Momuung.co.id – Menjadi ibu baru bagi bayi newborn adalah pengalaman yang luar biasa, tapi minggu-minggu awal menyusui sering terasa menantang. Punggung pegal, puting perih, hingga rasa khawatir saat si Kecil rewel dan Mommy bertanya-tanya apakah ASI yang disusui ke bayi sudah kosong maksimal atau belum.
Perlu Mommy tahu, ASI lancar bukan hanya soal makanan, tapi juga Posisi menyusui yang benar. Posisi yang kurang tepat bisa membuat pelekatan tidak optimal, menyebabkan puting nyeri dan ASI tidak keluar maksimal.
Menyusui seharusnya jadi momen bonding yang hangat dan nyaman. Yuk, pelajari berbagai posisi menyusui yang bisa membantu Mommy dan si Kecil merasa lebih tenang bersama. Buibu, baca sampai selesai, ya!
Pentingnya Posisi Menyusui yang Benar
Posisi menyusui yang tepat berperan besar dalam kelancaran dan kenyamanan menyusui. Saat posisi dan pelekatan sudah benar, bayi bisa mengisap ASI dengan lebih efektif dan risiko puting lecet atau nyeri pada payudara Ibu pun berkurang.
Penelitian menunjukkan bahwa posisi menyusui yang lebih natural, seperti laid-back breastfeeding, terbukti menurunkan kejadian nyeri dan trauma puting karena membantu pelekatan bayi menjadi lebih optimal. Aliran ASI juga jadi lebih efisien, sehingga proses menyusui terasa lebih nyaman untuk Mommy dan Si Kecil.

5 Posisi Menyusui yang Benar agar ASI Keluar Optimal
Setiap Mommy dan bayi punya preferensi berbeda. Mommy bisa coba macam-macam posisi menyusui berikut ini:
1. Cradle Hold (Mendekap)
Ini adalah posisi paling umum, dengan kepala bayi berada di lipatan siku Mommy, dan perut bayi menempel ke perut Mommy. Posisi ini membantu hisapan bayi lebih efektif dan aliran ASI lebih stabil.
2. Cross-Cradle Hold
Mirip dengan cradle hold, tapi kepala bayi ditopang tangan yang berlawanan dari payudara. Posisi ini direkomendasikan untuk bayi baru lahir karena Mommy bisa mengatur pelekatan dengan lebih baik dan mengurangi risiko nyeri puting.
3. Football Hold (Bawah Ketiak)
Bayi berada di samping tubuh Mommy seperti memegang bola rugby. Posisi ini sering disarankan untuk ibu pasca operasi Caesar atau dengan payudara besar, serta membantu pengosongan payudara lebih optimal.
4. Side-Lying (Berbaring Miring)
Mommy dan bayi berbaring miring saling berhadapan. Posisi ini tetap efektif untuk mengalirkan ASI ke bayi dan sangat membantu saat menyusui malam hari atau sata Mommy butuh istirahat.
5. Laid-Back Breastfeeding (Bersandar)
Mommy bersandar santai, bayi menyusu secara alami di atas dada. Penelitian menunjukkan posisi ini mengurangi nyeri puting dan membantu aliran ASI lebih lancar.
Dengan posisi yang tepat dan nyaman, menyusui bisa terasa lebih rileks, ASI keluar lebih optimal, dan Mommy pun lebih menikmati momen bersama Si Kecil.
Ciri-Ciri Posisi Menyusui Sudah Benar dan Tepat
Bagaimana cara mengetahui kalau posisi yang benar saat menyusui sudah tercapai? Cek tanda-tanda ini:
- Mulut bayi terbuka lebar
Mulut si Kecil menempel ke area areola, tidak hanya di bagian puting.
- Bibir bayi terlipat ke luar
Bibir bawah terlihat “dower” dan tidak masuk ke dalam.
- Tidak terdengar bunyi “cup-cup”
Yang terdengar adalah suara bayi menelan ASI, bukan suara udara.
- Puting terasa nyaman
Jika posisinya benar, Mommy tidak akan merasakan nyeri atau perih saat menyusui.

Tips Tambahan agar Menyusui Lebih Nyaman
- Gunakan Bantal Menyusui
Dekatkan bayi ke payudara dengan bantuan bantal agar tubuh Mommy tetap tegak dan tidak membungkuk.
- Rilekskan Bahu dan Tubuh
Tarik napas dalam sebelum menyusui. Tubuh yang rileks membantu ASI mengalir lebih lancar.
- Lakukan Kontak Mata dengan Si Kecil
Menatap bayi saat menyusui dapat meningkatkan hormon oksitosin yang membantu memperlancar ASI.
Jaga Nutrisi agar Perjalanan Menyusui Lebih Tenang
Selain posisi menyusui, nutrisi harian adalah kunci penting agar ASI bisa keluar dengan optimal. Banyak Mommy khawatir ASI terasa seret setelah melahirkan, padahal tubuh butuh asupan yang cukup sejak awal untuk mempersiapkan produksi ASI.
Usahakan memenuhi nutrisi dari real food yang kaya protein, kalsium, zat besi, vitamin, dan omega-3, seperti ikan, telur, kacang-kacangan, sayur hijau, biji-bijian, dan susu. Nutrisi ini membantu menjaga kualitas dan kelancaran ASI.
Namun, kami paham tidak setiap hari Mommy sempat memasak menu bergizi lengkap, apalagi saat mengurus newborn. Karena itu, ASI Booster Mom Uung hadir untuk melengkapi nutrisi harian, dengan kandungan ekstrak ikan gabus, daun katuk, dan kelor yang telah terbukti secara ilmiah mendukung suplai ASI saat asupan makanan belum optimal.
Susu Mylkflow Mom Uung juga bisa menjadi pilihan praktis untuk menjaga energi Mommy. Dengan formula rendah gula, tinggi protein, kalsium, dan vitamin, Mylkflow membantu tubuh tetap fit tanpa rasa begah, sehingga produksi ASI bisa tetap terjaga.
Dengan nutrisi yang cukup, perjalanan menyusui pun terasa lebih tenang dan nyaman.
Kesimpulan
Mempelajari posisi menyusui yang benar memang butuh waktu dan latihan. Jadi, jangan berkecil hati ya, Mommy. Dengan posisi yang tepat dan dukungan nutrisi yang baik, proses menyusui bisa terasa lebih nyaman dan menyenangkan.
Kalau Mommy juga sedang mempersiapkan fase kembali bekerja, penting untuk mulai merencanakan stok ASI sejak dini agar kebutuhan si Kecil tetap terpenuhi. Mommy bisa baca panduan lengkapnya di artikel 4 Strategi Persiapan Stok ASIP untuk Working Mom yang Akan Kembali Bekerja supaya proses menyusui tetap lancar meski aktivitas semakin padat.
Kalau masih bingung atau butuh arahan, Mommy tidak perlu ragu untuk bertanya. Mom Uung menyediakan Konsultasi Menyusui GRATIS 24 Jam bersama konselor laktasi yang siap membantu soal posisi, pelekatan, hingga tips nutrisi secara personal.
Yuk, simpan artikel ini sebagai panduan dan pengingat, dan bagikan ke sesama busui agar makin banyak Mommy bisa menyusui dengan nyaman dan tenang.
@momuung.id Jangan mau kesakitan menyusui, coba deh 3 posisi yang punya manfaat spesifik ini biar makin maksimal menyusunya. #posisimenyusui #breastfeedingposition #busuilife #tipsbusui #TrendinginGuardian
Referensi:
- American College of Obstetricians and Gynecologists. (2025). Breastfeeding your baby: Breastfeeding positions. ACOG. Diakses pada 30 Januari 2026. https://www.acog.org/womens-health/infographics/breastfeeding-your-baby-breastfeeding-positions
- Mahmudiono, T., Rachmah, Q., Pratiwi, A. A., Rahmani, A., Yusryana, E. A., Andamari, N. A. & Agustin, A. M. (2025). Effectiveness of the Mom Uung Breastmilk Booster Supplement in enhancing breastmilk production among working and non-working mothers. Media Gizi Indonesia, 20(3), 289-297. Diakses pada 30 Januari 2026. https://doi.org/10.20473/mgi.v20i3.289-297
✨ Produk Unggulan Mom Uung
FAQ Seputar Topik Ini
Kenapa puting lecet saat menyusui?
Umumnya karena pelekatan bayi kurang tepat, sehingga hanya mengisap ujung puting dan menimbulkan gesekan berlebih.
Posisi menyusui apa yang paling aman untuk ibu baru?
Cross-cradle dan laid-back breastfeeding sering direkomendasikan karena membantu pelekatan lebih dalam dan nyaman.
Apakah posisi menyusui memengaruhi kelancaran ASI?
Ya. Posisi yang tepat membuat bayi menyusu lebih efektif sehingga ASI keluar lebih lancar dan payudara lebih kosong.
Bagaimana tanda posisi menyusui sudah benar?
Mulut bayi terbuka lebar, mencakup areola, tidak ada bunyi udara, dan Mommy tidak merasa nyeri saat menyusui.
Posisi menyusui apa yang cocok untuk ibu setelah operasi caesar?
Football hold karena tidak menekan area perut dan membantu tetap nyaman saat menyusui.
















