Momuung.co.id – Banyak Mommy masih percaya bahwa ngidam yang tidak dituruti bisa membuat bayi lahir jadi sering ngeces. Padahal, anggapan ini hanyalah mitos dan tidak terbukti secara medis. Namun, rasa ingin sesuatu secara tiba-tiba saat hamil memang sering terjadi dan kadang muncul di waktu yang tidak terduga.
Ngidam bukan sekadar keinginan sesaat, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh perubahan hormon dan kondisi tubuh selama kehamilan. Jadi, Mommy tidak perlu merasa bersalah saat mengalaminya. Yuk, pahami lebih lanjut fakta seputar ngidam agar Mommy bisa menjalani kehamilan dengan lebih tenang. Buibu, baca sampai selesai ya!
1. Peran Hormon hCG dan Progesteron saat Ngidam
Ngidam saat hamil sering terjadi karena perubahan hormon yang bekerja cukup besar di dalam tubuh. Hormon hCG dan progesteron yang meningkat, terutama di awal kehamilan, bisa memengaruhi indra penciuman, rasa, dan juga nafsu makan. Karena itu, Mommy bisa tiba-tiba sangat ingin makanan tertentu, meskipun sebelumnya tidak terlalu menyukainya. Bahkan, keinginan ini bisa muncul sejak pagi hari atau saat baru bangun tidur (Orloff & Holmes, 2014).
Perubahan hormon ini juga membuat tubuh lebih sensitif terhadap aroma makanan. Ada aroma makanan yang terasa sangat menggoda, tetapi ada juga yang justru membuat mual. Penelitian menunjukkan bahwa ngidam saat hamil bukan hanya soal keinginan biasa, tetapi juga dipengaruhi oleh perubahan biologis dan respons tubuh selama masa kehamilan (Hill et al., 2016).
2. Kenapa Ngidam Sering Muncul di Malam Hari?
Banyak ibu hamil merasa ngidam justru datang saat malam hari, bahkan sampai tengah malam. Salah satu alasannya karena saat malam suasana lebih tenang dan tubuh jadi lebih peka terhadap rasa lapar. Ketika aktivitas mulai berkurang, sinyal lapar terasa lebih jelas sehingga keinginan makan tertentu lebih mudah tertentu.
Selain itu, tubuh ibu hamil membutuhkan energi lebih banyak untuk mendukung pertumbuhan janin. Saat Mommy sedang beristirahat atau tidur, kadar gula darah bisa menurun dan otak akan memberi sinyal untuk mencari energi tambahan. Inilah yang sering membuat Mommy tiba-tiba ingin makanan manis, gurih, atau makanan berkarbohidrat saat malam hari (Orloff & Hormes, 2014).
3. Tanda Tubuh Kekurangan Mineral Tertentu
Saat hamil, ngidam tidak selalu sekadar ingin makan sesuatu, tetapi kadang bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang membutuhkan asupan tertentu. Misalnya, jika Mommy sering ingin cokelat, bisa jadi tubuh sedang membutuhkan tambahan energi atau mineral seperti magnesium. Jika yang sering dicari adalah susu, keju, atau makanan berbahan susu, kemungkinan tubuh sedang membutuhkan lebih banyak kalsium untuk mendukung pertumbuhan tulang si Kecil (Orloff & Hormes, 2014).
Meski begitu, ngidam tidak selalu berarti tubuh benar-benar kekurangan nutrisi tertentu. Perubahan hormon dan kebiasaan makan juga bisa ikut memengaruhi. Karena itu, penting untuk tetap menjaga pola makan seimbang dan tidak hanya mengikuti semua keinginan makan tanpa kontrol. Penelitian menunjukkan bahwa food craving pada ibu hamil memang sering berkaitan dengan perubahan kebutuhan gizi selama masa kehamilan (Hill et al., 2016).
4. Morning Sickness Bisa Membuat Ngidam Lebih Sering
Mommy yang sering mengalami mual dan muntah di awal kehamilan biasanya juga lebih sering merasakan ngidam di waktu lain. Saat pagi atau siang hari makanan sulit masuk karena rasa mual, tubuh akan mencoba “mengganti” kebutuhan energi tersebut saat kondisi sudah terasa lebih nyaman, misalnya di sore atau malam hari.
Karena itu, banyak ibu hamil yang justru merasa sangat lapar atau tiba-tiba ingin makanan tertentu setelah mual mereda. Ini adalah cara tubuh untuk tetap memenuhi kebutuhan energi ibu dan janin. Penelitian juga menjelaskan bahwa morning sickness dapat memengaruhi pola makan harian, sehingga keinginan makan tertentu menjadi lebih sering muncul selama kehamilan (Orloff & Hormes, 2014).
5. Mitos tentang Ngidam dan Bayi Ngeces
Masih banyak yang percaya kalau ngidam yang tidak dituruti bisa membuat bayi jadi sering ngeces setelah lahir. Padahal, anggapan ini tidak terbukti secara medis. Bayi ngeces adalah hal yang normal karena produksi air liurnya memang sedang meningkat, terutama saat mulai tumbuh gigi atau ketika otot mulutnya sedang berkembang. Jadi, kondisi ini tidak hubungannya dengan makanan yang diinginkan Mommy saat hamil.
Meski begitu, menuruti ngidam tetap boleh dilakukan selama makanannya aman dan tidak berlebihan. Saat keinginan sederhana bisa terpenuhi, Mommy biasanya merasa lebih tenang dan nyaman. Perasaan yang lebih stabil ini juga baik untuk kesehatan selama kehamilan. Penelitian menunjukkan bahwa kondisi emosional ibu hamil dapat memengaruhi kesejahteraan ibu dan perkembangan janin, sehingga menjaga suasana hati tetap positif juga penting (Dunkel Schetter & Tanner, 2012).
Tips Menghadapi Ngidam saat Hamil
Agar ngidam tetap terkontrol dan tidak membuat pola makan berantakan, Mommy bisa mencoba beberapa langkah sederhana berikut:
Siapkan Camilan Sehat
Simpan camilan seperti buah potong, kacang-kacangan, yogurt, atau biskuit gandum di tempat yang mudah dijangkau. Jadi saat rasa ingin makan muncul, Mommy tetap punya pilihan yang lebih sehat.
Minum Air Putih Terlebih Dahulu
Kadang tubuh terasa seperti lapar, padahal sebenarnya hanya haus. Coba minum air putih dulu sebelum mencari makanan, supaya Mommy bisa lebih memahami sinyal tubuh dengan tepat.
Cukupi Asupan Protein
Makanan yang mengandung protein seperti telur, ayam, ikan, atau susu bisa membantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Ini juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sehingga rasa lapar mendadak, terutama di malam hari, bisa lebih terkontrol.
Kesimpulan
Ngidam saat hamil adalah hal yang wajar dan hampir dialami banyak Mommy. Yang penting, tetap jaga keseimbangan asupan harian agar kebutuhan nutrisi Mommy dan si Kecil tetap terpenuhi. Jangan sampai terlalu fokus pada makanan yang sedang diinginkan, tetapi justru kurang memperhatikan asupan penting seperti protein, zat besi, kalsium, dan vitamin lainnya.
Selain itu, dukungan dari suami juga sangat berpengaruh selama masa kehamilan. Hal sederhana seperti mendengarkan, memahami, atau membantu memenuhi keinginan kecil Mommy bisa membuat kondisi emosional jadi lebih tenang. Sebaliknya, jika Mommy merasa diabaikan atau tidak didukung, stres bisa lebih mudah muncul. Padahal, kondisi emosional ibu hamil juga bisa memengaruhi tumbuh kembang janin.
Karena itu, penting bagi Papa untuk lebih peka dan hadir selama masa kehamilan, termasuk saat Mommy sedang mengalami ngidam. Agar lebih memahami hal-hal yang perlu dihindari, Papa juga bisa membaca artikel Jangan Dianggap Sepele! Ini 5 Sikap Suami yang Bisa Picu Stres pada Janin, supaya dukungan yang diberikan bisa lebih tepat dan membuat Mommy merasa lebih nyaman selama hamil.
Sumber
- Dunkel Schetter, C., & Tanner, L. (2012). Anxiety, depression and stress in pregnancy: implications for mothers, children, research, and practice. Current opinion in psychiatry, 25(2), 141-148. https://doi.org/10.1097/YCO.0b013e3283503680
- Hill, A. J., Cairnduff, V., & McCance, D. R. (2016). Nutritional and clinical associations of food cravings in pregnancy. Journal of human nutrition and dietetics : the official journal of the British Dietetic Association, 29(3), 281-289. https://doi.org/10.1111/jhn.12333
- Orloff, N. C., & Hormes, J. M. (2014). Pickles and ice cream! Food cravings in pregnancy: hypotheses, preliminary evidence, and directions for future research. Frontiers in psychology, 5, 1076. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2014.01076
Tonton edukasi Mom Uung di sini yuk, Mom!
@momuung.pregnancy Ternyata ngidam malem-malem itu ada alasannya loh! 🥺 Jadi kalo bumil ngidam, itu bisa jadi bahasa tubuh lagi kasih sinyal kalo lagi kekurangan nutrisi nih! Bisa dari mineral dan magnesium. Nahhh… apakah harus di turutin?? Simak selengkapnya di video yaa 🥰☺️ dr. Agus Heriyanto, Sp.OG., MARS.MM.CHt #momuung #ngidam #trimester3 #momuungpregnancy #edukasimomuung
















