih rileks sehingga udara lebih mudah naik keluar.
- Pertahankan posisi bayi tetap tegak
Setelah menyusu, usahakan posisi tubuh bayi tetap tegak selama beberapa menit. Posisi ini membantu udara di lambung bergerak naik lebih mudah dan mengurangi rasa penuh di perut.
- Lakukan sekitar 5 sampai 15 menit
Tidak perlu terlalu lama menyendawakan bayi. Umumnya, proses ini cukup dilakukan sekitar 5 sampai 15 menit setelah menyusu, terutama jika bayi terlihat nyaman dan tidak rewel.
- Kalau bayi tidak sendawa, tidak selalu berarti ada masalah
Ada bayi yang memang tidak selalu bersendawa setelah menyusu. Selama si Kecil melekat dengan baik saat menyusu, tetap tenang, tidak kembung, tidak rewel berlebihan, dan tidak sering gumoh, kondisi ini biasanya masih normal. Bisa jadi saat menyusu memang hanya sedikit udara yang masuk ke perutnya.
- Perhatikan tanda bayi tidak nyaman
Jika setelah menyusu bayi terlihat sangat rewel, perut terasa keras atau kembung, sering melengkungkan badan, atau gumoh berlebihan, Mommy dan Ayah bisa mencoba menyendawakan lebih lama atau berkonsultasi ke dokter bila keluhan terus berulang.

Keunggulan Teknik Gerak Dibanding Cara Tradisional
Tidak sedikit orang tua yang merasa sulit sendawa meski sudah lama digendong di pundak. Setelah ditidurkan, bayi malah jadi gumoh atau terlihat tidak nyaman karena udara di dalam perut belum keluar sepenuhnya. Kondisi ini cukup umum terjadi setelah menyusu, terutama jika bayi ikut menelan udara saat minum ASI (McVicar et al., 2024).
Teknik gerak membantu proses sendawa dengan cara yang lebih aktif namun tetap lembut. Posisi tubuh bayi yang tegak dipadukan dengan gerakan perlahan ke depan dan kembali tegak membantu udara di lambung bergerak lebih mudah ke atas. Karena itu, banyak bayi jadi lebih cepat sendawa dan terasa lebih nyaman setelah menyusu. Posisi tegak setelah menyusu juga diketahui membantu mengurangi rasa penuh di perut dan risiko gumoh pada bayi.
Kesimpulan
Menyendawakan bayi setelah menyusu bisa jadi momen sederhana yang membantu si Kecil merasa lebih nyaman sekaligus memperkuat bonding antara Ayah dan bayi. Dengan teknik movement, proses sendawa biasanya terasa lebih praktis karena membantu udara di perut bayi lebih mudah keluar tanpa harus menggendong terlalu lama di pundak.
Selain membantu setelah sesi menyusu, keterlibatan Ayah juga penting dalam mendukung tumbuh kembang dan rasa aman si Kecil sejak dini. Mommy dan Paksu juga bisa mencoba berbagai aktivitas bonding lain bersama bayi, seperti skin-to-skin contact yang membantu bayi merasa lebih tenang dan dekat dengan Ayah. Yuk, baca juga artikel tentang 5 Cara Skin-to-Skin Ayah dengan Bayi Baru Lahir untuk Bonding Maksimal untuk tahu manfaat dan cara melakukannya dengan nyaman di rumah.
Semangat terus untuk Mommy dan Ayah dalam menjalani perjalanan mengasuh si Kecil bersama-sama ya. Dukungan pasangan, waktu istirahat yang cukup, dan suasana rumah yang hangat juga jadi bagian penting agar proses menyusui dan merawat bayi terasa lebih nyaman setiap hari.
Sumber
- Fan, Y., Donovan, S. M., & Bost, K. F. (2025). Psychosocial Influences on Breastfeeding Duration: Maternal, Paternal, and Infant Contributors. Current developments in nutrition, 9(9), 107537. https://doi.org/10.1016/j.cdnut.2025.107537
- McVicar, K., Szatkowski, L., Ojha, S., Tunster, S., & Bains, M. (2024). Exploring parents’ experiences, attitudes and understanding of gastro-oesophageal reflux in infants. PloS one, 19(9), e0309081. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0309081
- Yıldırım, F., & Şahin, E. (2025). Does father involvement affect attachment and maternal depression and quality of life?: a randomized controlled trial. Family practice, 42(3), cmaf024. https://doi.org/10.1093/fampra/cmaf024
- Yu, Y., Zhang, J., Wang, X., Zhang, S., Tian, Y., Zhao, X., Sun, S., Wang, Z., & Luo, X. (2026). Association of Early Feeding Practices with Gastrointestinal Symptoms in Infants During the First 12 Months: A Multicenter Prospective Cohort Study. Nutrients, 18(9), 1383. https://doi.org/10.3390/nu18091383
Tonton video edukasinya di sini yuk, Mom!
@momuung.id BAPAK-BAPAK DENGERIN YA🫵🏻‼️😁 Kalo ibu selesai nyusuin, gantian ya!! BAPAK YANG NYENDAWAIN!! Nah, menyendawakan bayi itu kan banya ya teknik nya, biar bayinya gak gampang gumoh 🥰 Salah satu caranya dengan sedikit “Movement”✨ dengan adanya movement ini, perut bayi akan sedikit bergerak, sehingga gelembung udara didalam perut bakal pecah dan keluar☺️ Direview Oleh : dr. Pritta Diyanti Karyaman, CIMI, CBS, IBCLC #bayisendawa #menyendawakanbayi #bayibarulahir #edukasimomuung #momuung
✨ Produk Unggulan Mom Uung
FAQ Seputar Topik Ini
Apakah bayi harus selalu disendawakan setelah menyusu?
Tidak selalu. Namun, menyendawakan bayi membantu mengeluarkan udara yang ikut tertelan saat menyusu sehingga bayi lebih nyaman dan risiko gumoh bisa berkurang.
Kenapa bayi sering gumoh setelah menyusu?
Bayi bisa gumoh karena udara di dalam perut ikut naik bersama ASI. Hal ini cukup umum terjadi karena sistem pencernaan bayi masih berkembang.
Berapa lama bayi perlu disendawakan?
Umumnya sekitar 5-15 menit setelah menyusu, terutama jika bayi terlihat kembung, rewel, atau mudah gumoh.
















