Momuung.co.id – Menjadi Mommy baru adalah perjalanan yang penuh “kejutan,” ya? Salah satu momen yang paling mendebarkan sekaligus menantang adalah saat pertama kali menyusui Si Kecil. Mommy mungkin sering mendengar istilah pelekatan atau latch-on, tapi praktiknya tidak semudah teorinya. Apalagi jika Si Kecil memiliki mulut yang mungil, rasanya jadi serba salah takut ia tidak bisa menyusu dengan maksimal.
Banyak Mommy yang mengeluh, “Kok bayiku nyusunya sebentar-sebentar?” atau “Aduh, kok putingku lecet dan perih banget ya?”. Perlu Mommy ketahui, kunci utama agar bayi kenyang dan berat badannya (BB) naik dengan baik sesuai grafik pertumbuhan, bukan hanya soal durasi menyusu, melainkan Deep latch atau pelekatan yang dalam. Yuk, kita bedah tuntas tips-nya agar drama menyusui Mommy berganti menjadi momen bonding yang indah. Buibu, baca sampai selesai, ya!
Mengapa Deep Latch Sangat Penting?
Jangan tunggu sampai bayi berusia 3 bulan untuk memperbaiki pelekatan, ya. Semakin dini Mommy mempraktikkan deep latch, semakin besar peluang bayi mendapatkan nutrisi maksimal. Penyesuaian teknik menyusui atau pelekatan ini dapat membantu mencegah trauma puting dan meningkatkan kenyamanan Ibu menyusui (Wang et al., 2021).
Teknik “Mother-Led Latching” untuk Mulut Kecil Bayi
Mommy jangan buru-buru pesimis, ya! Banyak cara untuk mendapatkan deep latch, bahkan ketika Mommy merasa mulut bayi kecil. Ada teknik yang dinamakan Mother-Led Latching di mana ibu yang berperan aktif membantu bayi mendapatkan pelekatan dalam. Mommy akan membantu mengatur posisi bayi, stabilitas payudara, dan mengarahkan puting ke mulut bayi. Berikut adalah pendekatannya:
- Pegang Tengkuk Leher, Bukan Kepala: Pegang bagian tengkuk leher bayi dengan mantap agar Mommy bisa mengontrol arah kepala bayi ke payudara tanpa membuat bayi merasa tertekan.
- Support Payudara: Gunakan tangan Mommy untuk memegang payudara, lalu arahkan hidung bayi berhadapan lurus dengan puting.
- Tunggu Mulut Terbuka Lebar: Tunggu sampai Si Kecil membuka mulutnya sangat lebar seperti sedang menguap sebelum memasukkan puting.
Ciri-Ciri Deep Latch Berhasil
Bagaimana cara tahu kalau Si Kecil sudah pelekatan dengan sempurna? Cek tanda-tanda ini:
- Areola Bawah Lebih Banyak Masuk: Bagian gelap bawah harus lebih banyak masuk ke mulut bayi dibanding bagian atas.
- Mulut Terbuka Lebar: Pastikan mulut bayi terbuka lebar (seperti saat menguap) sebelum menempel ke payudara.
- Bibir Terlipat Keluar: Bibir bayi (baik atas maupun bawah) harus terlipat atau terputar ke arah luar (seperti bibir ikan), bukan tertekuk ke dalam.
- Dagu Menempel & Hidung Tidak Tertutup: Dagu bayi harus menempel atau menekan payudara Ibu dengan kuat, sementara hidungnya tetap bebas atau hanya sedikit menyentuh payudara.
Rekomendasi posisi di atas membantu menurunkan risiko nyeri puting dan trauma puting selama proses menyusui. Selain itu, posisi pelekatan ini juga mendukung tercapainya deep latch yang efektif melalui kontak ke kulit dan stabilitas bayi terhadap payudara (Taj et al., 2025).
Kesimpulan
Deep latch adalah kunci utama agar proses menyusui berjalan nyaman, efektif, dan bebas drama, baik untuk Mommy maupun Si Kecil. Ukuran mulut bayi yang kecil bukanlah penghalang selama Mommy menerapkan pelekatan yang tepat sejak dini, seperti melalui teknik Mother-Led Latching. Dengan deep latch yang benar, bayi bisa menyusu lebih optimal, risiko puting lecet berkurang, dan momen menyusui pun berubah menjadi waktu bonding yang hangat dan menenangkan.
Jika Mommy masih ragu, mengalami nyeri saat menyusui, atau ingin memastikan teknik pelekatan sudah tepat, Mom uung siap menemani Mommy melalui layanan konsultasi menyusui bersama konselor ahli. Jangan ragu untuk bertanya, karena setiap Mommy berhak merasa percaya diri saat menyusui.
Yuk, save artikel ini sebagai panduan menyusui di rumah, dan share ke sesama Mommy atau grup WhatsApp pejuang ASI agar semakin banyak yang terbantu.
Referensi:
- Taj, S. ., Kausar, P. D. S. ., Naz, F. ., Manzoor, N. ., & Zareef, S. . (2025). Effectiveness of Breastfeeding Techniques to Improve Latching and Prevention of Nipple Soreness among Primipara Mothers. A Randomized Control Trial. Journal of Neonatal Surgery, 14(1S), 852–859. https://doi.org/10.52783/jns.v14.1610
- Wang, Z., Liu, Q., Min, L., & Mao, X. (2021). The effectiveness of the laid-back position on lactation-related nipple problems and comfort: a meta-analysis. BMC pregnancy and childbirth, 21(1), 248. https://doi.org/10.1186/s12884-021-03714-8
Ditulis oleh: Elsa Yuni Kartika
Ditinjau ulang oleh: dr. Pritta Diyanti Karyaman, CIMI, CBS, IBCLC







